
Istana Al Azzam Dubai UAE
Radhi dan Raine berada di halaman belakang usai melaksanakan sholat isya berjamaah. Damian sedang bersama Direndra di ruang kerja dan tadi di meja makan, tampak tingkat ketegangan antara dua ayah dan anak itu meninggi.
"Mas Dam kenapa ya Rad?" tanya Raine sembari mengemil popcorn ditemani anjing pom nya, Cupid.
"Nggak tahu. Tapi lihat wajah mas Dam, tampaknya menahan amuk. Memangnya ada masalah di perusahaan?" balas Radhi sambil mengambil popcorn di mangkuk besar yang dipegang Raine.
"Nggak ada Rad. Aku tadi kan di kantor dan semua aman-aman saja tapi habis itu kan aku pulang makan siang terus nggak balik kantor lagi."
Radhi memasukkan popcorn ke mulutnya. "Sepertinya ada masalah besar deh melihat wajah Oom Rendra juga tampak dingin sampai Tante Raana juga sepertinya menahan emosi."
"Apakah kasus Hongkong masih berlanjut?! Kan sudah hampir dua tahun lalu kan Rad? Kita kan juga sudah tidak diawasi agen federal" gumam Raine.
"Nggak lah. Kasus Hongkong sudah selesai. Larangan keluarga kita masuk Hongkong juga sudah dicabut." Radhi menatap adiknya serius.
"Masalah apa ya?"
"Apa ada yang komplain dengan untanya mas Dam?" Radhi dan Raine tahu Damian memiliki peternakan unta dan kakak sepupu mereka menjual hewan itu ke seluruh dunia.
"Mungkin..."
PYAAARRR!
Suara kaca pecah membuat Radhi dan Raine terkejut begitu juga dengan anjing pom Raine yang langsung menggonggong heboh.
Kedua saudara kembar itu melihat Damian melemparkan gelas ke pohon Palm yang ada di halaman belakang. Wajah putra tunggal Direndra dan Raana tampak emosi, berasa hendak memakan orang.
"AAAARRRGGHHHH!" teriak Damian.
"Mas Dam? Ada apa?" tanya Raine bingung, begitu juga Radhi yang langsung menghampiri kakaknya.
"Mas?" Radhi menatap wajah Damian yang sangat emosional hingga nyaris menangis. Damian adalah pria yang kuat tapi jika wajahnya sudah seperti itu, Radhi dan Raine tahu, pria itu sudah sampai batas kesabarannya.
Damian memeluk Radhi erat dan adiknya itu merasakan bagaimana tubuh kakaknya bergetar.
"Mas Dam... Apa ada masalah di perusahaan?" Radhi bertanya ke kakak nya.
Damian menggelengkan kepalanya. Pria bertinggi 187cm itu hanya memeluk Radhi membuat dua saudara kembar itu bingung.
***
"Menikah? Menikah?" seru si kembar melihat wajah mendung Damian. "Sama siapa?"
"Reema."
Radhi dan Raine melongo. "Reema Al Salman?" ucap Raine. "Kok bisa?"
"Reema meminta ayahnya untuk melamar aku menjadi suaminya."
"Memangnya boleh ya cewek melamar cowok?" tanya Radhi yang dijawab dengan Raine mengedikkan bahunya.
"Tapi apa alasannya? Bagaimana bisa Reema minta mas Damian jadi suaminya?" Raine lalu terdiam. "Ya Allah... Reema beneran melakukannya."
"Melakukan apa Raine?" tanya Damian.
"Reema sempat bilang akan mengikat mas Damian... Tidak disangka serius..." jawab Raine.
Mata hijau Damian berkilat marah. "Jadi begitu?"
"Apa Oom Rendra mendapatkan tekanan dari Raja Bahrain?" tanya Radhi.
Damian mengangguk. Radhi dan Raine hanya saling berpandangan. Sudah kuduga.
"Apa mas Dam akan menerima permintaan itu?"
"Harus Rad karena bisa berpengaruh dengan nama Daddy dan Al Azzam."
"Mas, Reema sudah suka sama mas dari junior high..."
