Love In Race

Love In Race
Kedatangan Zinnia



Ruang Kerja Raine, Dubai UAE


Raine bergegas menuju ruang kerjanya dan melihat seorang wanita cantik bertubuh sintal dengan rambut hitam tergerai indah, sedang menikmati pemandangan kota Dubai. dari kaca jendela.


"Mbak Zee!" seru Raine membuat wanita itu berbalik.


"Halo sayang" senyum Zinnia sambil memeluk dan mencium pipi Raine. "Apa kabar?"


"Baik. Mbak Zee sama siapa? Mana Jasmine dan Sarah? Anak-anak?" Raine celingukan mencari dua asisten Zinnia dan keponakannya.


"Mereka sama Jasmine di rumah papa. Aku datang bersama Sarah dan pengawal tapi aku suruh tunggu di lobby." Zinnia duduk di sofa ruang kerja Raine.


"Mbak mau minum apa?" tawar Raine sambil menuju kulkas di ruangannya.


"Ada air mineral? Atau juice?"


"Ada semua. Aku ambil dua-duanya?"


"No, air mineral aja"


Raine mengambil dua botol air dan berjalan menuju sofa lalu duduk berdua Zinnia seraya menyerahkan botol air mineral.


"Ada apa mbak Zee kemari?"


"Raine, ada apa antara Reema dan Damian?" tanya Zinnia tanpa basa basi.


Raine melongo. "Mbak Zee, apa yang mbak Zee dengar?"


"Tiga hari lalu, Sean dan aku kedatangan Raja Bahrain Al Salman dan putrinya Reema. Aku kenal Reema, siapa yang tidak kenal anak itu bukan? Dan Reema dengan bahagianya mengatakan akan menikahi Damian. Apakah benar?"


Raine menghela nafas panjang. "Damn it Reema!"


"Ada apa Raine? Mbak Zee tentu saja kaget, begitu juga Sean... Raine, Benar?"


Raine menatap wajah cantik ibu tiga anak itu. "Mbak, Mbak Zee tahu kan bagaimana Reema dulu ngejar - ngejar mas Damian? Jaman masih junior high?"


"Mbak Zee tahu dari Kalila dan Garvita sih. Waktu itu mbak Zee mengira cinta monyet masa remaja yang akan hilang seiring dengan waktu. Terus?"


"Radhi kan balapan di Bahrain dan kami semua sellau datang kalau dekat-dekat Dubai. Nah biasanya, Reema tidak pernah datang karena kesibukannya di PBB. Kemarin dia datang dan bertemu dengan kami dan mas Dam. Rupanya sekian lama, tetap saja Reema suka sama mas Dam. Kalau boleh aku bilang, sudah obsesi. Aku sudah memperingatkan Reema, mbak. Dia tidak tahu bagaimana sifat sebenarnya mas Damian! Mas Damian bukan tipe orang yang suka dipaksa dan dijebak. Dia melihat mbak Mintang bagaimana tapi sekarang dia yang kena!"


Zinnia mendengarkan Omelan Raine dengan serius.


"Apakah Reema memakai kekuasaan ayahnya?"


Raine mengangguk. "Oom Direndra tidak bisa menolaknya."


"Apa itu?"


"Aku nggak tahu mbak." Raine memegang tangan Zinnia. "Mbak, please. Aku kasihan dengan mas Damian. Dia terpaksa harus mau menikah dengan Reema padahal mas Damian tidak menyukai Reema."


"Apa alasannya Damian tidak mau dengan Reema?"


"Dia dari dulu memang manja, dikit-dikit nangis. Dimarahi mas Damian, mewek kejer. Mas Damian ya ilfil lah!"


Zinnia mengangguk karena tahu bagaimana sifat Damian yang 11-12 dengan adiknya, Gasendra yang tidak suka cewek manja dan cengeng. Tak heran jika Gasendra jatuh cinta dengan Gemma Bernardi yang dikenal tangguh dan tahan banting. Mungkin karena semua pria keturunan Pratomo terbiasa melihat wanita-wanita tangguh dan badass, jadi panutannya ya macam Oma, mommy, Tante atau pun sepupunya.


