LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
TIDAK AKAN MENYAKITIMU



Hari ini, seperti janjinya, ia akan menemui pelaku penabrakan Star. Ia sudah berjalan bersama Black menuju ke kantor polisi. Light sudah tahu siapa yang melakukannya, hanya saja ia ingin melihat wajah pelaku itu sekali lagi sebelum masuk ke pengadilan dan mendapatkan hukumannya.


Light masuk ke dalam suatu ruangan yang terdapat beberapa meja. Ruangan itu memang digunanan untuk menemui para tahanan, baik dari pihak keluarga maupun pengacara. Light duduk, sementara Black berdiri di sampingnya. Light sengaja meminta jam khusus untuk bertemu dengan pelaku karena ia tak ingin suasana yang terlalu ramai.


Tak berselang lama, seorang petugas polisi datang dengan seorang tahanan. Wanita itu menengadahkan kepalanya dan melihat kehadiran Light di sana.


"Ahhh Tuan Light, anda mengunjungiku? Aku tahu kamu pasti akan ke sini dan meligat keadaanku. Cepat bebaskan aku," ucapnya sementara Light hanya duduk diam sambil melipat kedua tangan di depan dada.


Wanita itu mendekati Light dan memegang lengan Light, "Aku tahu sebenarnya bahwa kamu pasti dijebak oleh wanita itu. Ia pasti menggunakan tubuhnya untuk menggodamu. Ketika ia hamil, kamu akan terjerat semakin dalam olehnya. Karena itulah aku harus membunuhnya, agar kamu terbebas. Aku sangat mencintaimu."


Light menghempaskan wanita itu dan menatapnya dengan tajam, "Akan kupastikan kamu mendekam lama di dalam penjara."


"Aku membantumu untuk terbebas dari wanita itu. Sejak awal aku tahu bahwa keberadaannya hanyalah untuk menggodamu dan mengambilmu dariku."


"Aku bukan milikmu dan aku tak perlu bantuan apapun darimu," ucap Light dengan ketus.


Wanita itu kembali mendekat, kemudian berlutut dan memeluk kaki Light, "Apa saat ini kamu masih mendapatkan ancamannya? Aku sudah menabraknya, anaknya pasti sudah meninggal. Kamu bebas kan? karena itu sekarang kamu harus membebaskan aku."


"Cukup, Nona Sunny!! Aku ke sini hanya untuk melihatmu. Ternyata kamu sama sekali tidak menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan, bahkan merasa bangga dengan itu. Aku pastikan kamu akan mendekam di penjara karena telah menabrak istriku dan berniat membunuh anakku."


"Istri?"


"Ya! Maystar Asher adalah istriku dan jangan pernah sekalipun kamu mengganggunya. Mengerti kamu?!" Light memerintahkan pada Black untuk mengurus sisanya sementara ia akan kembali ke apartemen.


Di dalam mobil, Light kembali berpikir mengenai dirinya sendiri. Sebenarnya, ia tak ada bedanya dengan Sunny. Ia juga memiliki dendam pada Star, meskipun ternyata dendam itu salah sasaran.


Grandpa, apa yang harus kulakukan sekarang? Aku berjanji akan membuatnya sembuh. Setelahnya, aku akan menuruti apapun permintaannya, meskipun ia menginginkan perpisahan. Aku hanya ingin ia bahagia, meskipun nantinya aku yang akan hancur. Itu semua harus kutanggung karena kesalahanku. - Light.


*****


"Kamu makan dulu," ucap Light sambil menyuapi Star, "Ayo buka mulutmu, aaa."


Star menggendong Ella sambil memberikan susu. Saat ini mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia. Mom Amelie mengintip dari balik pintu dan tersenyum melihatnya. Ia sangat berharap putra dan menantunya bisa hidup bahagia seperti keluarga yang lain.


tokk ... tokk ... tokk ...


"Mom?" ucap Light.


"Kamu makan dulu Light, Mommy akan menggantikanmu."


"Tidak perlu, Mom. Aku belum lapar."


"Belum, nanti setelah selesai ini, baru aku akan makan. Lagipula aku belum lapar."


"Apa aku merepotkanmu?"


"Tentu saja tidak. Aku suka menyuapimu," jawab Light. Ia terus menyuapi Star.


"Kalau begitu Mom keluar dulu ya," ucap Mom Amelie.


"Ok Mom, Thank you," ucap Light.


"Ella sudah selesai meminum susunya," Light kembali melanjutkan ucapannya dan mengambil botol susu dari tangan Star.


Star menyentuh tangan Light, "Terima kasih," tapi ia merasa ada yang aneh hingga menautkan alisnya.


"Ahh aku memakai sarung tangan," ucap Light ketika merasakan apa yang Star pikirkan.


"Untuk?"


"Agar kamu tak langsung menyentuhku," jawab Light, "Aku tak ingin menyakitimu."


"Tidak akan apa apa kalau hanya sedikit," ucap Star.


"Aku tidak akan menyakitimu meskipun hanya sedikit. Sudah terlalu banyak kesakitan yang kuberikan. Makanmu sudah selesai. Aku akan membawa piring dan botol ini ke dapur dulu."


"Baiklah."


Ia sangat berbeda, sungguh berbeda. Ia tidak sama dengan Tuan Xavier Light yang kejam, dingin, dan selalu berkata kasar. Ia lembut dan aku bisa merasakan semua ketulusannya. - Star.


Setelah selesai meletakkan semua, Light kembali ke kamar, " Aku akan ke kantor sebentar. Nanti sore akan menjemputmu untuk bertemu dengan Dokter Dea."


"Aku bisa berangkat bersama Mom," ucap Star.


"Tidak. Aku yang akan menjemputmu."


Light tak pernah meminta siapapun mengantar dan menjemput Star saat melakukan terapi. Ia lebih memilih menitipkan Ella pada Mom Amelie dan dia sendiri yang akan mengantar jemput istrinya.


Sudah hampir 1 bulan Star melakukan terapi. Semakin hari, semakin banyak hal yang ia ceritakan pada Dokter Dea. Ia sangat senang sekali memiliki teman bicara. Ia bisa menyampaikan semua isi hatinya dan merasakan kelegaan yang tak pernah ia rasakan.


🧡 🧡 🧡