
Dubai UAE
Raine sudah kembali beraktivitas seperti biasa di Dubai bersama dengan ayahnya Alaric dan Damian, kakak sepupunya. Begitu juga dengan Radhi yang sudah mulai latihan kembali pasca balapan di Imola Italia.
Raine mulai mempersiapkan semuanya agar rencananya di Bahrain dua Minggu lagi akan tetap berjalan dengan lancar.
"Raine, ditawari Oom Enzo, mau nonton balapannya Radhi di Bahrain nggak?" tanya Damian saat masuk ke dalam ruang kerja adiknya.
"Mau!" jawab Raine antusias.
Damian menaikkan sebelah alisnya. "Tumben, biasanya mood-mood an... Kamu tidak sedang salah makan kan Raine?"
"Nggak lah mas. Seru lihat Radhi juara. Apalagi tahun ini bertekad juara dunia."
"Oh oke. Nanti biar mas Dam bilang sama Oom Enzo."
"Ken ikut kah?" tanya Raine mengingat Kalila sibuk dengan urusannya.
"Ken kan masih sibuk dengan spesialisnya tapi coba nanti mas tanyakan."
"Oke."
Ken dan Kalila adalah anak kembar Enzo Al Jordan dan Georgina Kazuo. Kalila sudah menikah dengan pria yang dijodohkan dan sekarang tinggal di Qatar bersama suaminya. ( Cerita Kalila akan ada di novelnya sendiri, My Undercover Prince ). Ken sama dengan Damian dan Radhi, masih betah menjomblo.
Dari keluarga Dubai, baru Gasendra yang sudah menikah dengan Gemma Benardi, mantan sekretaris sepupu Gasendra, Bayu O'Grady.
"Berarti kamu ikut ya. Soalnya Daddy dan Mommy juga mau ikut, sekalian ada acara bertemu dengan Raja Al Salman di Bahrain" ucap Damian.
"Sip. Jangan-jangan mau jodohin kamu sama putri Reema mas" kekeh Raine.
"Hah? Reema? Anak manja yang suka nangis itu?" Damian teringat putri bangsawan Bahrain yang dulu waktu kecil sukanya menangis membuat dirinya ilfill.
"Eh putri Reema sekarang sudah jadi spoke person di PBB lho untuk edukasi perempuan. Mas Dam sudah berapa tahun nggak ketemu?"
"Terakhir mas Dam kelas terakhir High School, Reema kelas dua atau tiga junior high school ya?" gumam Damian yang setelah lulus High School, terbang ke Swiss untuk kuliah disana. Damian mengikuti jejak Zinnia yang alumnus kampus di negara yang terkenal dengan pegunungan Alpen dan lokasi ski nya.
"Lha sudah hampir sepuluh tahun mas ! Sekarang mas Damian umur 28, pasti Reema sudah berbeda lah" ujar Raine yang mengenal putri Bahrain itu. Reema memutuskan kuliah di Princeton University Amerika dan kemudian bekerja di PBB sebagai atase utusan Bahrain. Reema juga salah satu advokat pemberdayaan perempuan yang sangat mendukung kemajuan wanita berbagai macam etnis dan budaya.
"Iyakah? Mas Dam nggak hitung waktunya" balas Damian cuek. Masa sih aku bakalan dijodohkan macam Kalila? Males banget!
"Mbuh lho ya kalau beneran dijodohkan" gelak Raine.
"Ogah! Masih enak menjomblo!"
"Lama-lama kamu bakalan tidur sama Unta mas."
Damian memang memiliki bisnis peternakan unta dan kuda Arab dengan harga fantastis. Seperti halnya sang ayah, Direndra yang penggemar koleksi kuda Arab terutama keturunan dari dua kuda Arab mas kawin Elang McCloud ke Rain Reeves yang diambil alih oleh Keluarga Blair.
"Lha malah doain jelek" sungut Damian manyun.
"Habis, mas Damian itu lebih mementingkan pekerjaan daripada urusan asmara" kekeh Raine.
"Urusan sama cewek bikin malas. Apalagi kalau belum apa-apa sudah sok hak milik. Telpon sehari bisa overdosis... Memangnya dikira aku bukan orang sibuk apa?"
