
Kamar Radhi dan Charlotte di Istana Al Azzam
Charlotte menatap Radhi yang baru saja selesai mandi dengan tatapan penuh pertanyaan karena dirinya tidak mengetahui persis kehidupan rumah tangga Damian dan Reema.
"Radhi, ada apa sebenarnya? Apakah mas Damian memang hendak berpisah dengan Reema?"
Radhi yang hanya mengenakan handuk di bawah pinggangnya sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, menatap Charlotte dengan tatapan tidak nyaman.
"Karena kamu tidak bisa diunboxing karena lagi dapat, jadi aku akan bercerita latar belakang kenapa Mas Dam dan Reema jadi tidak baik hubungannya. Ini sebagai pelajaran saja buat kita, C. Aku dan kamu berangkat dari pernikahan yang berdasarkan cinta, mas Dam dari terpaksa." Radhi pun berjalan menuju walk in closet untuk berpakaian.
"Tapi Reema tampaknya sayang sama mas Dam" ucap Charlotte.
Radhi yang sudah berganti pakaian dengan kaos rumah dan celana pendek pun keluar dari walk in closet. "Dia cinta mas Damian, iya. Tapi semakin ditolak mas Dam, semakin dia menghalalkan segala cara untuk memiliki mas Dam."
Charlotte dan Radhi pun naik ke atas tempat tidur. "Kami tidak suka caranya Reema membuat mas Damian tidak bisa melepaskan diri dari pernikahan tidak sehat" ucap Radhi sambil memeluk Charlotte.
"Insyallah kita nggak ya Radhi. Meskipun aku tidak bisa menemani kamu balapan setiap saat..." Mata biru Charlotte menatap mata Hazel Radhi.
"Aku sih ingin kamu ikut kemana saja tapi aku juga tahu kamu sangat mencintai pekerjaan kamu. So, nanti aku akan sedikit nepotisme ke bang Ale, kalau balapan di area timur tengah, kamu diberikan dispensasi bisa menemani aku." Radhi menatap wajah cantik Charlotte.
"Raine katanya melepaskan pekerjaan di AJ Corp" ucap Charlotte.
"Dia bisa bekerja online, C. Lagipula, kakakmu yang menyebalkan itu harus dikawal biar nggak jadi kutu kupret !" ucap Radhi dengan nada sebal.
Charlotte tertawa. "Ya ampun Radhi, masih saja kesal dengan kakakku. Kalian itu sudah jadi ipar!"
"Gegeran mah tetap sayang... Yuk tidur dulu. Aku ngantuk sangat ini" senyum Radhi sambil memeluk erat istrinya.
***
Kamar Raine dan Charles di istana Al Azzam
Charles dan Raine berciuman diatas tempat tidur milik gadis itu dengan panas. Meskipun dirinya merasa lelah usai balapan tapi melihat istrinya yang cantik membuat pria berusia 31 tahun itu bersemangat untuk unboxing Raine.
"Raine... Kamu cantik banget..." puji Charles saat keduanya sudah dalam keadaan polos.
"Kalau nggak cantik, kamu nanti nggak mau sama aku..." jawab Raine sambil menatap Charles.
"Iya sih... Hanya saja, kenapa juga kamu harus kembaran sama Radhi sih?" gerutu Charles sambil menciumi tubuh Raine.
Raine terkikik. "Yaaaa... nasibmu, McGregor... Aaakkhhh... Geli !"
"Jangan cium perutku... Geli..."
"Masa...?" senyum Charles.
Raine menatap judes ke Charles yang usil.
"Raine..." Charles merangkak naik ke arah istrinya. "Love you so much."
"Love you too, Charlie..."
Charles pun mencium bibir Raine panas dan menjelang pagi, pasangan suami istri itu melakukan unboxing tanpa gangguan para anggota keluarganya karena lainnya pada tepar kelelahan.
***
Menjelang jam satu siang, satu persatu anggota keluarga Blair keluar dari kamar untuk makan siang dan mereka tidak melihat Charles dan Raine disana.
"Jangan bilang mereka masih tidur habis unboxing!" gerutu Radhi.
"Ya biarin saja Rad. Kan sudah sah juga" jawab Direndra kalem.
"Awas kalau Charles bikin Raine sakit !" desis Alaric gemas.
"Ya ampun... Mas Al. Mbok jangan lebay deh ! Raine kan sudah ada suaminya. Mau ngapain pun juga tidak masalah. Mereka sudah menikah." Nura mengusap punggung suaminya.
"Macam-macam, aku sunat lagi !" ucap Alaric judes.
Charlotte hanya tertawa kecil melihat bagaimana posesif nya ayah mertuanya.
Ampun deh !
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️