Love In Race

Love In Race
Rencana Si Kembar



Acara Makan Siang di Imola


Enzo Al Jordan menjadi primadona saat hadir usai acara perlombaan dengan banyaknya wartawan yang ingin wawancara dengannya dan pria berwajah dingin itu pun mengajak keponakannya Radhi dan Gerald yang berhasil finish satu dua, ikut serta dalam acara itu.


Enzo sendiri juga memiliki saham di Ferarri hanya saja karena kesibukannya di Dubai, bisa dibilang jarang hadir kecuali jika memang bisa hadir tapi ayah si kembar Ken dan Kalila itu selalu datang jika ada perlombaan di Bahrain atau Qatar karena dekat dengan Dubai yang terletak di Uni Emirat Arab.


Georgina dan Nura tampak asyik mengobrol dengan Cynthia Hamilton Ford yang masih termasuk kerabat mereka dari keluarga Hamilton. Raine sendiri lebih suka mencari-cari makanan buat ngemil karena gadis itu sangat suka camilan.


"Perlu dibantu untuk membawakan?"


Tangan Raine yang hendak mengambil mini quiche, berhenti di udara. Wajah gadis itu berubah menjadi dingin lalu berbalik menatap pria yang berdiri di belakangnya.


"Tidak terima kasih. Tanganku masih bisa membawa piring kok" balas Raine.


"Kamu bawa dua piring penuh dengan camilan. Pasti repot. Aku bantu..."


"C'est bon ( it's okay ). Excuse-moi ( permisi )." Raine pun berjalan sambil membawa dua piring berisikan berbagai pastry disana menuju sebuah meja kosong.


Charles yang merasa ditolak Raine, penasaran dengan adik Radhi yang wajahnya sama judes nya dengan kakaknya kalau menyangkut dirinya.


"Raine... Apa masih marah sama aku? Gara-gara dua tahun lalu?" tanya Charles sambil duduk di depan Raine yang sedang menikmati camilannya. "Kan aku sudah minta maaf, sudah ditinju Radhi, sudah kalah lomba sama Radhi... Kurang apa coba?"


"Kurang sopan! Sudah-sudah, ganggu orang asyik makan!" Raine mengibaskan tangannya seperti mengusir Charles.


"Raine, kita kan saudara..."


"Saudara Nemu di kuburan..."


"Astaghfirullah!" kekeh Charles yang membuat Raine terkejut.


"Excuse me? Astaghfirullah?" Raine menatap Charles bingung.


"Hei, Opa Mario kan mualaf dan keturunannya dibebaskan memilih keyakinannya tapi ayahku tetap ikut Opa Mario."


"Oh kukira... " Raine terdiam.


"Aku sengaja tidak mengatakan pada siapapun karena biar itu menjadi privacy aku. Kalau kamu dan Radhi kan memang jelas apa. Kalian anak Emir Dubai jadi sudah tahu keyakinannya apa meskipun tidak perlu diumumkan."


Raine hanya mengangguk dan tampak acuh dengan penjelasan Charles karena dia masih malas mengobrol dengan saiangan kembarannya.


"Dua Minggu lagi kita balapan di Bahrain. Kamu datang? Biasanya Oom kamu datang lho..."


"Tergantung mood."


"Ayolah Raine, naikan mood kamu... Sebab pada saat itu kamu akan melihat bahwa saat itu giliran aku yang akan mengalahkan Radhi!" senyum Charles licik.


Raine menatap ke arah Charles dengan wajah dingin. "Kamu tidak akan bisa mengalahkan Radhi." Tidak jika aku melakukan sesuatu. Sebuah rencana licik muncul di otak Raine tapi gadis itu menutupi nya.


"Ohya, aku akan mengalahkan Radhi di Bahrain!" kekeh Charles.


Raine melanjutkan acara makannya, seolah mengacuhkan omongan Charles. Tunggu saja tanggal mainnya, Charlie! Diam-diam Raine tersenyum smirk


***


Radhi menghampiri adiknya yang sedang asyik makan pastry dengan ditemani Charles di depannya. Meskipun arti nama Radhi berarti yang ikhlas, tapi menjadi tidak berarti di putra sulung Alaric Blair itu. Radhi bukanlah orang yang ikhlas jika ada yang curang dengannya dan bukan pria yang ikhlas melihat saingannya berusaha mendekati adiknya!