Raine tersenyum karena beberapa waktu lalu, Damian memang berkencan dengan seorang model cantik tapi baru dua Minggu kencan, sang model sudah mengumbar hubungan mereka ke sosial media, membuat Damian jengah karena rata-rata semua keluarganya bukan media social junkie kecuali Radhi Blair yang memang profesi nya sebagai publik figur meskipun rata-rata isinya cuma promo balapan dan kehidupan sehari-hari sebagai racer.
Damian semakin sebal ketika model itu berusaha membawa Emir muda itu ke acara jetset dan fashion. Satu dua kali Damian mau tapi semakin lama kehidupan yang hedonis, membuatnya muak hingga akhirnya dia memutuskan hubungan dengan model itu. Pasca putus, model itu menjelekkan Damian di sosial media bahkan menjadi playing victim.
Direndra dan Raana sudah emosi saja dengan model itu tapi Damian menenangkan keduanya agar tidak ikut campur urusan pribadinya yang bisa diurus sendiri. Damian bukan pria yang tidak tinggal diam nama baiknya dipertaruhkan dan dengan operasi senyap dia berhasil mendapatkan kebusukan sang model. Pria itu diam-diam menyebarkan berita secara anonymous perilaku mantan pacarnya yang bersedia tidur dengan para desainer dan fotografer.
Bahkan pria itu berhasil menghack isi percakapan ponsel si model yang sudah berencana menjebak dirinya agar segera dinikahi oleh Emir Al Azzam Blair itu. Semua chat dan percakapan si model dengan temannya itu ramai muncul di media massa dan sosial hingga membuat semua orang berbalik menghujat wanita itu.
"Tapi kan nggak semua perempuan begitu mas."
"Hah, tetap saja malas aku. Kalau dapat calon istri yang cocok, mas Damian mau melepaskan masa lajang juga. Doain saja."
"Iya lah mas" senyum Raine.
***
Bahrain International Circuit Seminggu Kemudian
"Radhi!"
Radhi yang sedang duduk sambil membaca novel The Lords of The Ring mendongak saat orang yang paling dia tidak ingin diajak berhandai-handai, datang. Radhi sendiri sedang menunggu giliran untuk latihan jadi dia memilih duduk manis di paddocknya.
"Apa McGregor?" jawabnya sambil kembali membaca bukunya.
"Apa keluarga kamu akan datang?" tanya Charlie dengan gaya sok cuek.
Radhi mengalihkan perhatian dari bukunya lalu menatap Charles McGregor.
"Kenapa kamu tanya? Bukankah biasanya kalau ada balapan di Bahrain, Qatar atau Dubai, keluarga aku selalu datang?" jawab Radhi cuek.
"Tidak, hanya bertanya..."
"Bilang saja kamu ingin tahu apakah Raine datang atau tidak" potong Radhi judes. "Jawabannya... tidak! Sudah? Puas?"
Charlie pun manyun mendengar jawaban Radhi.
"Aku peringatkan kamu, McGregor. Jangan pernah mendekati Raine karena aku tidak akan mengijinkannya."
"Hei, Raine kan gadis single. So, memang kenapa?"
"Memang kenapa? Kamu adalah playboy duren tiga kelapa gading. Memangnya kamu mau adikmu pacaran dengan pria playboy?" balas Radhi.
"Hei, aku sudah tidak berkencan dua tahun terakhir ini Blair !"
"Itu urusan mu McGregor! Tapi jika kamu mengincar Raine, tidak boleh Férguso!"
Jean Dupont yang melihat keributan antara dua pembalap itu akhirnya menghampiri keduanya.
"Boys! Knock it off! For God's sake! Kalian macam anak SMA ribut soal gadis! Charlie, kembali ke Paddock mu! Jangan bikin keributan! Radhi, masuk ke dalam, dinginkan kepalamu dengan gelato disana!" perintah Jean Dupont yang selalu menyediakan gelato di kulkas khusus untuk Radhi.
Radhi pun berdiri sambil menatap tajam ke Charles. "Stay away from my sister!" ancamnya lalu pria itu berbalik meninggalkan saudara angkat jauhnya.
Charles tersenyum smirk. Aku seorang McGregor! Sama-sama kuat dengan Blair! Lihat saja nanti!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️