
Rumah Mode Morr Soho London Inggris
Satu setengah jam kemudian Alessandro dan Sakura keluar dari ruang kerja Clarissa. Wajah keduanya tampak sumringah membuat mood mereka pun menjadi baik. Para pegawai sedang melayani para klien sedangkan Charlotte tampak sedang menunggu pasangan itu keluar.
"Signor Moretti, saya tahu dimana Agnes Tracy."
Alessandro dan Sakura saling berpandangan. "Dimana?"
"Hilton London Bankside kamar 363."
Alessandro lalu memerintahkan anak buahnya untuk menyeret Agnes Tracy ke rumah mode.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Sakura.
"Saya dan teman-teman disini menyewa detektif setelah nona Clarissa mengatakan hendak cuti tiga bulan karena saya yakin kalau dia akan seenaknya tapi kami kan tidak bisa terus menerus mengawasi. Jadi kami menyewa detektif swasta untuk mengikuti nya."
Sakura tersenyum. "Smart, Charlotte."
"Terimakasih Signora."
"Kita tunda acara minum teh nya, Tulip. Apa kamu ada yang ingin dimakan?" tanya Alessandro setelah menghubungi anak buahnya.
"Aku ingin grilled chicken dekat sini, Ale."
"Biar Luigi yang membelinya."
***
Tak lama para pengawal Alessandro berhasil membawa Agnes Tracy ke dalam ruangan meeting. Alessandro ingin mereka berada di ruang kerja yang resmi, bukan ruang milik Clarissa yang sebelumnya menjadi saksi dirinya dan Sakura melakukan acara tengok Figlia.
Agnes Tracy merasa diperlakukan tidak adil, tampak berteriak teriak namun para pengawal itu tidak perduli. Gadis itu dibawa masuk ke ruang meeting dan betapa terkejutnya melihat wajah dingin Alessandro disana.
Dirinya tidak tahu jika direkrut utama Morr akan datang ke London. Agnes Tracy menatap ke arah Charlotte yang berdiri disana dengan tatapan menusuk seolah mengatakan 'Kenapa tidak memberitahukan kalau ada Signor Moretti datang'.
"Duduk Tracy." Alessandro menatap dingin ke wanita itu.
"Tapi Signor Moretti, saya hanya..."
"Saya bilang DUDUK!" bentak Alessandro dengan suara menggelegar membuat Sakura juga terkejut mendengar suaminya marah. Selama menikah setahun ini, Alessandro adalah pria paling lembut dan tidak pernah marah.
Agnes Tracy pun duduk dengan tubuh gemetaran.
"Enak having s3x nya dengan klien?" sindir Alessandro sinis.
Agnes Tracy melongo.
Alessandro melemparkan foto-foto yang sudah diberikan oleh para pegawai rumah mode Morr dan membuat Agnes Tracy terkejut.
"Kamu saya pecat detik ini juga tanpa ada pesangon! Sudah terlalu banyak kasus indisipliner termasuk menipu Clarissa, memberikan kesalahan fatal ke Raffa. Kamu dilarang mendekati rumah mode More dan semua even! Serahkan semua id card, kunci mobil dan kunci apartemen kamu! Barang - barang kamu sudah dikeluarkan semua dan di luar apartemen! Mana kunci dan id card kamu?" Alessandro menatap tajam ke arah Agnes Tracy yang dengan gemetar mengeluarkan semua yang di minta oleh kepala keluarga Moretti itu.
"Sekarang, kamu segera pergi dari sini! Saya tidak butuh pegawai macam kamu!" ucap Alessandro sambil memberikan kode ke anak buahnya untuk menyeret Agnes keluar.
"Tapi Signor Moretti... Dengarkan saya dulu! Saya difitnah!" eyel Agnes masih tidak terima dipecat.
"Siapa yang memfitnah kamu?" tanya Alessandro.
"Dia! Dia sudah lama mengincar jabatan saya! Saya tidak terima pemecatan ini! Dia yang memanipulasi anda Signor... Dia sengaja..."
PLAK!
Agnes Tracy terhuyung sembari memegang pipinya yang kena tampar sangat keras dari seorang wanita yang dari tadi merasa jengkel.
"Masih bagus aku sedang hamil! Kalau aku tidak ingat aku sedang membawa anakku dalam perut, sudah habis kau! Akan aku hajar habis-habisan! Seret jelantah tidak berguna tukang fitnah, tukang bohong, tukang ..." omel Sakura tapi setelahnya dia berusaha menetralisir nafasnya. "Seret dia sebelum aku cincang dan kukirim ke kolam piranha!"
