Love In Race

Love In Race
Raine = Yuna



Party After Race in Bahrain


Raine menatap gadis yang sebaya dengannya dengan tatapan tajam sedangkan yang ditatap hanya tersenyum manis.


"Kamu nggak bakalan aneh-aneh kan?"


"Nggak Raine. Ini masih dalam koridornya kok. Aku juga tahu batasannya."


"Aku harap kamu kalau sudah nekad begini, tahu konsekuensinya."


Reema mengangguk. "I know."


Raine menghembuskan nafas panjang. "Beneran deh, orang kalau sudah jatuh cinta, apapun dilakoni."


"Hah? Eh iya, bagaimana hubungan Damian dengan Emily?"


"Bad. Very bad. Tapi memang aku dan Radhi nggak suka sih sama dia. Waktu itu Mas Dam ngajak aku dan Radhi ikut, kebetulan lagi libur kembaran ku. Kami sih mengawasi dari jauh dan Emily tuh social butterfly dan tanpa memikirkan mas Damian, kesana-kemari nyeret-nyeret mas Dam... Nggak banget!"


"Damian bukan tipe pria yang suka berhandai-handai kan?"


"Nope. Kamu tahu sendiri lah si bendungan satu itu!" ucap Raine.


"Don't worry deh Raine. Aku kuat kok menghadapi Damian."


"Kuat tapi tetap cengeng" gelak Raine.


"Iya itu kelemahan aku..." keluh Reema.


Radhi melihat adiknya sedang mengobrol dengan gadis berambut cokelat pirang itu langsung menghampiri dan betapa terkejutnya ketika melihat siapa disana.


"Reema?" sapa Radhi.


"Halo Radhi, apa kabar?" senyum Reema.


"Astagaaa! Kamu beda deh dengan rambut begini, tambah cantik!" puji Radhi sambil mencium pipi Reema yang sudah dikenalnya sejak kecil.


"Thanks Radhi" balas Reema.


"Tapi ada yang bilang Reema jelek!"


Radhi menoleh ke adiknya. "Mas Dam?"


"Siapa lagi?"


"Kamu masih naksir mas Dam?" Radhi menatap tidak percaya ke arah Reema. "Astaghfirullah setelah sekian lama, masih mengharapkan pria unta itu?"


Reema terbahak mendengar panggilan khas Radhi dan Raine ke kakaknya. "Kalian itu lho, sukanya begitu sama Damian."


"Hei, dia kakak kami dan kami adik durjana, jadi dilarang protes" cengir Raine.


"Siapa ini Rad?" Sebuah suara membuat ketiganya menoleh. "Reema?"


"Hai Gasendra. Mana Gemma? Aku juga tidak melihat Garvita."


"Gemma masih mabuk hamil muda tapi tidak mau berdekatan denganku jadinya aku pergi lah kesini. Garvita tidak bisa ikut karena Lena kena campak" jawab Gasendra. "Kamu tambah cantik apalagi sekarang jadi spoke person di PBB. Hebat lho!"


"Terimakasih Sendra. Tapi bulan depan adalah terakhir aku di PBB sebab aku harus mengurus departemen wanita di Bahrain. Kan aku tidak bisa bolak balik New York kemari."


"Lha mana Damian?" Gasendra celingukan mencari sepupunya.


"Tahu!" jawab Radhi dan Raine bersamaan.


Gasendra hanya menghela nafas panjang. "Masih saja kah?"


"Masih!" jawab Radhi dan Raine lagi.


"Sabar ya Reema." Gasendra menepuk bahu Reema pelan.


"Iya. Sudah sabar banget kok!"


***


Charles McGregor menatap ke arah Raine yang sedang mengobrol bersama dengan kembarannya dan sepupunya serta putri raja Bahrain. Tampak mereka sangat akrab dengan princess Reema.


"Sudah, dekati Raine. Kamu penasaran kan?" ledek Adam Brown.


"Hhhhmmm... " Charles menenggak coke nya.


"Charles McGregor! Kamu pria atau bukan?" hardik Adam kesal.


"Pria lah!"


"Ya sudah dekati Raine. Sana! Apa perlu aku tendang pantatmu?"


Radhi dan Raine melihat Charles mendekati mereka, hanya saling berpandangan. Mau apa lagi si McGregor?


"Excuse me."


Reema dan Gasendra menoleh ke arah Charles yang datang menghampiri mereka.


"Maaf princess Reema, Gasendra, Blair. Bisakah aku bicara sebentar dengan Raine?" Charles menatap ke arah empat orang itu bergantian.


