
Istana Al Azzam Dubai UAE
Keluarga besar Blair yang tinggal di istana Al Azzam menunggu kedatangan Charles McGregor dan managernya Adam Brown. Radhi memasang wajah kesalnya membuat Alaric menegur putra sulungnya.
"Rad, jangan cemberut gitu lah" ucap Alaric ke putranya yang memiliki wajah mirip dengannya.
"Gimana aku nggak jengkel ! Si McGregor dengan santainya minta ke mas Damian diundang makan malam!" sungut Radhi.
"Kan bagus dia berani datang ke Lion's Den. Kita itu logo keluarga itu Singa, Rad. McGregor logonya adalah singa hampir mirip dengan kita. Hanya McCloud yang logonya berupa Rajawali dengan desain emas" ucap Direndra.
"Sama- sama singa tapi beda desain" timpal Damian.
Logo keluarga Blair
"Memang paling keren punya keluarga Blair" celetuk Raine membuat para pria Blair menoleh ke arah gadis cantik yang mengenakan baju santai untuk makan malam.
Raine Blair
"Kamu santai banget Raine" goda Damian. "Calon suami tuh yang mau datang."
Alaric, Radhi dan Raine langsung menatap judes ke Damian yang hanya tertawa tanpa dosa.
"Enak saja kamu bilang begitu !" hardik Alaric. "Dia harus lolos ujian ala keluarga Blair!"
"Oh Astagaaa... kalian itu" kekeh Direndra. "Charles berani meminta bertemu dengan kita saja itu sudah kejutan tersendiri, dik."
"Tapi mas, Raine masih kecil!!" rengek Alaric yang tetap saja tidak hilang reognya kalau bersama dengan kakaknya. Alaric Blair adalah definisi gambaran anak bontot yang tidak hilang ciri khas nya meskipun sudah berusia hampir kepala lima.
"Dih Dad! Saingan sama Arsya" ejek Radhi ke ayahnya.
"Shut it, Rad!" balas Alaric judes. Kedua ayah dan anak yang bagaikan pinang dibelah dua itu saling menatap judes membuat Raine dan Damian melengos.
"Ampun deh!" gerutu Damian.
Kepala pelayan istana menghampiri keluarga Blair yang sedang ribut unfaedah seperti biasanya, untuk memberi tahukan bahwa Charles McGregor dan Adam Brown sudah datang.
Tak lama dua orang itu datang dan mereka bisa melihat tidak ada sambutan yang bersahabat dari keluarga Blair kecuali Damian dan Direndra yang berusaha bersikap sopan.
Hawa dingin terasa di tengkuk Charles McGregor. Apakah di Dubai ada salju dari Alaska? Dingin banget.
"Selamat datang di Istana Al Azzam, Charles, Adam. Apa kabar?" sapa Direndra ramah.
"Kabar baik Oom Direndra.Oom sehat kan?" balas Charles sopan.
"Alhamdulillah."
"Halo C" sapa Direndra sambil bersalaman. "Adam."
"Emir" sapa Adam mengangguk hormat.
"Oom Alaric, apa kabar?"
"Baik" balas Alaric pendek.
"Radhi."
"Charles."
Raine bisa melihat hawa permusuhan antara kedua pria itu hanya bisa berjalan diantara keduanya meninggalkan harum parfum di hidung Charles yang langsung berantakan membuat Radhi tersenyum smirk.
"Apa segitu dahsyatnya pengaruh Raine padamu, McGregor?" Radhi menatap tajam ke Charles.
"Memangnya kenapa?" tanya Charles tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Raine yang berjalan bersama Alaric dan Direndra menuju ruang makan.
"Hei! Lawan bicaramu disini, bukan kesana!" hardik Radhi kesal membuat Damian tertawa melihat interaksi keduanya.
"Aku tidak terbayang kalau akhirnya kalian menjadi ipar. Apa kalau kumpul keluarga baik McGregor maupun Blair, bakalan ribut terus macam Oom Hoshi dan Oom Bima" kekeh Damian.
"Yuk kita semua ke ruang makan. Dinner sudah siap." Damian pun berjalan meninggalkan kedua orang yang masih betah berseteru.
***
Raana dan Nura menyambut tamu mereka dengan wajah bersahabat membuat Charles dan Adam sedikit merasa nyaman meskipun dua orang yang memiliki wajah mirip menatap mereka, terutama Charles, judes tingkat dewa.
