Love In Race

Love In Race
Diculik



Venue London Fashion Week


"Mr Blair? Apa yang terjadi?" tanya salah seorang polisi yang datang ke tempat kejadian perkara.


"Saya melihat wanita ini hendak menusuk Miss McGregor" jawab Radhi sembari menoleh ke Charlotte.


"McGregor? Apakah anda adik Charles McGregor?" tanya polisi itu.


"Iya. Saya bekerja disini sebagai asisten... eh general affair manager. Dan wanita ini..." Charlotte melihat wajah Agnes Tracy yang mulai membengkak akibat terkena tinju siku Radhi "Adalah mantan pegawai Morr yang dipecat oleh Signor Alessandro Moretti..."


"Charlotte? Ada apa ini?"


Semua orang menoleh dan tampak Alessandro Moretti bersama dengan sang istri Sakura Park diikuti Raine dan Charles di belakangnya, mendatangi area belakang venue.


"Mr dan Mrs Moretti, apakah anda mengenal wanita ini?" tanya petugas kepolisian itu membuat Alessandro dan Sakura melihat Agnes yang pingsan.


"Dia bekas pegawai saya. Minggu lalu saya pecat. Kenapa? Bagaimana dia bisa pingsan?" Alessandro menoleh ke arah Radhi dan Charlotte.


"Dia berusaha menusuk Miss McGregor dengan pisau, aku tinju pakai siku lah. Eh... pingsan" jawab Radhi enteng membuat Raine dan Sakura melengos.


"Ya jelas pingsan Rad, kamu hajar pakai siku" kekeh Alessandro. "Officer, silahkan dibawa saja dan tuntut dengan percobaan pembunuhan."


"Absolutely Mr Moretti." Petugas kepolisian itu memberikan kode kepada dua petugas polisi wanita yang datang lalu memapah Agnes masuk ke dalam mobil patroli.


"Kamu tidak apa-apa Lottie?" tanya Charles sambil memindai adiknya.


"Tidak apa-apa. Terimakasih Mr Blair. Saya tidak tahu kalau tadi tidak ada anda" senyum Charlotte ke Radhi.


"No problemo" jawab Radhi santai.


"Thanks Blair, sudah menyelamatkan nyawa adikku" ucap Charles tulus.


"Sama-sama" angguk Radhi.


"Manuel!" panggil Alessandro ke asistennya.


"Yes Signor?"


"Kawal kasus Agnes ke Scotland Yard biar nanti Randall kesana setelah aku menelponnya" perintah Alessandro ke Manuel.


"Baik Signor." Manuel pun pergi lalu semua orang pun membubarkan diri. Keluarga Moretti, Blair dan McGregor pun kembali ke dalam backstage untuk memeriksa kondisi koleksi Morr.


"Tadi tuh kamu kesini buat ambil suit incaran kamu?" tanya Raine ke saudara kembarnya.


"Iya. Tadi aku kemari cari adiknya McGregor yang ternyata sedang ribut dengan cewek tadi."


"Kok bisa kamu tinju?"


"Jadi pas Charlotte berbalik, aku melihat cewek itu mengeluarkan pisau dan aku reflek menarik Charlotte ke belakang aku dan langsung aku tinju dengan siku lah."


Raine tahu Radhi penggemar martial art jadi sejak kecil selain mendalami olahraga gokart, dia juga mengikuti bela diri macam-macam.


"Dasar kamu tuh!" kekeh Raine.


"Mr Blair. Anda mau ambil suit yang mana?" suara Charlotte membuat si kembar menoleh.


"Oh, yang tadi bewarna abu-abu tua" jawab Radhi langsung menghampiri Charlotte yang sedang menjejerkan koleksinya.


Charles pun mendekati Raine yang sedang melihat interaksi Radhi dan Charlotte.


"Raine, thanks ya. Radhi sudah menyelamatkan adikku" ucap Charles.


"Ya ampun, iyaaaa. Radhi juga sudah bilang sama-sama" jawab Raine gemas.


"Raine, makan malam yuk!" ajak Charles.


"Hah?"


"Di dekat sini ada restauran India enak! Sudah pasti halal. Yuk! Aku lapar!" tanpa basa basi Charles menarik tangan Raine dan mengajak pergi. "Radhi, aku pinjam adikmu!"


Radhi yang sedang memeriksa suit itu, hanya melongo melihat adiknya ditarik.


"Heh! McGregor! Kamu bawa kemana adikku!" bentak Radhi hendak mengejar Raine.


