Love In Race

Love In Race
Salah Makan



Butik Morr Dubai


Radhi tiba di rumah butik Morr di sebuah pusat perbelanjaan elite yang memang tempatnya barang-barang branded baik yang silent maupun yang tidak. Seperti biasa, Bassam Hussain bersama dua pengawalnya mendampingi Radhi.


Charlotte yang sedang berdiskusi dengan Raffa dan manager butik, menoleh saat melihat pria itu datang bersama dengan pengawalnya.


"Assalamualaikum" sapa Radhi ke semua orang disana.


"Wa'alaikum salam. Mr Blair, senang anda bisa datang kemari" sapa Zakwan Alman, brand manager Butik Morr area Dubai dan Arab Saudi.


Radhi bersalaman dengan semua orang dan tersenyum ke Charlotte yang membalas dengan senyuman juga.


"Nah, karena brand ambassador nya sudah datang, kita mulai membicarakan konsep pemotretan dan acara launching besok malam" ucap Raffa Moretti. Mereka semua pun masuk ke dalam ruang meeting dan mulai berdiskusi.


***


Acara pemotretan


Charlotte dengan telaten membantu Radhi dalam mengenakan dasi agar tetap rapi sesuai standar Morr.


"Aku bisa memasang dasiku sendiri Charlotte" senyum Radhi ke arah gadis yang masih berkutat dengan dasi warna biru tua dengan motif khas Morr secara tersamar.


"Ada standarnya Radhi" senyum Charlotte McGregor. "Ya, sudah!"



Charlotte McGregor



Radhi Blair.


"Aku harus pose biasa?" tanya Radhi yang memang tidak asing dengan acara pemotretan karena sudah terbiasa dibawah spotlight sejak usianya sepuluh tahun semenjak masuk dunia balapan gokart.


"Pose khas Radhi saja lah. Kan kamu ada signature pose tersendiri" senyum Charlotte.


Radhi terpana dengan wajah cantik adik Charles McGregor itu. Masa iya aku tertarik dengan Charlotte?! Secara dia kan adik si reseh itu tapi ... Charlotte berbeda dengan kakaknya sih.


"Ehem! Signature pose?" tanya Radhi bingung.


"Kamu kan ada ciri khas tersendiri di setiap foto - foto kamu baik bersama Ferarri atau acara gala dinner."


"Kamu memperhatikan sampai segitunya?" Radhi menatap Charlotte tidak percaya. Saat ini mereka sudah berada di set pemotretan dan Charlotte bertugas sebagai penanggung jawab atas semuanya.


"Sudah menjadi tugas saya, Mr Blair" jawab Charlotte manis membuat Radhi tertawa.


"Kamu tuh..." kekeh Radhi.


"Saya kenapa Radhi?"


"Lucu!" jawab Radhi sambil berdiri di depan backdrop pemotretan.


Charlotte tertawa mendengar ucapan pembalap tampan itu. "Aku bukan badut, Mr Blair" tawa gadis itu.


"No, tapi kamu wanita cantik yang lucu" senyum Radhi sambil tersenyum saat Blitz kamera menimpa wajahnya.


"Radhi Blair, apakah kamu sedang merayuku?" gelak Charlotte.


"Bagaimana kalau iya?" balas Radhi serius. "Kita makan malam ya nanti?"


Charlotte melongo. "Oh my God! Radhi!" pekik gadis itu gemas sedangkan Radhi tertawa terbahak-bahak.


***


AJ Corp Dubai


Raine sedang bekerja di depan iMac nya ketika sekretarisnya mengetuk pintunya.


"Miss Blair" panggil Hamidah, sekretarisnya.


"Yes Hamidah?" jawab Raine tanpa menoleh ke arah pintu.


"Ada yang mencari anda."


"Siapa?"


"Aku, sayang."


"Hamidah, kamu bisa tinggalkan kami" senyum Raine ke arah sekretaris nya.


"Baik Miss Blair." Hamidah pun undur diri dan menutup ruang kerja Raine meninggalkan Bossnya dengan pria bule yang dia ketahui adalah salah satu pembalap F1 rival Radhi Blair.


Raine menatap dingin ke Charles yang tersenyum kepadanya.


"Roses are red, Violet is blue, don't be mad because I love you..." rayu Charles memberikan buket bunga mawar pink ke Raine yang menerimanya dengan setengah hati meskipun dirinya terkejut bagaimana pria satu ini tahu dirinya suka mawar pink.