"Baik Signora Park Moretti!" jawab para pengawalnya yang terkejut melihat wajah garang bumil cantik itu.
Agnes hanya bisa pasrah saat diseret oleh dua orang berwajah dingin keluar ruang meeting.
Alessandro dan Charlotte hanya bisa melongo melihat Sakura berbalik dengan jalan anggun. "Sayang, yuk kita makan enak! Aku lapar lagi!"
"Hei! Aku bawa dua nyawa ini, nyawaku dan nyawa anakku! Kita berdua lapar lagi ini!" hardik Sakura judes.
Charlotte hanya tersenyum simpul mendengar Omelan istri bossnya.
"Baiklah sayang, kita makan enak." Alessandro pun berdiri. "Charlotte, tolong. kamu selesaikan semua berkoordinasi dengan Manuel setelah dia pulang dari Bond Street." Manuel adalah sekretaris Clarissa yang sedang ada urusan dengan tenant Morr disana. "Apartemen yang dipakai si Tracy, listing kan untuk dijual. Nanti biar Manuel yang menetapkan harganya sesuai dengan harga pasaran disana."
"Baik Signor Moretti" jawab Charlotte sopan.
"Yuk sayang, kita cari makan enak buat si Figlia" senyum Alessandro sambil menggandeng tangan Sakura yang langsung sumringah.
Sepeninggal pasangan Moretti, Charlotte membereskan ruang meeting sembari menyimpan id card dan kunci mobil dan apartemen. Bodoh kamu Nes, sudah mendapatkan fasilitas masih tidak bisa bersyukur! Charlotte lalu keluar ruang meeting sambil menggelengkan kepalanya. Signora Park Moretti kalau ngamuk serem.
***
Silverstone Circuit Inggris Hari Perlombaan
Kali ini Radhi harus start di urutan kedua di belakang Gerald Ford sedangkan dibelakangnya tanpa diduga Charles McGregor berhasil mendapatkan pole position ketiga.
Radhi hanya melengos ketika Charles berjalan menuju mobil sambil tersenyum manis.
"Kamu akan kalah hari ini Blair! Silverstone kan daerah jajahan aku" ucap Charles dengan wajah sombong.
"Tapi latihan selip beberapa kali..." gumam Radhi dengan wajah polos membuat Charles manyun. Radhi pun memakai helmnya.
"Blair!" panggil Charlie.
Radhi membuka kaca helmnya. "What?"
"Keluarga kamu tidak ada yang datang?"
"Ada. Siapa bilang tidak ada yang datang. Tuh!" Radhi menunjuk area podium vip dan tampak Alessandro dan Sakura serta Eagle dan Elane yang tampak antusias melambaikan tangannya ke Radhi yang dibalas pembalap berkostum merah itu.
"Hanya mereka?"
Radhi mengangguk. "Kenapa memang?"
"Tidak apa-apa." Charles lalu memakai helmnya.
Radhi tersenyum smirk. Lu kira Raine bakalan datang? Dasar playboy! Radhinpun masuk ke dalam mobilnya dan bersiap untuk memulai lomba.
***
"Jadi kamu pecat manager rumah mode kamu?" tanya Eagle ke Alessandro yang sedang mengambil fruit punch.
"Iya, kurang ajar dia! Tidak bisa ditolerir!" jawab Alessandro tenang.
"Iyalah, buat apa mempertahankan orang yang merugikan perusahaan?"
"You're right Eagle."
Suara anchor perlombaan yang mengumumkan posisi antara tiga besar pembalap yang saling salip menyalip menjelang putaran terakhir.
"Tampak terjadi perseteruan sengit antara McGregor dan Blair. Apakah akan menjadi Feud kesekian kalinya? Gerald Ford sudah masuk terlebih dahulu masuk finish dan kini tinggal Charles dan Radhi... Ooh tidak! Terjadi lagi!" seru anchor itu.
Para anggota keluarga Radhi hanya bisa melongo saat mobil Charles menabrak belakang mobil Radhi hingga tidak bisa terlepas membuat keduanya finish dengan posisi dua dan tiga. Setelah Radhi bisa memarkirkan mobilnya, dirinya langsung turun sambil melepaskan helmnya dan ngamuk ke Charles.
"What the hell is going on?" ucap Alessandro bingung.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️