"Makan do restauran Maharaj!" balas Charles yang langsung menghilang membuat Radhi terbengong-bengong.


"Kamu tahu restauran itu?" tanya Radhi ke Charlotte.


"Panggil saja Radhi."


"Baik... Radhi" senyum Charlotte membuat Radhi terpesona.


"Bagaimana bisa si McGregor punya adik cantik seperti kamu? Apa kamu yakin kalian bersaudara kandung?"


Charlotte tertawa. "Kami kakak adik kandung, Radhi. Apa tidak melihat warna mata kami sama birunya tapi mataku lebih terang dan pucat."


"Kakakmu itu orang paling menyebalkan di dunia, asal kamu tahu!" gerutu Radhi.


"Semua orang bilang begitu. Adam Brown, manager merangkap pelatihnya juga bilang begitu."


"Setelah ini, kita susul kakakmu yang dengan kurang ajarnya menculik adikku!" geram Radhi.


***


Restauran Maharaj London.


Raine hanya diam saja saat Charles memesan banyak makanan India seperti nasi biryani kambing, ayam masak merah, kari, roti canai dan berbagai macam lainnya.



"Kenapa pesannya banyak banget?" protes Raine.


"Yakin deh, kakakmu akan datang bersama dengan keluarga Moretti kemari plus adikku" jawab Charles cuek. "Yuk makan dulu!"


Restauran Maharaj itu terletak di beberapa bangunan dari venue Fashion Week dan termasuk restauran India favorit warga kota London.


Raine akhirnya mengambil makanan yang menggoda selera itu. Apalagi perutnya juga merasa lapar sekarang meskipun tadi sempat ngemil pastry yang disediakan oleh panitia.


"Enak..." puji gadis itu saat memakan nasi biryani kambingnya. "Bumbunya pas tidak terlalu spicy dan ... pokoknya enak."


"Kamu kan cucu chef terkenal jadi tahu lah test lidah" kekeh Charles.


"Kalau aku bilang enak, ya enak. Nggak enak, ya nggak enak. Itu terjadi saat aku berada di Jakarta. Masuk ke sebuah restauran dengan tempat yang sangat ... Well, bagus lah tempatnya. Mahal makanannya tapi masakannya..." Raine memberikan tanda jempol tangannya dibalik. "Sangat,.. sangat... tidak enak! At all! Tidak ada yang bisa ketolong kecuali minumannya! Itu pun es teh!"


"Seriously?"


"Way serious McGregor! Aku waktu itu datang bersama Opa dan kamu tahu, Opa begitu melihat makanan itu datang, hanya bersidekap dan bilang 'ayamnya nggak matang'!"


Charles melongo. "Wah that's fatality!"


"True! So fatal dengan dinilai oleh Opa Aidan Blair, pemegang penghargaan Michelin dan dikenal sebagai chef kelas dunia."


"Lalu?"


"Opa bertanya siapa chef nya dan pihak manager tampak tidak suka dengan sikap opa. Kamu tahu didepan orang banyak, opa melemparkan makanan itu dan terlihat masih ada darah di ayam itu. Mereka hampir memukul opa tapi dihadang Radhi dan Daddy. Begitu Daddy mengeluarkan kartu nama dan memperkenalkan opa itu siapa, baru mereka ketakutan. Tahu sendiri opa pernah menjadi host MasterChef Amerika untuk dua musim menggantikan sahabatnya yang kecelakaan jadi harus terapi lama."


"Chef Michelin dilawan" senyum Charles. "Dan melawan Emir Dubai juga ngawur."


"Kami waktu itu tidak datang dengan membawa pengawal, hanya sebagai keluarga ingin makan malam."


"Terus bagaimana?"


"Head chef nya menemui opa dan meminta maaf, begitu juga dengan managernya. Dan tak lama, restauran itu tutup karena rating-nya langsung dikasih bintang satu oleh pengunjung disana yang menjadi saksi bahwa seorang chef terkenal diberikan makanan mentah" senyum Raine.


"Kalian terus makan dimana?"


"Rumah makan kecil tapi ayam goreng, sop buntut dan semua masakannya enak, sedap dan matang! See, kami tidak masalah makan di restauran high end atau pun biasa selama makanan itu matang dan enak."


Charles menatap Raine sambil tersenyum. "Ternyata gampang membuat kamu mau ngobrol banyak denganku. Berikan topik makanan dan kamu akan ramai..."


Raine langsung cemberut.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️