
Masa kehamilan dilewati oleh Star dengan sangat menyenangkan, jauh berbeda ketika ia sedang hamil Ella. Light terus saja memanjakannya dan memintanya untuk beristirahat.
"Aku lelah jika harus duduk terus seperti ini," ucap Star.
"Tapi kamu harus istirahat. Ingat apa kata dokter, hmm."
"Menurut bacaanku, wanita hamil itu juga perlu berolahraga, tidak seperti ini. Kamu akan membuatku menjadi malas."
"Tapi kamu sudah berolahraga denganku setiap hari," ucap Light, membuat pipi Star merona.
"Kalau itu, aku juga suka," mendengar ucapan Star, sebuah senyum terbit di wajah Light.
"Kalau begitu, kita mulai saja olahraganya," Light langsung membaringkan Star di atas tempat tidur dan mengungkungnya.
"Kamu mesyummm ... tapi aku suka," ucap Star menangkup pipi Light dan menggodanya.
Light langsung melum mat bibir Star dan membuat tubuh keduanya menjadi panas dan penuh dengan gai rah. Keduanya menghabiskan waktu pagi mereka dengan berolahraga di atas tempat tidur.
Suara des sahan dan er rangan memenuhi kamar, hingga mereka baru keluar dari kamar tidur menjelang makan siang. Untung saja Ella sudah bersama dengan Nanny nya karena ia bangun pagi sekali.
Star dan Light membersihkan diri mereka, tanpa mengulangi kegiatan panas mereka lagi. Light tidak ingin istrinya kelelahan, namun kadang Star lah yang meminta lagi dan lagi.
Star memegang perutnya yang terasa sedikit sakit. Ia berpegangan pada dinding kamar mandi dan berjalan perlahan. Light yang melihatnya langsung memegang Star dan membantunya.
Usia kandungan Star sudah mencapai 9 bulan. Dokter memperkirakan ia akan melahirkan sekitar 1 hingga 2 minggu ke depan.
Light memakaikan bathrobe ke tubuh Star dan membantunya berjalan hingga ke tempat tidur. Sakit yang dialami Star sudah menghilang. Ia kini merebahkan tubuhnya secara menyamping.
"Aku akan meminta Bibi menyiapkan makanan. Kamu tunggu di sini," ucap Light dan diangguki oleh Star.
Mereka kini telah pindah ke sebuah mansion yang cukup besar. Light merasa apartemen tak akan cukup lagi menampung keluarganya dan keluarga besarnya jika mereka datang dan menginap.
Light keluar dan mencari Bibi pelayan. Saat menuju ke dapur, ia melewati ruang keluarga di mana Nanny nya sedang bermain bersama Ella yang usianya kini sudah setahun lebih. Ia tersenyum saat melihat putri kecilnya tertawa dan terlihat bahagia.
Ia mengarahkan langkah kakinya ke dapur, "Bi, siapkan makan siang untukku dan istriku."
"Baik, Tuan."
Light kembali ke kamar, tapi sebelumnya ia mendekat ke arah putrinya, "Ella sayang. Apa yang sedang kamu tertawakan, hmm?" Ella semakin tertawa ketika Light menempelkan bulu di wajahnya ke arahnya.
"Apa dia tidak tidur siang?" tanya Light pada Nanny putrinya.
"Nona Ella baru selesai makan, mungkin sekitar setengah jam lagi baru akan saya bawa ke kamar untuk tidur."
"Baik, Tuan. Terima kasih."
Light meletakkan Ella kembali bersama dengan Nanny, kemudian melangkahkan kakinya kembali ke kamar. Saat membuka pintu kamar, ia melihat Star yang tengah terduduk di pinggir tempat tidur dengan memegangi perutnya.
"Sayang!" Light mendekati Star dan langsung membantunya.
"Aku tidak kuat lagi, ini sakit sekali," Light merasakan ada sesuatu yang basah di lantai. Matanya membulat dan ia langsung menggendong Star dan membawanya keluar.
Dengan dibantu oleh seorang supir, Light membawa Star ke rumah sakit. Ia meminta seluruh pelayan untuk menjaga Ella. Ia akan segera menghubungi kedua orang tuanya dan juga orang tua Star untuk datang.
Sesampainya di rumah sakit, Light langsung meletakkan Star di brankar yang disiapkan oleh perawat karena ia telah menghubungi Black untuk segera menghubungi dokter kandungan dan mempersiapkan kamar untuk istrinya.
Light terus menemani Star setelah sebelumnya ia menghubungi orang tua dan juga mertuanya. Ia tak pernah berpindah dari sisi Star dan terus memegang tangan istrinya.
"I love you," ucap Light dan Star pun tersenyum.
Setelah melewati beberapa saat, pembukaan pun sudah lengkap. Dokter kandungan sudah memberi arahan dan membantu proses persalinan.
oekkk oekkk ...
Light tersenyum dan tak terasa air mata sudah berada di ujung matanya. Ia langsung mengusapnya ketika Dokter berkata, "Selamat, Tuan. Putra anda sudah lahir."
Aiden Zander Sebastian
"Itulah nama yang akan kuberikan padanya. Kita punya Astrella sebagai bintang yang bersinar dan Aiden sebagai matahari yang memberikan kehangatan. I love you," Light mengecup kening Star kemudian menggendong putranya.
🧡 🧡 🧡
Untuk novel selanjutnya, berjudul "I Travel, I Love"
Menceritakan tentang Giovan Sebastian yang tak lain adalah sepupu dari Xavier Light Sebastian. Ia melarikan diri dari pesta pernikahan yang disiapkan oleh kedua orang tuanya. Dengan berbekal tabungannya, ia pergi dan memutuskan semua hal yang berhubungan dengan keluarganya.
Di perjalanan, ia bertemu dengan seorang wanita yang justru membuat hidupnya semakin berantakan, tapi berwarna. Ia merasa kehilangan wanita itu ketika pada akhirnya mereka berpisah dan memilih jalan masing masing.
Apakah Giovan akan kembali kepada kedua orang tuanya dan menerima pernikahan? ataukah ia akan menikah dengan wanita pilihannya sendiri? atau mungkin ia kembali pada keputusan awalnya untuk tidak menikah seumur hidupnya?
Covernya kurang lebih kayak begitu, kalau belum diganti nanti sama NT. Teman teman semua bisa klik ikuti Cherry di halaman profil, supaya bisa dapat notifikasi kalau novel ini mulai terbit.
Terima kasih semuanya dan loveeee buat semuanya 🧡🧡