Love In Race

Love In Race
Kesalahan Charles



Istana Al Azzam Dubai UAE


"Kalian berdua, bisa diam kan? Radhi, makanlah dengan tenang, dan kamu Charles, jangan suka memancing di air keruh kalau tidak mau aku tendang pantatmu!" bentak Raine.


Charles hanya tersenyum mendengar Omelan gadisnya yang memang ternyata galak luar biasa. "Raine, kamu tampak cantik kalau marah..."


UHUK!


Damian dan Radhi langsung tersedak mendengarkan ucapan gombal Charles sedangkan Alaric melotot mendengar rayuan pria yang mengincar putrinya.


"Lho, benar kan? Raine tampak cantik kalau marah." Charles menatap ke semua anggota keluarga Blair.


"Untung kamu diundang Damian makan malam jadi kami tahu seperti apa sebenarnya." Alaric menatap dalam ke mata biru Charles. "Kamu tidak pantas untuk Raine."


Charles membalas tatapan Alaric dengan tenang. "Oom Al, saya tahu Oom akan mengatakan demikian tapi asal Oom tahu, mau dilarang macam apapun, saya tetap akan mendekati Raine. Akan saya buktikan bahwa Raine memang pasangan saya."


"Silahkan! Tapi semua berpulang kepada keputusan Raine karena Raine yang memiliki hak. Kalau Oom sendiri, Oom tidak perduli kamu keturunan McGregor atau keturunan lainnya yang masih kita kenal, tapi Oom melihat dari personality dan kamu bukan untuk Raine!" ucap Alaric dingin.


Hawa di ruang makan formal itu terasa dingin saat bungsu Aidan Blair menjatuhkan bom ke Charles sedangkan yang kena mental Alaric hanya tersenyum smirk.


"Oom Alaric, tenang saja. Saya akan menjadi menantu Oom dan suami terbaik bagi Raine." Charles menjawab dengan tenang dan tegas.


***


Usai acara makan malam, Alaric dan Direndra meminta Charles untuk masuk ke dalam ruang kerjanya. Adam Brown yang ditinggal, memilih duduk bersama Radhi dan Damian di ruang tamu informal. Sementara Raine memilih bersama Raana dan Nura berada di ruang tengah menunggu kerusuhan di ruang kerja.


"Radhi, kira-kira ayah dan Oom kamu bakalan apain Charles?" tanya Adam dengan nada cemas.


"Paling dicincang" jawab Radhi kalem.


"Seriously?" Kini Adam benar-benar cemas.


"Way serious" sahut Damian dengan wajah datar.


"Please, Emir Blair. Dia itu pembalap andalan McLaren...


"Dengar Adam. Charles terang-terangan menyatakan perasaannya pada Raine dan sudah sewajarnya jika Oom Alaric dan Daddy menginterogasi secara serius karena Raine adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga Emir Blair. Memang Charles menggunakan nama McGregor di nama belakangnya tapi apakah dia benar-benar keturunan Opa Duncan McGregor dan Opa Mario McGregor? Itu yang harus dibuktikan, ditambah apakah Charles siap jika endingnya Raine tetap tidak mau sama dia!" ucap Damian panjang lebar.


Adam semakin panik mendengar ucapan Damian. Mati lah Charles di dalam.


***


Ruang Kerja Alaric Blair


Charles bagaikan seperti anak sekolah yang dipanggil kepala sekolah saat masuk ke dalam ruang kerja Alaric Blair. Benar kata Gasendra dan Ken, untuk bisa mendapatkan restu berpacaran dengan Raine, harus menembus banyak lapisan benteng. Dan benteng Oom Alaric dan Radhi adalah yang paling susah!! Belum lagi tidak adanya jaminan bahwa gadis incaran nya akan menerima perasaannya.


"Charles, tahu alasan utama saya tidak mau menerima kamu sebagai kekasih Raine? Karena kamu nyaris mencelakakan Radhi!"


"Tapi Raine juga nyaris membuat saya celaka Oom!" balas Charles.


"Apa maksud kamu?" tanya Direndra yang tidak terima keponakannya dituduh seperti itu.


"Di Bahrain, Raine sengaja membuat saya menabrak tembok pembatas."


