
"Aku akan pergi ke kantor dulu. Nanti sore, aku akan menjemputmu. Kita akan mulai melakukan terapi untuk kesembuhan matamu," ucap Light.
"Pergilah," setelah 3 hari bersama dengan Light dalam 1 kamar tidur yang sama, Star mulai mengerti bahwa Light bukanlah pria yang mengambil kesempatan padanya. Ia tak pernah dengan sengaja menyentuh atau bahkan mendekati dirinya.
Aku tahu semua yang kamu lakukan padaku, hanya karena kesalahpahaman. Dendam yang tidak nyata. - Star.
Setiap hari, Star selalu dibantu oleh Amelie dan juga seorang babysitter. Mereka memberitahu Star semua hal tentang putri kecilnya, mulai dari ciri cirinya hingga kebiasaan serta aktivitasnya setiap hari. Star baru tahu bahwa sejak Ella pulang dari rumah sakit, putrinya itu selalu tidur bersama Light. Pria itu tak membiarkan siapapun mengasuhnya saat malam hari.
Dalam hatinya, Star tersenyum mendengar bagaimana Light begitu menyayangi putri mereka. Ada banyak di novel novel yang ia baca, bagaimana seorang wanita yang mengalami seperti dirinya, justru harus mengalami fase hamil, melahirkan, bahkan membesarkan anaknya sendirian.
Apa aku sangat beruntung memilikinya sebagai Dad dari putriku? - Star.
*****
Light segera menyelesaikan pekerjaannya. Ia menyerahkan semua sisa pekerjaannya pada Black karena ia ingin segera pulang dan menemani Star untuk melakukan terapi.
Wanita yang telah membuat Star mengalami kecelakaan, telah ditangkap. Light akan menemuinya esok dan memastikan wanita itu mendapatkan hukumannya.
Dengan mengendarai mobilnya, Light pun sampai di apartemen. Ia pun langsung masuk ke dalam.
"Mom!" panggil Light.
"Star sudah siap, sayang," ucap Amelie yang sedang menggendong Ella. Light berjalan mendekat dan mencium pipi putri kecilnya. Ella tertawa kecil, membuat Light langsung menggendongnya.
"Apa kamu merindukan Daddy, hmm?" tanya Light yang mendusel duselkan wajahnya ke tubuh putrinya, membuat Ella semakin tertawa.
"Light," panggil Star yang dibantu oleh babysitter putri mereka untuk keluar dari kamar.
Light memberikan Ella pada Mom Amelie setelah sebelumnya ia mencium pipinya lagi. Ia berjalan menghampiri Star kemudian meminta sang babysitter untuk membantu Mommynya.
"Berpeganganlah padaku," ucap Light.
"Kamu hanya memegang jas ku saja," Star meraih lengan Light dan mengikuti pria itu berjalan.
"Kami pergi dulu, Mom," pamit Light.
*****
Sesampainya di rumah sakit, Light mengantar Star menuju seorang psikiater. Star akan menemui Dokter spesialis mata, tapi sebelumnya ia akan melakukan terapi dengan seorang psikiater.
"Biarkan aku masuk sendiri ke dalam," ucap Amelie.
"Baiklah, aku akan menunggumu di sini," ucap Light.
Di dalam ruangan, seorang dokter bernama Dea meminta Star untuk duduk. Ia meminta Star memejamkan matanya, kemudian dengan perlahan ia memberikan Star berbagai bayangan, kemudian meminta Star menceritakan mengenai ketakutannya.
"Apa kamu ingin melihat lagi?" tanya Dokter Dea.
"Tentu saja. Aku ingin sekali melihat putriku. Setiap hari aku hanya bisa mendengar suaranya yang begitu menggemaskan. Aku juga membayangkan bagaimana wajahnya dalam pikiranku setelah mendapatkan gambarannya dari orang orang di sekitarku."
Dokter Dea tersenyum, "Jadikan itu sebagai kekuatanmu untuk sembuh. Bayangkan bagaimana bahagianya putrimu saat kamu bisa melihatnya tersenyum, tertawa, bermain, dan berlarian."
Star turut tersenyum, bahkan ia saat ini membayangkan Light sedang berlari berkejar kejaran bersama putri mereka. Tiba tiba hatinya merasa nyaman dan menghangat.
"Dok, apa anda bisa membantuku? Ada sesuatu yang ingin kuceritakan, tapi jangan beritahu pada suamiku," pinta Star.
"Aku akan menyimpan semua rahasia anda, Nyonya. Percayalah padaku," ucap Dokter Dea dengan percaya diri.
Light melihat jam di pergelangan tangannya, ia merasa waktu terapi Star agak lama, tidak seperti yang dijanjikan sebelumnya. Ia ingin bertanya, tapi ia juga tak ingin mengganggu. Ia pun membuka ponselnya dan melihat apakah ada pesan dari Black. Saat melihat tak ada apapun, ia tersenyum dan yakin bahwa Black akan bisa mengatasi semuanya.
5 menit kemudian, Star keluar dari ruangan dibantu oleh Dokter Dea, "Kapanpun kamu ingin berbicara padaku, katakan saja. Aku juga bisa meluangkan waktuku untuk datang ke tempatmu."
"Baiklah, terima kasih," pamit Star.
"Terima kasih, Dok," ucap Light kemudian membawa Star perlahan menuju ke bagian mata. Mereka akan berbicara apakah ada hal lain yang menghalangi kesembuhan mata Star, selain trauma dalam dirinya.
🧡 🧡 🧡