
VIP Paddock Dubai Autodrome Circuit UAE
Charles McGregor menatap Alaric Blair dan Raine Blair yang membalas dengan wajah judes. Emir Blair memang memiliki hak memakai ruangan khusus untuk pertemuan di Paddock VIP.
"Charles..." ucap Alaric dingin.
"Oom Alaric. Saya benar-benar minta maaf atas ucapan saya soal Raine."
"Charles, ini pelajaran buat kamu ya. Kalau kamu benar - benar menyukai seseorang, mau senakal apapun, seusil apapun, ada baiknya kamu menahan diri untuk tidak main menjelekkan di depan orang tuanya apalagi kamu baru pertama kali bertemu dengan kami sekeluarga" tegur Alaric. "Memang benar keluarga McGregor dan Blair saling berkaitan tapi kondisinya sekarang adalah kamu berusaha mendekati putri saya. Beda konteks Charles."
"Maaf Oom Alaric. Saya terlalu kebablasan karena merasa bahwa keluarga kita dekat..."
"Tidak sedekat itu McGregor!" potong Raine judes.
"I'm so sorry Raine. Honest! Aku benar-benar tidak ada maksud ... Maafkan aku" ucap Charles sambil menundukkan wajahnya.
Raine sebenarnya tidak tega melihat Charles ditatap judes olehnya dan daddynya karena tahu sebenarnya pria itu bermaksud untuk mencari bahan cerita tentang dirinya tapi salah langkah malah membuat Alaric emosi jiwa. Bagi Alaric, Nura-Radhi dan Raine adalah belahan jiwanya. Ada yang berani macam-macam, masih bagus cuma kena banting pintu.
"Raine. Daddy sih malas kasih maaf ke bocah satu ini" gerutu Alaric yang membuat Raine tersenyum karena mirip dengan Radhi kalau sudah keluar Gedhe ambeknya.
"Dad, apa salahnya kasih maaf. Toh sudah gentle McGregor datang menemui kita. Nggak perlu nunggu sampai dua tahun" sindir Raine sambil melirik judes membuat Charles manyun serasa kena sentil kejadian dirinya dengan Radhi.
"Haaaaahhh... Meskipun setengah ikhlas... Saya maafkan Charles. Tapi... kalau sampai kamu berbuat konyol lagi, tidak ada ijin menemui Raine selamanya!" ucap Alaric final.
Charles melongo. Fix! Oom Alaric jauh lebih Possessive daripada Radhi! "Siap Oom. Saya janji tidak akan ngawur lagi demi bisa menjadi menantu yang dibanggakan."
Alaric mendelik tidak percaya mendengar ucapan Charles yang penuh percaya diri. "Siapa juga yang mau punya menantu kamu?"
"Oom Alaric lah! Saya tuh limited edition" senyum Charles.
"Raine, jangan mau sama pria celutak macam dia! Daddy tidak bakalan kasih restu!" Alaric menatap putrinya serius.
"Yang mau sama dia juga siapa Daddy" kekeh Raine membuat Charles terkejut.
"Raine..." keluh Charles dengan wajah memelas.
"Apa McGregor?" balas Raine judes.
Alaric tertawa. "Kapok kamu Charles! Kalau nggak suka dengan gaya Raine, mending mundur saja."
"Oh tentu tidak, Oom Alaric. Justru itu yang menjadi daya tarik Raine yang membuat saya jatuh cinta" senyum Charles ke Raine.
"Oh ya Allah... Gombalan nya..." Raine melengos malas.
Alaric menggelengkan kepalanya. "Raine, ayo ikut Daddy! Tinggalkan saja cicitnya Opa Duncan McGregor yang juga tukang gombal disini."
Raine tersenyum smirk ke Charles lalu merangkul lengan Alaric.
"Berarti saya pasti cicitnya Opa Duncan, kan Oom?" tanya Charles senang.
"Menurutmu?" balas Alaric sambil berjalan keluar ruangan itu.
***
Radhi menatap tidak suka ke arah Charles yang seperti bebek mengikuti Alaric dan Raine di belakangnya. Wajah rivalnya itu tampak bahagia dan Radhi tahu pasti Charles sudah mendapatkan maaf plus wejangan dari daddynya.
Diluar kekacauan Charles, Radhi salut dengan keberanian rivalnya itu untuk menemui ayahnya guna meminta maaf. Memang cinta itu mengacaukan segalanya.