"Ayo duduk. Mas Alaric, Radhi, yang sopan dengan tamu" tegur Nura lembut tapi semua orang mendengar nada tegas disana.
Alaric dan Radhi melepaskan wajah judesnya begitu wanita berhijab yang sangat mereka cintai bertitah dan itu tidak lepas dari pengamatan Charles bagaimana kedua pria itu sangat menghormati istri dan ibu mereka.
"Charles, bagaimana latihannya?" tanya Raana sambil memberikan lauk ke Direndra.
"Alhamdulillah lancar..."
"Lancar selip lagi!" sahut Radhi sembari mengambil roti canai.
"Hah? Kamu kok hobi sih selip?" kekeh Damian. Jujur kedatangan Charles dan drama dengan Radhi, adalah mood booster pewaris Emir Al Azzam itu sebelum dirinya harus memenuhi permintaan pernikahan bisnis dan kekuasaan dengan Reema Al Salman, putri Emir Bahrain.
"Padahal aku nggak ada di sirkuit" celetuk Raine.
"Raine, kalau kamu disana, yakin dia bakalan menabrak!" seringai Radhi membuat Raine cekikikan dan Charles melotot judes.
"Radhi, nggak boleh bilang begitu" tegur Nura, yang berprofesi seorang dokter bedah.
Charles tersenyum penuh kemenangan karena Radhi ditegur oleh calon mama mertua. Dalam hati, Charles merasa geli sudah main claim Nura sebagai mama mertuanya. Harus bisa menjadi calon menantu kesayangan karena Nura tampak baik tapi tegas.
Radhi hanya melengos mendengar ibunya menegurnya dan Nura hanya bisa menggelengkan kepalanya karena gaya putranya plek ketiplek suaminya. Tidak perlu test DNA apalagi wajah mirip, sifat mirip, kelakuan apalagi!
"Charles, kata Nura, adikmu bekerja di butik Morr milik keluarga Moretti. Benar kah?" tanya Raana lembut seperti biasanya.
"Iya Tante Raana. Lottie eh ... Charlotte sekarang menjabat menjadi manager store butik Morr London" jawab Charles dengan nada bangga atas adiknya yang cantik itu.
"Apakah Charlotte akan datang perlombaan besok?" tanya Direndra.
"Sepertinya tidak Oom. Morr mau launching koleksi musim panasnya jadi Lottie bakalan sibuk. Kan Radhi jadi modelnya."
"So, besok Sabtu berarti kamu dan Radhi rebutan pole position?" tanya Damian.
"Yes. Besok penentuan pole position. Semoga saja aku bisa didepan Radhi" senyum Charles sambil menatap Radhi dengan ekspresi tidak mau ngalah.
"Tidak semudah itu McGregor!"
"Kita lihat saja besok Blair!"
BRAK!
"Stop you two! Kalau kalian mau berkelahi, ke Dojo sekarang juga!" bentak Raine yang lama-lama gemas dengan kerusuhan keduanya. "NOW!"
Charles dan Radhi terkejut melihat gadis itu berdiri sambil menggebrak meja makan yang terbuat dari marmer. Direndra, Damian dan Alaric hanya tersenyum simpul melihat cucu Aidan Blair keluar galaknya.
"Tapi Raine, kita lagi makan. Kalau kita berkelahi di Dojo, kita bisa muntah-muntah" jawab Radhi.
"Ya itu jadi tanggung jawab kalian! Yang muntah kalian, yang membersihkan kalian juga!" balas Raine galak.
Radhi hanya memajukan bibirnya sedangkan Charles melongo tidak percaya menatap gadis yang digilai nya bisa galak macam harimau.
"Charles, apa kamu lupa siapa buyut Raine?" goda Direndra. "Yuna Pratomo dan Adara Utari. Kamu pasti pernah mendengar Singa betina Pratomo bukan? Sedangkan Adara Utari Giandra, adalah wanita yang tidak kalah badass dengan Yuna Pratomo. Jadi apa kamu yakin bisa menghadapi Raine kalau sedang mode marah?"
"Oom Direndra, aku adalah seorang McGregor dan pantang bagi kami untuk mundur. Dan saya akan tetap menginginkan Raine menjadi pasangan saya" jawab Charles sembari menatap mata hazel Raine serius.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️