
Silverstone Circuit Inggris
"KAMU BISA NYETIR NGGAK SIH!" bentak Radhi kesal ke Charles yang juga keluar dari mobilnya. Tampak Jean Dupont, Bassam dan Adam Brown berlari ke arah dua pembalap itu. Para manager dan kepala teknisi itu tidak mau ada perkelahian lagi.
"Maaf Blair... Aku Meleng..." ucap Charles dengan wajah tidak enak.
Radhi hanya bisa mengepalkan tangannya meskipun gatal ingin meninju Charles tapi dirinya tidak mau mendapatkan diskualifikasi akibat berkelahi di sirkuit meskipun wajahnya memerah menahan amarah.
"Rad, sudah! Jangan berkelahi" tarik Bassam.
"Iya Rad. Ingat, kamu masih berhak naik podium" bujuk Jean Dupont.
Radhi hanya berbalik dan bersamaan dengan Marshal perlombaan datang untuk meminta keterangan dari masing-masing pembalap secata terpisah.
Alessandro dan Sakura bersama Eagle dan Elane sama sama menunggu hasil perlombaan dengan cemas. Akhirnya diumumkan kalau Radhi dan Charles tidak didiskualifikasi karena posisinya mereka bersih saat saling bersalipan tapi memang Charles sedikit meleng membuat grip depannya menyangkut bodi belakang mobil Radhi.
Radhi masih mengomel panjang lebar gara - gara kecelakaan yang dilakukan oleh oknum yang sama menjadi terdiam saat melihat siapa yang datang.
"Are you okay Radhi?" tanya gadis itu.
Sontak Radhi tertawa terbahak-bahak setelah tahu apa yang membuat Charles Meleng.
"Owalaahhh Raine... Ternyata kamu datang? Astagaaa! Memang bikin perkara deh kamu!" gelak Radhi membuat Raine tersenyum kikuk.
"Sorry tapi aku diundang mbak Sakura untuk acara London Fashion Week dan aku baru datang semalam langsung ke rumah Opa..."
"Opa siapa?"
"Opa Ai lah Radhi. Tuh pada di podium VIP diatas."
Radhi hanya bisa tertawa saat mengingat wajah bingung Charles saat menabrak dirinya hanya sekitar 50 meter dari garis finish.
"Kayaknya si McGregor naksir kamu deh Raine" ucap Radhi.
"Biarin saja, hak dia naksir. Tapi kalau dengan begitu bikin dia tidak fokus, kamu bisa juara dunia lagi kan?" cengir Raine.
"Jangan sering-sering, MO kamu nanti akan ketahuan. Tadi kamu ngapain sampai membuat si McGregor meleng?"
"Aku tadi datang ke Paddock saat kamu masuk lap terakhir dan menyapa Jean Dupont. Dan jujur aku tidak tahu kalian masih saling salip menyalip karena perasaan aku tahu kamu nomor dua."
"Yang jelas Raine, kamu memang bikin rusuh!" Radhi memeluk adiknya.
"Radhiiii! Keringat!" protes Raine.
Radhi tertawa sambil mencium pipi kembarannya.
***
Acara After party yang diadakan ternyata di lewatkan oleh Radhi Blair. Pria itu lebih memilih bersama dengan keluarganya karena sang Opa dikabarkan sedang tidak enak badan jadi Radhi memilih menemani Aidan di kediaman keluarga Blair.
Charles yang celingukan mencari Radhi dan Raine merasa bingung kenapa duo Blair itu tidak tampak batang hidungnya.
"Cari siapa McGregor?" tanya Gerald.
"Radhi. Kemana dia?"
"Tadi usai balapan, mendapatkan kabar kalau Opanya sesak nafas jadi minta ijin ke ketua panitia untuk tidak bisa ikut after party. Dia di kediaman keluarga Blair" jawab Gerald yang sudah empat tahun ini menjadi partner Radhi jadi hapal keluarga besarnya.
"Opanya? Siapa?"
"Aidan Blair."
"Chef terkenal itu?" tanya Charles.
"Yup. Makanya Radhi buru-buru pulang tadi."
"Apakah tadi ada Raine?" tanya Charles sambil menenggak juicenya.
Gerald menaikkan sebelah alisnya. "Jadi gara-gara kamu melihat ada Raine, kamu tabrak Radhi?"
