
Kediaman Eagle McCloud London
"Jadi kamu memilih menginap disini daripada di Kazuo?" tanya Eagle ke adiknya yang datang bersama dengan asistennya Bassam Hussain.
"Enak disini lah, ada temannya."
"Gerald dimana?"
"Gerald di Kazuo sama Cynthia dan River. Kalau ke Silverstone, pasti Gerald membawa semua keluarganya karena Cynthia sangat suka London" jawab Radhi yang masih menikmati acara makan siangnya.
"Kamu pasti juara lagi, Radhi" ucap Elane sambil memberikan tempe goreng ke suaminya. Wanita berhijab itu sedang hamil anak pertama dan kandungannya berusia lima bulan.
( Setting Radhi dan Raine tiga tahun usai pernikahan Savrinadeya - Antonio dan Raveena - Alexis ).
"Aamiin mbak. Aku sih doanya begitu."
Eagle dan Elane menikah tahun lalu setelah Sakura dan Alessandro. Menurut rencana pertengahan tahun ini giliran Shinichi dan Kedasih. ( perlombaan Formula Satu biasanya dimulai akhir Februari atau awal Maret )
"Kamu kemarin pas di Imola katanya berkelahi dengan Charles?" senyum Eagle ke adiknya.
"Aku menunggu dua tahun mas. Alhamdulillah kesampaian meskipun aku inginnya brutal tapi kata Raine, lakukan dengan elegan."
Eagle dan Elane tertawa. "Ajarannya trio Kampret tuh!"
"Oh Sakura dan Alessandro ada acara di London. Katanya mau hadir di London Fashion Week dan mungkin akan datang di acara balapan kamu besok di Silverstone" ucap Eagle.
"Kalian semua sudah pada mentas, tapi Radhi dan Raine masih betah menjomblo" celetuk Bassam.
"Bass, yang namanya menikah itu rejeki. Kita tidak tahu kapan jodoh kita datang dan janganlah kita menikah karena melihat saudara atau teman sudah menikah tapi kita belum. Apalagi yang kaum perempuan yang merasa dikejar - kejar dengan jam biologis. Janganlah menikah karena prinsip 'aku harus menikah' sebab yang namanya menikah itu tidak hanya 'oh aku bisa menyalurkan kebutuhan biologis aku secara halal saja' tapi ada banyak hal yang kita pikirkan. Tanggung jawab yang sangat besar menanti. Menikah itu adalah perjalanan hidup kita selanjutnya apalagi kalau kita laki-laki. Kita minta anak orang lho! Anak perempuan itu berkorban lebih besar karena harus ikut Keluarga suaminya. Dicabut dari zona nyaman dan masuk ke dalam keluarga baru, adalah tantangan tersendiri. Iya kalau Keluarga suaminya baik, kalau tidak? Dosa kita sebagai suami adalah tidak bisa melindungi istri yang kita ambil dari ayah ibunya..." ucap Eagle panjang lebar.
Elane menatap kagum ke suaminya karena selama ini Eagle memang tidak pernah berkata dengannya dengan nada tinggi meskipun Elane tahu sedang dalam kondisi kesal di pekerjaan. Sebagai istri, Elane harus tahu kondisi emosi Eagle dan selama mereka menikah hampir sembilan bulan ini, Elane sangat hapal dengan sikap dan perilaku Eagle.
"Mas Eagle benar Bass. Menikah itu banyak yang wajib kita pertimbangkan. Okelah have fun di awal-awal tapi usai bulan madu, akan banyak yang harus kita pikirkan. Realita terpampang di hadapan kita apalagi jika kita memiliki anak nantinya." Radhi tersenyum ke arah asistennya.
"Menikah itu butuh kesiapan dan yang utama mental. Aku dan mas Eagle malah membutuhkan waktu dua tahun untuk memutuskan menikah karena kesiapan semuanya itu penting." Elane menatap lembut ke kedua orang di hadapannya.
"Dan tidak sia-sia menunggu lama selain harus mengantri dengan banyaknya saudara kita yang menikah, tapi juga mampu menyiapkan hati yang bisa saling terkoneksi satu sama lainnya." Eagle memegang tangan Elane lembut.
"Apa mas Eagle sudah tahu jenis kelamin calon keponakan aku?" tanya Radhi. "Please, bilang kalau cewek. Aku sudah cukup pusing dengan banyaknya keponakan cowok!"
Antonio dan Savrinadeya dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Alano sedangkan Raveena dan Alexis dikaruniai juga anak laki-laki bernama Raul.
"Iya tapi kata mbak Mintang, anaknya laki-laki juga! Coba dari anaknya mas Arka itu laki-laki. Anaknya mas V juga laki-laki. Pusing aku tuh!" protes Eagle.
Arka dan Arabella sudah dikaruniai seorang bayi laki-laki bernama Alsaki sedangkan Valentino dan Katya dikaruniai putra bernama Kaivan biasa dipanggil Kai.
"Ya generasi kita kebanyakan laki-laki sih. Ada bagusnya bisa meneruskan nama belakang keluarga, jeleknya tidak hanya kamu yang protes. Semua tetua keluarga juga pada protes apalagi para Tante yang merasa tidak bisa mendandani para cucu mereka. Tahu sendiri kan?" ucap Eagle.
"Hanya Garvita yang melahirkan anak perempuan, sisanya cowok semua" kekeh Elane.
"Iya keponakan perempuan aku Biana, Rania, Galena. Sisanya... Vicenzo, Hyde, Rase, Kai, Alsaki, Alano, Raul... hadeeehhh..." keluh Radhi.
"Besok kalau kamu menikah, usahakan punya anak perempuan Rad. Biar kamu senang!" kekeh Bassam.
"Hhhhmmm..."
"Memangnya kamu sudah punya calon Rad?" tanya Eagle.
"Malas mikir soal cewek. Bikin nggak konsentrasi. Contohnya itu tuh si McGregor. Tahu lah aku dia naksir Raine. Kemarin bahkan sampai kecelakaan gara-gara Meleng melihat Raine."
Eagle dan Elane melongo. "Jadi Charles Kecelakaan itu karena Meleng? Pantas aku dan Elane sampai bingung, kok bisa sampai selip dan menabrak tembok pembatas padahal seperti nya mobilnya baik-baik saja."
"The power of Meleng itu sangatlah fatal! Makanya aku malas memikirkan soal cewek apalagi yang datang ke perlombaan. Not my type."
"Tipe-tipe Emily nya Damian?" tanya Eagle.
"Short of."
Eagle dan Elane hanya tersenyum.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️