Love In Race

Love In Race
Blair dan Moretti



Silverstone Circuit Inggris


Radhi melihat pasangan suami istri yang datang sambil bergandengan tangan ke Paddock Ferarri. Keduanya memakai ID Card khusus dan sang istri tersenyum lebar melihat dirinya.


"Radhiiii!" teriak wanita itu sambil sedikit berlari menghampiri Radhi.


"Pelan-pelan Tulip, kamu sedang hamil!" tegur sang pria yang memiliki wajah dingin tapi mata coklatnya menatap wanita yang tampak chubby itu penuh sayang.


"Radhiiii! Apa kabar!" Wanita itu langsung memeluk Radhi melupakan perutnya yang besar.


"Ya ampun Sakura, kasihan keponakan aku!" kekeh Radhi. "Apa sudah diketahui jenis kelaminnya?"


"Cewek" jawab pria bergaris wajah khas Italia sambil tersenyum. "Apa kabar Radhi?"


"Kabar baik bang Ale. Akhirnya aku mendapatkan keponakan cewek!" Radhi mencium pipi gembul Sakura. "Congratulations!"


"Terima kasih! Manusia spidol sih maunya cowok tapi aku maunya cewek biar bisa couple dandan nya sama mommynya" kerling Sakura.


"Seriously? Kamu masih memanggil suamimu seenaknya?" Radhi tertawa melihat wajah sebal Alessandro Moretti.


"Lha harus panggil apa?" Sakura menatap polos.


"Biarkan saja dia Rad, bisa mewek kalau kena mood swing. Kamu akan merasakannya jika sudah menikah dan istrimu hamil" jawab Alessandro sambil memeluk Sakura dari belakang.


"Kalian ada acara apa disini? Di London?" tanya Radhi yang masih menunggu giliran latihan.


"London Fashion Week. Morr ikut berpartisipasi dan ada peragaan Disana" jawab Alessandro.


"Kamu datang ya? Nanti aku endorse" rayu Sakura.


"Bilang sama Bassam deh. Kan selain pengawal juga manager aku. Biar dia yang urus pembayarannya dari kamu Sakura" cengir Radhi.


"Whaaattt? Aku harus bayar kamu?" pekik Sakura.


"Hei lihat wajah aku? Mahal ini..." gelak Radhi. "Wajah menjual."


Alessandro tertawa. "Bisa diatur Tulip. Jangan marah-marah, nanti Figlia ikutan bar-bar macam kamu..."


"Figlia?" tanya Radhi.


"Panggilan putri atau anak perempuan macam 'Nduk' atau 'Neng' tapi bahasanya manusia grafitti..."


Radhi menggelengkan kepalanya. "Aku pusing mendengar panggilan kamu ke bang Ale. Kenapa sih nggak panggil namanya?"


"Manggil namanya itu kalau aku dan dia sedang..."


"Aaaarrrgghhhh! Stop! Stop! Aku tidak mau dengar kemeshuman kalian!" potong Radhi sambil menutup kedua telinganya.


Alessandro terbahak sedangkan Sakura semakin memeluk erat dua tangan kekar yang ada diatas perut buncitnya.


"Aku latihan dulu!" pamit Radhi.


"Kami kembali ke London dulu. Besok kami datang pada saat perlombaan ya bareng mas Eagle dan Elane Eonni" balas Sakura.


"Oke. Hati-hati di jalan."


***


Rumah Mode Morr Soho London


Alessandro dan Sakura datang ke rumah mode milik keluarga Moretti sambil bergandengan tangan dan langsung disambut oleh Charlotte McGregor.


"Selamat datang Signor Moretti, Signora Park - Moretti" sapa Charlotte ramah.


"Terimakasih Charlotte. Kenapa kamu yang menyambut kami? Dimana Agnes Tracy?" tanya Alessandro dengan nada dingin seperti biasanya.


"Bukankah dia ke Milan, Signor? Ada acara disana untuk mencari bahan kain..." jawab Charlotte bingung.


"Siapa yang memberikan kewenangan dia pergi ke Milan pada saat Minggu depan kita ada peragaan di London Fashion Week?" tanya Alessandro dengan nada agak meninggi.


"Signora Clarissa katanya Signor Moretti" celetuk salah seorang pegawai yang sedang mendandani manequin.


"Clarissa?" Alessandro menaikkan sebelah alisnya lalu pria itu mengambil ponselnya dan segera menelpon adiknya yang sedang berbulan madu.


