LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
LUKISAN



2 bulan sudah Leon dan Amelie berkeliling di Benua Eropa. Mereka mendatangi beberapa negera yang memiliki pemandangan cantik, serta kuliner yang luar biasa. Di setiap negara, mereka akan menghabiskan waktu sekitar 1 minggu.


Amelie selalu mengirimkan beberapa fotonya untuk dikirimkan pada Star. Star menerimanya dengan antusias karena itu berarti lukisannya semakin hari akan semakin rampung.


Star mengambil pesanan makanan yang ia pesan secara online. Ia meletakkannya di atas meja makan dan akan memakannya nanti. Seperti biasa, ia akan memakannya jika makanan itu sudah dalam keadaan dingin.


📩 ini adalah foto terakhir. Apa kamu bisa menyelesaikannya dengan cepat? Aku sudah tak sabar untuk melihatnya.


Star membalas pesan tersebut bahwa ia akan menyelesaikannya kurang dari 1 minggu. Amelie yang membaca pesan tersebut sangat senang.


Star pun langsung bergegas menyelesaikan lukisannya. Ketika lukisan selesai, maka ia akan mendapatkan bayarannya. Tabungannya sudah sangat menipis, apalagi setelah ia membayar denda ke XL Corp yang jumlahnya sangat fantastis.


Star memang melakukan penghematan yang cukup signifikan. Ia tak ingin orang tuanya mengetahui keadaannya, karena itu akan membuat mereka khawatir lagi. Star menikmati makanan yang ia pesan, setelahnya ia langsung melanjutkan kembali lukisannya.


Tak ada kata istirahat untuk Star karena keinginannya untuk segera menyelesaikan. Setelah 3 hari berlalu, akhirnya Star menyelesaikan lukisannya. Ia berdiri memandangi lukisan tersebut, tersenyum sambil memegang kuasnya.


Kini saatnya aku beristirahat. - Star merentangkan kedua tangannya setelah ia meletakkan kuasnya. Ia pun segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Star merendam tubuhnya dengan air dingin. Ia sangat menikmati hal tersebut, bahkan ia memejamkan matanya.


Setelahnya, seperti biasa ia akan menatap dirinya sendiri di cermin. Sejak malam di mana Light melecehkan dirinya, ia terus menerus menguatkan dirinya sendiri. Tak mungkin ia menceritakan hal tersebut pada siapapun, ia adalah wanita kuat dan tak ingin dikasihani.


Star menikmati makan malamnya, kemudian tidur lebih cepat. Ia akan menghabiskan malam panjang ini dengan tidur yang lama.


*****


Amelie mengetahui kalau pelukis yang ia minta untuk melukis foto keluarganya adalah seorang wanita. Dari cara ia melukis dan berbalas pesan, sangat mudah untuk diketahui.


Amelie kembali mengirimkan pesan kepada Star bahwa ia sudah mentransfer uang pembayaran. Star tentu saja merasa senang. Namun, pesan selanjutnya yang ia dapatkan membuat dadanya sedikit terasa sesak.


Kini ia berdiri di depan XL Corp, perusahaan yang pernah menjadi bagian dari hidupnya, meski hanya 3 bulan saja. Ia sudah meminta bantuan seorang untuk membawakan lukisan yang ia buat ke depan perusahaan itu.


"Selamat siang, Tuan," Star menyapa seorang security yang berjaga di sana.


"Nona Star?" Star tidak menyangka security itu mengenalinya, padahal ia sudah mengenakan masker dan kacamata, meskipun bukan kacamata hitam.


"Maaf, saya ingin menyerahkan ini untuk Tuan Light. Apa saya bisa menitipkannya di sini?"


"Maaf Nona, sebaiknya anda memberikannya secara langsung karena kami di sini tidak diizinkan untuk menerima barang apapun."


"Baiklah kalau begitu," Star akhirnya masuk dan ia juga meminta bantuan dari sang security untuk membawakan lukisan tersebut ke lantai tempat ruangan CEO berada.


Star melihat sekeliling ketika lift sudah mencapai ke lantai 5. Ia tersenyum ketika mengenang ini adalah lantai yang sering ia datangi selama 3 bulan.


"Terima kasih, Tuan," Star mengucapkan kata tersebut setelah sang security meletakkan lukisannya persis di sebelah meja yang dulu ia tempati. Tak ada yang berubah, meja itu masih di sana dan barang barangnya juga masih sama posisinya.


"Nona Star?"


"Selamat siang, Tuan Black."


"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya asisten Black.


Star tersenyum kemudian menunjuk sebuah benda berbentuk persegi yang ia bungkus dengan kertas berwarna coklat dan sebuah tali sebagai pengikatnya dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.


"Aku ingin menyerahkan ini kepada Tuan Light. Ini adalah pesanan dari Nyonya Amelie."


"Anda bisa memberikannya sendiri," ucap asisten Black.


"Saya hanya akan mengantar sampai di sini saja, Tuan. Saya harus segera kembali karena ada sesuatu yang harus saya kerjakan. Mohon bantuan anda, terima kasih."


Star membungkukkan tubuhnya untuk pamit, kemudian berjalan pergi dari sana. Asisten Black hanya bisa melihat kepergian Star, kemudian mengalihkan pandangannya pada benda yang terbungkus kertas berwarna cokelat tersebut.


Asisten Black membawa benda tersebut masuk ke dalam ruangan Light. Light yang melihat asistennya masuk kembali, menautkan kedua alisnya, "Apa ada masalah lain?"


"Tidak, Tuan. Hanya ada kiriman untuk Nyonya Amelie."


"Mommy?"


"Tadi Nona Star berkata seperti itu," jawab asisten Black.


"Siapa?"


"Nona Star, Tuan. Ia yang membawakan benda ini ke sini," jawab asisten Black.


"Lalu di mana dia?" tanya Light.


"Ia sudah pulang setelah memberikan ini pada saya," Light langsung bangkit dari duduknya. Ia berlari keluar dari ruangan dan mencari keberadaan Star. Ia harus kembali menegaskan pada wanita itu agar tak mendekati keluarganya.


Light yang melihat keberadaan Star di depan lift, langsung menarik pergelangan tangan wanita itu dan masuk ke dalam lift bersama sama.


"Lepaskan aku!" teriak Star sambil menghempaskan tangan Light yang memegang pergelangan tangannya.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Apa kamu mulai mendekati Mommyku? Apa sebenarnya yang kamu rencanakan?" Light terus mencecar Star dengan pertanyaan pertanyaan hingga tiba tiba lift berhenti secara mendadak.


"Ahhh!"


🧡 🧡 🧡