Charles hanya melengos.
"Iya, ada Raine. Puas kamu?" kekeh Gerald. "Dan sekarang Raine di rumah keluarga Blair. Apa kamu akan menyusul nya kesana? Aku yakin, Radhi akan menghajarmu lagi karena kamu dua kali membuat mobilnya rusak!"
"What?! Kenyataan kan? Kamu Meleng karena melihat Raine di Paddock!"
Charles hanya menatap ke arah lain.
"Kalau kamu naksir Raine, akan sulit jalan mu, McGregor. Radhi pasti menolak mentah-mentah keinginan kamu meskipun dia tahu kamu naksir saudara kembarnya."
Charles hanya tersenyum. "Akan aku cari cara supaya Radhi tidak menghalangi jalanku, Ford."
Gerald hanya menggelengkan kepalanya.
***
Kediaman Keluarga Blair...
Aidan tersenyum saat dua cucu kembarnya datang membesuk dirinya. Tadi usai menyaksikan perlombaan cucunya, dia merasakan dadanya sedikit sesak hingga harus segera pulang ke London dan dokter pribadi keluarga Blair datang ke rumah. Setelah diberikan bantuan oksigen, Aidan bisa bernafas lagi dan hasil pemeriksaan mengalami gangguan bersendawa hingga gas nya menumpuk di lambung.
"Opa kan tidak suka minuman bersoda apalagi sudah berumur begini" ucap Aidan yang sekarang duduk di sofa ruang tengah dengan diapit Radhi dan Raine.
"Jadi tadi opa terpaksa minum soda?" tanya Raine.
"Yup. Opa minum sprite tadi dan naganya keluar semua" senyum Aidan. "Ternyata obatnya simpel. Tapi Opa menyediakan soda kalau kejadian seperti terulang lagi. Semoga tidak deh..."
Raine mengelus tangan Opanya yang sudah tampak keriput. "Jangan sakit ya Opa. Nanti Raine bingung."
Aidan merangkul bahu cucu perempuannya. "Doain opa sehat terus."
"Aamiin." Radhi dan Raine berucap bersamaan.
"Radhi, tadi itu gimana kok bisa ditabrak Charles?" tanya Thara yang datang bersama pelayan sambil membawakan makan malam. Aidan ingin semua makan di ruang tengah alih-alih di ruang makan.
"Kayaknya si McGregor meleng lihat Raine di Paddock jadi nabrak aku deh ... Keseret lah sama mobilku jadi juara dua tiga karena garis finish tinggal 50 meter lagi" jawab Radhi yang berbinar melihat makan malam mereka. "Nasi Padang, Oma?"
"Hu um. Khusus kamu dan Raine. Mas Ai, ayam goreng dan sayur buncis saja ya?" senyum Thara. "Ingat kolesterol, tadi sudah sebah kan perutnya gara-gara tidak bisa bersendawa."
"Tapi suapin ya?" pinta Aidan manja membuat kedua cucunya terbahak.
"Ya Allah Opaaa... Kagak ingat umur?" goda Raine.
"Justru semakin tua itu harus semakin manja karena dengan begitu membuat kita semakin dekat, Raine. Kan kita tidak tahu kapan dipanggil. Jadi opa dan Oma berusaha menikmati waktu dengan semaksimal mungkin" jawab Aidan yang membuat Radhi dan Raine yang sedang makan terdiam.
Memang opa dan Omanya sudah sepuh tapi mendengar ucapan Aidan, membuat keduanya merinding.
"Opa, tunggu kita berdua sampai menikah ya? Aku ingin seperti sepupu ku menikah dengan ditemani opa dan Omanya" pinta Raine.
"Memang kamu sudah punya calon?" tanya Thara.
"Belum Oma. Doanya saja..."
"Raine kan ditaksir Charlie McGregor" celetuk Radhi.
"Iyakah? Apa mau merger antara McGregor dan Blair?" goda Aidan.
"Nooooo!" seru Radhi dan Raine bersamaan.
Aidan dan Thara hanya tertawa mendengar ucapan kedua cucunya.
***
Sementara itu, di depan kediaman Keluarga Blair, terparkir sebuah mobil Mercedes perak sembari mengawasi rumah khas Inggris itu.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️