Love In Race

Love In Race
Pria Itu Pemburu, Raine



Cafetaria AJ Corp Dubai UAE


Charles menatap Gasendra dan Raine bergantian karena bingung melihat sikap Damian yang tiba-tiba pergi. Apalagi wajah pria itu tampak ingin membunuh seseorang yang membuat Charles penasaran.


"Damian kenapa Sendra?" tanya Charles bingung.


"Panjang ceritanya Charles..." jawab Gasendra yang sudah menikah dengan Gemma Bernardi.


"Apakah Damian baik-baik saja?"


Raine memegang tangan Charles. "Makan dulu, nanti aku ceritakan."


Charles menatap tangannya yang dipegang Raine. Jujur ini kali pertama gadis itu melakukan kontak fisik inisiatif dirinya sendiri. Charles pun mengangguk dan melanjutkan makannya.


***


Ruang Kerja Raine Blair


Charles mengikuti Raine masuk ke dalam ruang kerjanya sambil membawa kopi dan beberapa camilan. Pria bermata biru itu memang tidak bisa lepas dari yang namanya camilan. Raine hanya melirik judes melihat Charles membawa paper bag berisikan camilan yang dibelinya tadi di cafetaria.


"Astagaaa, kamu tukang ngemil ya McGregor?" celetuk Raine.


"Hei, kami pembalap butuh banyak asupan gula, nutrisi dan kudapan..." jawab Charles.


"Dan aku tidak heran jika badanmu masih bagus karena habis ini pasti ke gym" senyum Raine.


"Kamu mau lihat perut kotak-kotak aku?" goda Charles. "Biar kamu bandingkan dengan perut Radhi."


"Haaaaahhh? Nggak usah!" seru Raine panik.


"Eh nggak papa... Apa kamu mau saat kita menikah nanti lihatnya?" Charles mendekati Raine. "Aku buka sekarang saja?"


"McGregor! Apa kata Daddy kalau tahu kamu buka baju disini!"


"Paling diseret ke mesjid untuk dinikahkan..." jawab Charles kalem.


Raine menoyor dahi Charles. "Sembarangan! Yang ada Daddy dan Radhi menghajar kamu!"


Charles terbahak lalu kembali ke kursi depan meja kerja Raine. "So Darling, apa yang terjadi pada Damian?"


Raine pun duduk di kursinya. "Mas Damian dipaksa menikahi Reema Al Salman."


Charles tampak harus merecall ingatannya. "Putri Emir Bahrain? Yang kita bertemu itu? Tapi Dam tidak tertarik dengan Reema. Aku bisa melihat dari bahasa tubuhnya."


"Itulah! Mas Damian memang tidak pernah tertarik dengan Reema meskipun kami sudah berteman dari kecil. Reema memang naksir mas Dam dari remaja dan aku tidak menyangka sahabat aku mampu memaksa ayahnya menekan Oom Direndra agar mau menikahkan mas Dam dengan Reema."


"Bisnis berusia puluhan tahun. Hal itu yang tidak bisa ditolak Oom Direndra karena tidak hanya bisa menjadi keributan antara Emir tapi juga kekuasaan Bahrain jauh diatas The Blair. Kita bicarakan soal negara, McGregor. Dan kami hanya keluarga di Dubai."


"Tapi itu bagaikan mengirimkan Damian ke guillotine ( tempat pancung )! Apa Reema tidak berpikir bahwa kehidupan pernikahan mereka akan seperti apa?" tanya Charles gusar. "Secinta-cintanya aku padamu Raine, aku akan mendekati kamu pelan-pelan. Karena aku ingin kita menikah dengan ada cinta didalamnya..."


"Tapi aku dan kamu..."


"Kamu pasti sudah ada perasaan padaku, Raine. Kalau tidak, kamu tidak akan bercerita padaku soal Damian. Kamu pasti sudah menendang pantatku dan mengusir aku dari sini. Kamu bisa bercerita soal Damian karena kamu percaya padaku, Raine. Jika kamu sudah percaya, insyaallah rasa itu akan lebih berkembang. Aku percaya padamu, kamu percaya padaku dan sisanya akan mengikuti..." Charles menatap Raine. "Sekarang tanyakan apa isi hatimu? Kamu percaya padaku kan Raine ? Secara yang kamu ceritakan itu adalah kondisi keluarga internal kamu yang tidak semua orang harus tahu! Aku tahu bagaimana keluarga kalian sangat menutupi jika tidak fatal. Macam peristiwa Hongkong. Semua orang tahu alasan dibalik kalian gegeran."


"Apa maksudmu McGregor?"


"Kalian tidak akan bertindak jika tidak ada alasan yang masuk akal dan memang harus dilakukan. Seperti Damian. Dia mempertaruhkan semuanya di meja judi karena Dam menyayangi Oom Direndra dan Al Azzam meskipun harus mengorbankan dirinya. Dalam perjalanan nya nanti ada chance 50-50. Damian bisa menerima pernikahan itu atau tidak."


"Aku sudah bilang pada Reema untuk membatalkan rencananya tapi dia tetap ngeyel dan keras kemauannya. Bagi aku, Reema berubah menjadi gadis yang egois dan di keluarga aku ego itu harus menjadi nomor dua...


"Raine, jika orang sudah jatuh cinta, semua cara akan dilakukan macam aku ke kamu..."


"Tapi tidak dengan memaksakan McGregor. Aku tahu kamu jatuh cinta padaku tapi kamu tidak memaksakan aku harus menikah denganmu sekarang!"


"Sejujurnya aku sudah berpikir akan hal itu tapi apa kita akan berbahagia nanti? Aku ingin kita menyelaraskan perasaan kita macam old fashion. Aku ingin kamu jatuh cinta denganku secara alami... Raine, aku rasa Damian sudah memiliki rencana sendiri..." Charles menatap Raine serius.


"Mengapa kamu bisa berkata seperti itu?" tanya Raine.


"Karena jika aku berada di posisi Damian, aku akan membuat rencana ABCD agar bisa terbebaskan dari nikah paksa yang tidak diinginkan" jawab Charles tegas. "Lagipula seorang McGregor dan Blair memiliki sifat yang sama. Kami yang maju, kami yang agresif, bukan wanitanya!"


Raine tercenung mendengar ucapan Charles. Dia teringat bagaimana Damian menjadi pihak yang pasif sedangkan Emily, mantan pacarnya yang agresif. Damian tampak tidak nyaman dengan wanita yang sering lupa akan kodratnya. Pria lah yang mengejar, bukan wanita meskipun jaman sekarang agak sulit tapi Charles dan Damian sama-sama didikan old fashion.


"Pria itu adalah seorang pemburu Raine, dan itu sudah instingnya" ucap Charles lagi.


Raine hanya mengangguk membenarkan ucapan Charles mengingat bagaimana ipar-iparnya yang pria mengejar saudara perempuannya.


Duh semoga mas Damian bisa membatalkan pernikahan itu.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️