Gadis cengeng, manja dan drama queen, tidak dilirik oleh mereka.


"Biar nanti mbak Zee ngomong dengan Reema. Kebetulan kami kan juga ada kunjungan balasan ke Bahrain tiga hari lagi. Dan mbak Zee ke Dubai kan juga karena papa kangen trio cucunya."


"Duh jadi kangen sama triple A..."


"Kamu datang saja nanti sore ke Al Jordan."


"Of course lah..." Keduanya menoleh saat ponsel Raine berbunyi. Gadis itu hanya melengos saat tahu siapa yang menelpon.


"Apa McGregor?" sapa Raine tanpa basa basi dan sopan santun membuat Zinnia mendelik.


"Kamu tidak ke sirkuit?" tanya Charles McGregor yang suaranya terdengar di ruang kerja Raine karena di loud speaker.


"Siapa Raine? Cowok ya?"


Tak lama terdengar suara ketukan dan tampak Sean disana sambil tersenyum.


"Halo Raine. Apa kabar?" sapa Sean sambil menghampiri Zinnia dan mencium istrinya. Tentu saja suara kecupan itu terdengar oleh Charles McGregor.


"Raine! Siapa pria itu yang berani mencium kamu!" bentak Charles McGregor tidak terima dan terdengar sangat cemburu.


Sean dan Zinnia melongo tapi keduanya sepakat untuk mengerjai Charles. "Your boyfriend" ucap Zinnia tanpa suara sedangkan Sean sudah tertawa tanpa suara.


"He's my boyfriend, McGregor!"


"Liar ( pembohong )!"


Sean menuliskan sesuatu diatas kertas dan memberikan kepada Raine.


"I'm not lying ( aku nggak bohong ). Kamu datang saja nanti jam makan malam ke istana Al Jordan."


"Kenapa aku harus ke Al Jordan?"


Zinnia dan Sean kompak memberitahukan ke Raine.


"Karena disana, kamu akan tahu siapa dia" seringai Raine, setelahnya gadis itu mematikan ponselnya.


Zinnia dan Sean tertawa terbahak-bahak. "Duh gemas deh!"


"Bang Sean, kalau dia tahu gimana?" tanya Raine.


"Biarin saja. Pingsan, pingsan deh!" kekeh Sean.


"Lho bang Sean habis dari mana sih?" tanya Raine bingung.


"Ketemu dengan Oom Direndra, Oom Alaric dan Damian. Biasa membahas macam-macam. Sekali-kali aku ingin menjadi rakyat biasa dan menikmati bertemu dengan saudara tanpa protokoler."


"Kalian sudah tidak diawasi oleh agen federal kan?" tanya Raine mengingat dua tahun terakhir ini mereka semua diawasi oleh agen federal akibat kejadian berdarah di Hongkong. ( Baca Jayde dan Wira Stories ).


"Kayaknya kok udah nggak. Mereka capek kayaknya melihat kita adem ayem" senyum Sean sambil memeluk Zinnia dari belakang.


Raine sudah terbiasa melihat bagaimana bucinnya seorang Sean Léopold ke Zinnia Hadiyanto Schumacher, tetap santai saja melihat keduanya. Soalnya Pak Alaric pun sama saja dengan Bu Nura.


"Syukurlah kalau sudah tidak diawasi."


"Memangnya kamu juga Raine?" tanya Zinnia.


"Aku dan Radhi sih Alhamdulillah nggak karena mereka tahu kami berdua nggak ada baik di Hongkong maupun Singapura" jawab Raine.


"Yang penting sekarang adalah kita menikmati hidup,. cukuplah gegerannya dan move on." Sean mecium pipi Zinnia.


"Exactly!" sahut Raine.


***



Siapa kangen Sean dan Zee? Bisa baca The Prince and I


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️