"Itu kan kamunya saja yang salah nggak konsentrasi!" ucap Alaric cuek yang tahu sebenarnya kelakuan anak kembarnya.


"Tapi Oom..."


"Dengar Charlie, itu bukan suatu alasan bahwa semua salah Raine. Jika kamu tidak terganggu, kamu tidak menabrak" potong Direndra. "Dewasalah, McGregor!"


"Saya terganggu karena saya memperhatikan Raine!!"


"Memang apa yang diperbuat putri saya, McGregor?" tanya Alaric tajam yang membuat Charles tahu darimana sikap dan gaya Radhi berasal.


"Dia... Intinya mengganggu konsentrasi..."


"Jika Raine memang mengganggu konsentrasi kamu balapan, mundur saja sekarang! Karena saya tidak mau putri saya menjadi alasan kamu berantakan di arena balap!" Suara Alaric terdengar menahan amarah tapi juga sangat dingin yang membuat tengkuk Charles merinding.


"Bukan begitu Oom..."


Charles lalu menoleh ke arah Direndra yang hanya menatap datar ke arahnya.


"Wrong move McGregor! Bagi Alaric, alasan kamu tidak masuk akal dengan menuduh putri kesayangannya menjadi kambing hitam atas semua kejadian yang menimpa kamu!" Direndra menatap Charles serius.


"Apakah pintu restu saya sudah tertutup?" tanya Charles.


"Menurut mu?" balas Direndra.


Charles mengacak-acak rambutnya kasar. Bodoh! Bodoh! Bodoh!


***


Sepanjang perjalanan pulang dari istana Al Azzam, Charles hanya terdiam dan membuat Adam memilih melirik ke arah anak asuhnya.


Fix! Pasti tadi disana Charlie bikin ulah!


Tadi saat berpamitan pun, Alaric hanya menatap dingin ke arah Charles tanpa ada sepatah kata pun.


"I'm screw up, Adam ( aku bikin kacau ! Aku bodoh! Idiota !" gumam Charles.


"Apa yang terjadi?" tanya Adam sambil menyetir.


"Aku menyalahkan Raine di Bahrain..."


Adam melongo lalu memilih meminggirkan mobil Charles ke area parkiran restauran McDonald's yang berada di sisi kiri jalan.


"What did you do ( apa yang kamu perbuat )?" tanya Adam. "Apa kamu tidak sadar kalau kamu menyalahkan Raine di depan bapaknya! Tentu saja bapaknya tidak terima, Charlieeee!"


"I KNOW! AKU YANG SALAH! Makanya aku bilang aku bodoh dan Idiota!" Charles meletakkan kepalanya di sandaran kursi mobilnya. "Sudah pasti pintu maaf Oom Alaric dan Radhi sudah tertutup!"


"Minta lah maaf! " ucap Adam.


"Sudah tapi Oom Alaric hanya diam."


"Kacau benar kamu Charlie!" ucap Adam. "Kita ke McDonald's dulu, aku lapar mendengar kebodohan kamu!"


***


Istana Al Azzam


"Jadi dia seenaknya menyalahkan Raine?" tanya Radhi kesal.


"Daddy tahu Raine juga usil tapi Daddy tidak terima jika anak Daddy disalahkan!" ucap Alaric kesal.


"Apakah Charlie sudah meminta maaf, Daddy ?" tanya Raine.


"Sudah! Tapi Daddy bodo amat!" jawab Alaric cuek.


"Mas Al, jangan seperti itu" ucap Nura.


"Tapi dia yang salah! Sebagai Ayah Raine, aku akan melindungi putriku dan putraku sekuat tenaga aku!" balas Alaric judes. "Dan tentu saja istriku yang cantik." Alaric mencium kepala Nura yang tertutup hijab. "Biar Charles tahu, tidak bisa seenaknya ke keluarga Blair meskipun McGregor dulunya dekat."


Radhi tersenyum lebar mendengar ucapan ayahnya. Bagus Dad! Radhi pun berjalan menuju halaman belakang dan mendengar suara-suara disana.


"Aku tidak mau tahu Nelson, harus ada surat perjanjian pra nikah antara aku dan Reema. Jika sampai tiga bulan aku tidak bisa mencintai dia, aku ceraikan dia!" ucap Damian membuat Radhi membeku.


Astaghfirullah...


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️