Clarissa Moretti akhirnya menemukan tambatan hatinya seorang aktor Inggris yang berakting di teater. Pria bernama Hugh Russell bertemu dengan Clarissa secara tidak sengaja dan merasa itu adalah sebuah serendipity mereka bertemu. Setelah enam bulan pacaran, keduanya menikah. Eagle dan Elane pun menghadiri saat Clarissa menikah.


"Apa Ale?" tanya Clarissa saat menerima panggilan Alessandro.


"Rissa, apa kamu menyuruh Agnes Tracy pergi ke Milan? Di saat fashion week begini?"


"Aku tidak menyuruh Agnes ke Milan, Ale. Dia sendiri yang menawarkan untuk memeriksa bahan kain untuk koleksi musim dingin. Padahal aku sudah bilang, biar Morr Milan yang urus tapi dia tetap ingin ke Milan untuk memeriksa sendiri. Memang dia tidak ada di Milan?" ucap Clarissa bingung.


"Dia tidak ada di Milan, Rissa! Ini sudah kesekian kalinya anak itu indisipliner! Jangan salahkan aku jika kali ini dia aku pecat!" geram Alessandro.


"Silahkan Ale. Aku juga sudah lelah dengan anak itu! Raffa juga kemarin ngamuk padaku karena Agnes salah mengirim sample."


"Good. Jangan salahkan aku jika aku marah ya Rissa."


"Kamu berhak memecatnya karena kamu adalah direktur utama Morr. Aku tidak ada disana."


"Oke. Akan aku sebar anak buahku untuk mencari dimana lintah itu berada! Kamu nikmati bulan madunya. Salam buat Hugh."


"Salam buat Sakura. Oh bilang, jangan lahiran dulu sebelum aunty nya yang cantik ini pulang!" kekeh Clarissa.


"Of course. Bye Rissa." Alessandro lalu menatap Charlotte dan beberapa pegawai disana. "Kalian semua, tolong tutup butik sekitar dua jam. Kita adakan rapat mendadak!"


***


Alessandro menyebarkan anak buahnya baik di London maupun di Milan untuk mencari keberadaan Agnes Tracy sementara dirinya dan Sakura mendengarkan laporan dari Charlotte dan para pegawai lainnya. Mereka semua juga memperlihatkan rekaman CCTV dan ponsel mereka selama Clarissa pergi hampir tiga bulan ini.


Pria berdarah Italia itu hanya mengeraskan rahangnya dan mengangkat Charlotte sebagai manajer toko sementara serta penanggung jawab atas peragaan busana besok di London Fashion Week.


Alessandro juga menonaktifkan kartu pegawai serta sidik jari Agnes yang bisa mengakses pintu rumah mode langsung dari main computer. Sakura hanya tersenyum melihat suaminya emosi. Kini keduanya berada di ruang kerja Clarissa dan Sakura berjalan pelan ke pintu lalu menguncinya.


Alessandro menoleh kearah istrinya yang sedang hamil itu dengan tatapan bingung. "Kok kamu kunci, Tulip?"


Sakura tidak menjawab tapi dirinya melepaskan blazer nya lalu menarik resleting gaunnya hingga menampilkan tubuhnya yang hanya terbalut pakaian d@lam. Alessandro merasa dirinya susah menelan salivanya karena menurut pandangannya, Sakura hamil itu semakin seksih.


Bumil cantik itu lalu mendekati Alessandro. "Sayang, Figlia minta ditengok..." bisik Sakura dengan nada dibuat parau sembari melepaskan dasi yang melingkar di leher Alessandro.


"Apa kamu yakin Figlia yang minta ditengok?" tanya Alessandro sembari melepaskan pengait penutup d@danya hingga terpampang milik Sakura yang semakin membesar karena hamil.


"Mommynya juga kangen ditengok..."


Alessandro hanya tersenyum saat tahu kemejanya juga sudah entah kemana dilepas oleh istrinya.


"I love you Tulip..." Alessandro langsung melu*mat bibir Sakura.


***


Charlotte McGregor membuka pesan dari ponselnya dan ada sebuah foto yang memperlihatkan bahwa Agnes sedang bersama dengan seorang klien di sebuah kamar hotel.


Gadis itu tersenyum smirk. Mampus kau! Tidak sia-sia aku meminta seorang detektif mengikuti mu!


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️