"Raine..." panggil Radhi sambil duduk di sebelah Raine. "Makan apa itu?"


"Canapés ( smoked salmon sandwich ). Enak lho! Mau?" tawar Raine sambil memasukkan sepotong canapés ke mulut Radhi membuat Charles mengeraskan rahangnya.


"Hmmm enak!" ucap Radhi dengan mulut penuh.


"Classic Deviled eggs" jawab Radhi. Raine dengan telaten mengambilnya dan meyuapi kembarannya.


"Astagaaa! Kalian itu saudara kembar! Jangan sok mesra begitu!" hardik Charles sebal.


"Lalu kenapa? Kami terbiasa begini kok! Radhi dan aku sudah biasa sejak dalam kandungan saling mendukung satu sama lain" balas Raine dingin.


"Kalau kamu sudah punya pacar, apakah kamu akan seperti ke Radhi?" tanya Charles penasaran.


"Kenapa kamu kepo sekali McGregor? Apa urusannya denganmu?" balas Radhi tidak kalah dingin dengan adiknya.


"Hanya saja, sikap kalian berdua terlalu over sebagai anak kembar, kakak adik... macam pacaran saja! Seriously!" Charles pun berdiri dan meninggalkan Radhi serta Raine yang tersenyum smirk.


"Bagus! Pergi juga dia! Malas aku mendengar ocehannya akan mengalahkan kamu di Bahrain!" omel Raine yang sudah kembali gayanya biasa ke Radhi.


"Untung kamu tadi kirim pesan ke aku jadi kita bisa bersandiwara" kekeh Radhi. "Apa yang dia bilang tadi Raine?"


"Dia sebal aku mengacuhkan dirinya padahal sudah minta maaf, sudah ditonjok dan dikalahkan olehmu. Apa ya aku harus bilang 'Oh iya Alhamdulillah sudah insyaf' gitu?"


Radhi terbahak. "Astagaaa adikku kalau sudah judes. Lalu apalagi?"


"Ya itu, dia minta aku datang pas balapan di Bahrain dan aku jawab tergantung mood tapi dia membuat aku berpikir untuk datang. Dia mengancam akan mengalahkan kamu, Rad. Dan jika dia berpikir ancamannya bisa membuat kamu kalah, hohoho... tidak semudah itu Férguso!" seringai Raine.


"Adikku sayang, terkadang kamu lebih menyeramkan dari aku dan mommy kalau sudah keluar liciknya. Pasti kamu sudah merencanakan sesuatu." Radhi menatap kembarannya dengan geli.



Yang sudah hapal sifat adiknya


"Ohya, tentu saja Radhi sayang. Aku sudah merencanakan semuanya. Jangan panggil aku Raine Blair kalau tidak sama liciknya dengan Oma Yuna, Opa Duncan, Oma Kaia dan Opa Aidan. Kita adalah keturunan Opa Edward Blair dan Opa Abimanyu Giandra yang terkenal dengan liciknya kalau soal membalas sesuatu."


Radhi hanya menggelengkan kepalanya, sudah tidak sabar melihat aksi Raine yang akan membuat rusuh balapan Bahrain. "Ingat Raine, be elegant dan classy."


"Of course, classy and sassy are a must!" senyum Raine sambil melirik ke arah Charles yang melihat dirinya dari jauh. Dengan gayanya yang sedikit genit, Raine mengedipkan sebelah matanya ke arah Charles yang tampak kikuk melihat ulah gadis itu.


Radhi yang membelakangi Charles lalu menoleh dan melihat bagaimana gugupnya pria itu saat mendapatkan kedipan centil adiknya.


"Oh Astagaaa Raine. Kelemahannya Charles itu di kamu?" bisik Radhi.


"Yup. Kamu paham kan apa yang akan aku lakukan di Bahrain?" senyum Raine usil.


Radhi tertawa terbahak-bahak lalu memeluk adiknya sambil mencium pucuk kepalanya.


"Otakmu memang seorang Blair!"


"Absolutely! Dan aku sangat bangga sebagai keturunan Blair plus Giandra."


Radhi mengangguk. "Go get him, Raine. Kita buat musim ini, Charles McGregor tidak berkutik!"


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️