"Kamu habis makan apa pagi-pagi merayu gombal?" tanya Raine sambil berdiri dan meletakkan buket mawar indah itu di meja kecil tempat foto-foto keluarganya disana.



"Aku? Aku habis sarapan di hotel dan perlu aku sebutkan apa saja menuku tadi?" tanya Charles sambil tersenyum dan duduk di sofa empuk ruang kerja Raine.


"Pasti kamu membuat daftarnya" balas Raine.


"Ah! Kamu benar sekali sayangku! Ternyata memang kamu sangat pengertian!" kekeh Charles sambil mengambil selembar kertas dari saku jasnya dan membukanya.


Raine melongo tidak percaya pria satu ini benar-benar membuktikan kalau dia membuat daftar makanan nya. "Seriously?"


"Way serious Raine. Sama seriusnya aku mengejar dirimu. Aku sudah jatuh cinta setengah mati padamu, Raine dan aku sudah mantap dengan mu. Dengar, aku selalu berdoa setiap malam untuk diberikan petunjuk siapa jodoh aku dimasa depan... Aku meminta wanita yang mampu membuat duniaku bewarna, wanita yang tangguh, wanita yang membuat aku tidak bisa berpaling... Dan saat pertama kali aku melihat mu... Aku tahu bahwa wanita itu adalah kamu. Bagaimana bisa aku bilang begitu karena sejak itu aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku darimu, Raine." Charles menatap Raine serius yang berdiri di hadapannya sedangkan pria itu duduk di sofa.


Raine lalu menghampiri Charles dan memegang keningnya dengan punggung tangannya. "Apakah kamu yakin tidak salah posisi tidur? Kenapa tiba-tiba pagi ini kamu datang ke kantorku dan langsung menyatakan perasaan kamu tanpa tendeng aling-aling begini?"


Charles memegang tangan Raine. "Karena aku tidak mau kehilangan kamu. Tahu sendiri kan Oom Alaric bagaimana posesif nya denganmu sebagai anak perempuan satu-satunya? Aku sangat mencintaimu Raine. Jujur! Sumpah Pramuka!"


"Kamu tidak pernah ikut Pramuka, McGregor!"


"Kok tahu?" cengir Charles.


"Karena kamu tidak ada potongan suka ikut pramuka!" balas Raine judes.


"Aku suka kalau kamu judes begini. Tambah cantik..." rayu Charles lagi.


"Astaghfirullah!" Raine hendak kembali ke kursinya tapi Charles menahan tangannya.


"Raine, apa kamu tidak ada perasaan sedikitpun padaku?" Mata biru Charles menatap mata hazel kehijauan Raine.


Raine pun menghadap Charles. "Aku bukan wanita yang dengan mudahnya jatuh cinta dengan seorang pria terutama yang memberikan kesan pertama tidak menyenangkan."


"Akan aku buat kamu mencintaiku seperti aku mencintaimu, Raine."


Raine mendekatkan wajahnya ke Charles. "Good luck for that ( semoga beruntung )."


Charles mencium hidung Raine sekilas. "Tentu saja Raine. Terimakasih atas doanya."


Raine menatap judes ke Charles lalu menyentakan tangannya yang dipegang pria itu.


"Kamu nggak ada acara?" tanya Raine sambil duduk di kursinya dan melanjutkan pekerjaannya.


"Nope. Aku menganggur."


"Kenapa tidak ke Charlotte. Kan dia ada di Dubai bersama bang Raffa Moretti."


"Nope. Lottie sudah sibuk dengan Radhi. Alamat gegeran nanti kalau aku kesana. Lebih baik aku disini saja menemani kamu bekerja. Adil kan? Radhi dengan Charlotte, aku denganmu? So, Raine... Bagaimana kalau kita double wedding?! Toh Keluarga nya cuma itu-itu saja. Mertua juga sama? Biar sekalian reportnya?" Charles menatap Raine serius.


"Are you kidding me ( kamu BERCANDA )?" Raine melotot ke arah Charles.


"No. Aku serius akan hal ini, Raine. Semoga kembaranmu jatuh cinta dengan adikku." Wajah Charles tidak ada raut jahil atau apapun membuat Raine mengerenyitkan alisnya.


Fix! Ada yang salah makan pagi-pagi!



Charles McGregor


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️