Love In Race

Love In Race
Para Pria Berghibah



Istana Al Azzam Dubai UAE


Raine tampak mengeraskan rahangnya dan Leia melihat bagaimana adiknya tampak menahan emosi. Istri Dante Mancini itu memegang tangan Raine yang sedikit terkejut melihat kakaknya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Lepaskan. Jangan jadikan beban pikiranmu. Kamu akan ijab besok, jadi yang tidak penting, jangan disimpan. Buang saja!" ucap Leia.


"Iya mbak. Hanya saja... Iiissshh!" Raine tampak cemberut.


"Just let it go. Oke?"


Raine pun mengangguk.


***


Para Pria generasi keenam


"Jadi kamu dan Nadya sedang nonton bioskop lalu ditelpon untuk urusan polisi sama Ajeng?" Dante menatap tidak percaya ke Omar Zidane, mantan rivalnya dulu saat rebutan Leia tapi sekarang menjadi ipar karena agen FBI itu sudah menikah dengan Nadya Blair. ( Baca The Bianchis dan Love and Justice ).


"Kebayang kan? Nadya dalam kondisi ngidam nonton bioskop, harus urusan bumil yang ngamuk akibat Oreo hilang !" Omar menatap melas ke ipar-iparnya yang tertawa terbahak-bahak.


"Astaghfirullah... Aku kira Garvita waktu hamil sudah bikin rempong, ternyata mbak Ajeng lebih parah!" gelak Gabriel.


"Ini macam kamu kan Alexis. Veena waktu hamil apa kabar?" ledek Antonio ke Alexis Accardi, asisten yang juga iparnya.


"Tapi kayaknya Ajeng lebih parah deh dibandingkan Veena" elak Alexis.


"Ampun deh. Wanita hamil itu kan karena kita juga, jadi ya kalau terjadi peristiwa Membagongkan khas ibu hamil, kita harus menerimanya boys" kekeh Luke Bianchi.


"Hyde tidak kamu tambah adik, Luke?" tanya Michel de Luca.


"Rin yang belum mau tambah lagi padahal aku sih ingin punya anak perempuan. Tapi entahlah, tergantung Rin. Apalagi Hyde kan sudah masuk SD."


"Rayu saja. Eh tapi Leia juga nggak mau tambah anak lagi soalnya Vic nakalnya minta ampun..." keluh Dante. "Ralat bukan nakal, bar-bar !"


"Macam siapa coba?" ejek Arkananta.


"Macam gue ! Puas Ka?" balas Dante sebal membuat para ipar nya terbahak.


"Kalian punya anak laki bar-bar, tidak masalah. Lha aku dan Pedro apa kabar?" celetuk Samuel. "Rania dan Biana itu 11-12 bar-barnya!"


"Sammy, kalau Rania bar-bar, ada Bee yang dicontoh. Kalau Bia yang bar-bar, apa kamu lupa Pedro. Nadira dan ibu mertuamy juga bar-bar lho!" gelak Luke.


"Ampun deh..." keluh Pedro. "Mana sekarang kiblatnya ke Wira dan Chisato pula !"


"Wira jadi menikah dengan Chisato?" tanya Ken Al Jordan.


"Jadi. Katanya mau sederhana saja di Maryland. Kemungkinan September tahun ini habis wisuda. Tunggu, Jayde !" Luke menoleh ke arah Jayde yang asyik bermain ponsel. "Kapan kamu dengan Inggrid?"


Jayde menoleh. "Sudah kok!"


"HAAAAAHHH??? KAPAAAANNNN???" seru semua sepupu prianya.


"Desember pas natalan kemarin" jawab Jayde kalem.


"Dua Minggu habis Damian?" celetuk Gasendra.


"You son of the ... " Semua orang memukul Jayde yang tertawa terbahak-bahak.


"Dasar vampir ! Kenapa tidak bilang-bilang !!!" hardik Valentino.


"Inggrid sudah mualaf?" tanya Radhi.


"Alhamdulillah sudah lah" senyum Jayde.


"Sial@n lu Vampir ! Lolos dari lubang maut penggagalan unboxing !" umpat Arkananta.


Jayde tertawa terbahak-bahak penuh kemenangan.


"Kita kecolongan saudara - saudara !" Radeva menatap tajam ke Jayde.


"Ternyata saya bisa melakukannya di bawah radar kalian ya boys" seringai Jayde.


"Selamat ya Jayde. Semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah..." ucap semua sepupu dan iparnya.


"Aamiin."


"Ngomong-ngomong, apa kamu dapat tambang berlian?" goda Arkananta. "Mengingat opanya Inggrid billionaire berlian."


"Itu mah maumu Ka!" ejek Valentino.


"Ya kan bokap gue punya toko emas banyak..."


"Mertua aku juga" balas Alessandro cuek membuat Arkananta menoleh cepat.


"Eh Ale-ale, jadinya kita mau saingan nih?" sindir Arkananta.


"Kalau mau saingan itu sama Shinichi, bukan dengan ku, Arkananta. Aku kan hanya bilang, ayah mertuaku juga punya toko emas tidak hanya ayahmu saja Ka. Capiche ( paham )?" senyum suami Sakura Park itu.


"Yak, gelut deh..." gumam Mamoru sambil menyesap es cappucino nya.


Kedua orang beda fisik itu saling berpandangan tajam dan membuat yang lainnya tertawa.


"Ampun deh ! Sudah pada jadi bapak kok ya masih saja gelut unfaedah..." gumam Valentino.


"Kamu nggak lihat bapakmu macam apa V sama Oom Bima?" goda Dante.


"Ah ya Allah Gusti, aku lupa kalau bapakku juga nggak ingat umur kalau sudah sama musuh abadi nya sejak jaman SMA..." Valentino menepuk jidatnya membuat semua orang terbahak.


"Hutan Sandy apa kabar V" gelak Radyta.


"Guys, tulungi, jangan sampai pak Bima dan pak Hoshi satu deret ya besok acara ijab. Aku tidak akan bertanggung jawab jika terjadi kerusuhan. Soalnya mereka itu akur lima menit itu pun maksimal tapi gegeran sak lawase... ( selamanya )" pinta Arkananta dengan wajah memelas membuat sepupunya terbahak lagi.


"Tenang mas Arka. Sudah aku atur kok" senyum Radhi.


"Alhamdulillah..." ucap Arkananta dan Valentino bersamaan.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️