"Tapi tidak memakai kekuasaan papanya buat mengikat aku Raine! Aku tidak cinta Reema!"
"Siapa tahu witing tresno jalaran Seko kulino ( menjadi cinta karena terbiasa ) bisa terjadi di mas. Macam Kalila sama Alexander?"
"Mas, aku tahu kamu kecewa tapi aku mohon, jangan sakiti Reema."
"Tapi dia sudah menyakiti aku, Raine. Dan sampai kapanpun, aku tidak akan bisa menerima dia!"
Radhi dan Raine hanya bisa menghela nafas panjang.
Reema cari penyakit!
***
Raine menatap langit kota Dubai dari balkon kamarnya. Tadi dirinya mendengar kalau Damian menyetujui pernikahan yang diajukan raja Bahrain dengan syarat tidak tinggal di istana Al Azzam usai menikah melainkan di rumah sendiri.
Gadis itu tahu Damian memang tidak tertarik dengan Reema karena sifat manja dan cengeng Reema waktu remaja. Tapi Reema sudah berubah banyak dan sekarang kiprahnya hingga ke dunia. Harusnya mas Damian bangga melihat bagaimana cerdasnya Reema.
Raine pun mengambil ponselnya dan menelpon Reema, tidak perduli ini sudah malam. Deringan ketiga, Raine bisa mendengar suara sahabatnya.
"Iya Raine. Kalau kamu menelpon untuk menasehati aku, please don't!" ucap Reema.
"Reema, bagaimana pun aku harus mengatakannya! Aku dan kamu sudah bersahabat dari kecil. Sahabat yang baik adalah yang memberikan nasehat dan Omelan... What the hell are you doing? Apa kamu sudah siap semuanya? Mas Damian..."
"Aku akan bisa meluluhkan hati Damian, Raine..."
"Tidak semudah itu, Reem. Dengar, aku yang serumah dengan mas Dam. Aku tahu sifatnya kalau sudah tersinggung, dia tidak akan pernah menganggap orang itu. Dan kamu sudah membuatnya marah..."
"Raine, batu karang saja bisa terkikis lama-lama jika kena air. Begitu juga dengan Damian. Dia akan lama-lama bisa menerima aku."
"Kamu cari masalah Reema!"
"Raine, aku tidak mau pria lain untuk menjadi suamiku, hanya Damian Blair lah mauku!"
Raine mengusap wajahnya kesal. "Reem, apa kamu yakin? Kamu terlalu memaksakan diri... Mas Dam..."
"Raine, aku sudah siap dengan semua konsekuensinya. Aku yakin, Damian akan menjadi imam yang baik buatku..."
"Obsesimu bisa membuatmu sakit hati... Jangan bilang aku belum memperingatkan kamu. Dan saranku, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kamu inginkan, batalkan!" ucap Raine.
"No Raine! Tidak akan aku batalkan!"
"Kamu keras kepala!"
"Butuh keras kepala dan tekad kuat demi mendapatkan apa yang kamu inginkan, Raine."
Raine hanya bisa terdiam. Astaghfirullah Al Adzim.
***
Cerita Damian dan Reema akan ada di novel mereka sendiri ya. Insyaallah akhir bulan ini.
Burberry nya :
Reema Al Salman sudah jatuh cinta dengan Damian Blair sejak masih junior high school tapi Damian mengacuhkan dirinya. Menginjak dewasa, perasaan Reema tidak pernah hilang dan Damian tetap tidak tertarik. Dengan berbagai cara akhirnya Reema bisa membuat Damian menikahinya. Tapi bayangan pernikahan yang diidamkannya ternyata tidak sesuai dengan harapan apalagi Damian merasa dirinya dipaksa menikahi Reema. Kehidupan rumah tangga mereka bagaikan mati segan hidup tak mau...hingga akhirnya Reema memilih pergi.
Ditunggu, hanya di Noveltoon.
( Klan Pratomo tidak ada di PF lain, hanya ada di Noveltoon. Jika ada yang membaca atau menemukan plagiat karya aku di PF lain, tolong aku dikasih tahu agar bisa di take down ).
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Sorry terlambat up nya karena harusnya tadi malam.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️