Gasendra menoleh ke arah adiknya. Dirinya tadi mendengar cerita dari Damian saat menghampiri Paddock usai Radhi merayakan kemenangannya kalau Raine melakukan hal yang licik tapi tidak bisa disalahkan.


"Bisa. Raine, sana kamu ngobrol dulu sama Charles" senyum Gasendra usil membuat Raine melotot.


Seriously mas Sendra nih!


"Ayo sana Raine. Tampaknya ada yang ingin dibicarakan oleh Charles... serius" sambung Gasendra lagi.


Raine memajukan bibirnya pertanda dirinya kesal yang entah mengapa membuat Charles gemas. Awas tuh bibir ya!


"Iyain aja lah!" Raine pun berdiri. "Ayo McGregor! Waktumu cuma sepuluh menit!" Raine pun berjalan menuju meja dekat open kitchen. Bagi Raine, jika harus mengobrol dengan Charles, harus dekat makanan!


Reema yang melihat wajah Radhi yang masam dengan wajah Gasendra yang usil, menjadi kepo. "Memang ada apa antara Raine dengan Charles McGregor?"


"Family Feud" kekeh Gasendra sambil melirik Radhi yang cemberut.


***


"Ada apa McGregor?" tanya Raine sambil mengambil makanan di open kitchen.


"Kamu sengaja kan?"


"Sengaja apanya?" tanya Raine sambil membawa piring berisikan banyak makanan.


Charles melihat bagaimana gadis itu membawa makanan banyak dan badannya tetap kurus.


"Stop playing around ( Berhenti bermain-main ), Raine! Kamu sengaja kan tadi membuka mantelmu!" hardik Charles.


"Lho, aku tadi gerah, apa salahnya aku membuka mantel?" jawab Raine polos sambil memakan pastanya.


Iya nggak salah tapi salah saja! Charles menatap tajam ke Raine. "Gara-gara kamu! Aku jadi selip, tahu nggak?"


Mata hazel Raine menatap mata biru Charles. "Lha, kamu yang selip dan menabrak, orang lain disalahkan. Astaghfirullah! Dimana-mana itu kesalahan pengemudi yang tidak konsentrasi. Tapi kalau matamu tidak jelalatan, kemungkinan besar kamu tabrakan itu kecil. Makanya kalau nyetir itu fokus!"


Charles menatap gemas ke gadis cantik itu. Iya benar kalau aku konsentrasi, nggak bakalan nabrak! Tapi aku kan ga ikhlas kalau dibilang nggak fokus!


"Sudah?! Kamu mau bilang itu saja sama aku? Kamu menyalahkan aku? Aneh saja yang nabrak siapa, yang disalahkan siapa..." gerutu Raine dengan wajah tanpa dosa.


Charles menyipitkan matanya. "Awas kamu Raine!"


"Apa? Kamu tuh cowok tapi hobinya main ancam-mengancam! Memangnya aku takut sama kamu? Kagak, Férguso!" balas Raine galak.


Mungkin kalau di anime, kilatan mata antara keduanya muncul percikan api dan saling beradu.


"Ya Allah kalian berdua itu!"


Damian terkekeh melihat kedua orang yang sedang asyik berseteru itu. "Lama-lama gue nikahin kalian berdua!"


"Ora Sudi!" jawab Raine.


"I do!" jawab Charles McGregor.


Damian terbahak. "Oh boy, kalian berdua memang kacau! Hati-hati lho Raine, Gething Nyanding Sengit Ndulit, ( sebuah peribahasa jawa yang maknanya kurang lebih benci tapi bersanding di sampingnya, bilang benci(sengit) tapi mencolek(ndulit) atau jangan terlalu benci nanti malah cinta ). Jangan galak-galak, macam Oma Yuna saja kamu."


"Kamu bilang apa tadi Dam?" tanya Charles. "Bahasa apa itu?"


"Peribahasa dari bahasa Jawa yang artinya jangan benci nanti malah bersama, bilang tidak suka tapi nanti bucin. Kasarannya artinya begitu" jawab Damian.


"Nah tuh Raine, dengarkan kata Damian."


"Mas Dam, harusnya pepatah itu juga kamu terapkan ke diri mas Dam sendiri! Jangan benci sama Reema! Tar ditinggal, kelimpungan kamu!" seringai Raine licik.


Damian menatap sebal ke Raine. Damn aku lupa! Raine mirip dengan Oma Yuna yang suka membalikkan omongan orang!


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️