"Radhi" sapa suara perempuan membuat Radhi menoleh dan tampak Charlotte McGregor berdiri di belakangnya.
"Oh aku kali ini dengan Mr Raffa Moretti. Kan Mrs Sakura sudah masuk jadwal persalinan jadi diwakilkan oleh Mr Raffa. Harusnya dengan Mrs Clarissa tapi kan lagi hamil muda jadi ... Aku deh mewakili Morr London" senyum Charlotte. "Apakah kamu melihat kakakku?"
"Tuuuuhh! Lagi jadi bebek saudara kembar ku" tunjuk Radhi ke arah Raine dan Charles yang sedang mengambil makanan.
"Apakah mereka sudah berbaikan? Maksud aku, apa Kak Charles sudah meminta maaf ke Oom Alaric dan Raine?" Mata biru Charlotte menatap Radhi dengan sedikit cemas.
"Well, kalau menilik gayanya kakakmu yang menyebalkan itu, tampaknya sudah mendapatkan maaf dari daddyku meskipun mungkin, Daddy setengah hati sih..."
Charlotte tertawa kecil. "Kak Charles memang suka asal kalau bicara tapi aslinya baik kok..."
"Hah, kamu bilang begitu kan karena kamu adiknya! Coba kalau kamu rival di balapan, tidak akan kamu bilang begitu!" potong Radhi sebal.
Mata biru indah Charlotte mengerjap-ngerjap jenaka. "Iya sih. Bagi seorang adik perempuan, kakak laki-laki nya selalu yang terbaik. Sama kan dengan Raine? Yang selalu memuji kamu."
Pipi Radhi memerah. "Raine memuji aku?"
"Iya. Aku dan Raine kan suka chat bareng. Dan kata Raine, kamu dan Damian adalah kakaknya paling dia sayangi selain para sepupu nya yang lain."
Radhi menatap wajah cantik yang tampil chic tanpa ada tendensi mendekati dirinya seperti cewek-cewek lain. "So, kamu habis ini acaranya apa?"
"Menemani Mr Raffa menilik butik Morr Dubai. Kan wajah Radhi sudah mulai terpampang..."
"Radhi!" panggil Raffa Moretti dengan wajah sumringah. "Kebetulan! Aku tadi bertanya dengan Jean Dupont apakah kamu ada jadwal dan dia bilang kamu free tiga hari ini. Bagaimana kalau besok kamu ke butik Morr di Mall of Emirates?"
"Hah? Bang, jadwal nya besok? Bukannya buat launching bulan depan?" tanya Radhi bingung karena jadwal launching produk terbaru Morr yang memakai wajah Radhi dijadwalkan bulan depan.
"Khusus Dubai aku minta dipercepat, anggap saja Pre order. Biar besok Charlotte dan tim Dubai yang urus" senyum Raffa.
"Ya Allah Bang Raffa, sukanya mendadak ih!" gerutu Radhi sebal.
"Aji mumpung Rad... Mumpung aku disini lah!" cengir Raffa. "Charlotte, kamu sekalian saja kasih lihat besok acaranya apa saja. Oke Rad?"
"Iya bang" jawab Radhi dengan senyum manis. Meskipun dongkol, tapi Radhi harus profesional dengan pihak yang mengontrak dirinya menjadi brand ambassador.
"Yuk Rad, aku kasih lihat besok acaranya apa saja" ajak Charlotte ke sebuah meja yang kosong sambil mengeluarkan iPadnya.
"Ngomong-ngomong, Mr Raffa bilang kalau besok kamu harus memakai suit terbaru yang sudah disiapkan tim Dubai. Itu baru masuk tadi malam dan besok baru dilaunching di Dubai dulu karena kamu kan balapan disini plus naik podium pula." Charlotte memperlihatkan suit terbaru keluaran butik Morr.
"Ini jauh lebih sophisticated dibandingkan dengan yang aku dapat waktu fashion week di London, Charlotte." Radhi melihat bagaimana desainnya sangat elegan dan terlihat mahal meskipun tanpa banyak detail. "Ini bahannya ada aksennya ya?"
Charlotte tersenyum. "Memang Emir Blair yang terbiasa melihat barang mewah pasti jeli matanya."
"Aku suka desainnya, C." Radhi menatap Charlotte lembut membuat pipi gadis itu merona.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️