LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
KECUPAN



Light duduk diam di hadapan Star saat ini. Ia menggendong putri mereka yang sudah tertidur kembali dalam pelukan Light. David dan Angel akhirnya membiarkan Light masuk ke dalam kamar tidur Star, siapa tahu itu akan membuatnya bangkit dari traumanya.


"Star, maukah kamu memaafkanku?" tanya Light.


"Kamu tidak salah, akulah yang salah. Seharusnya aku mati saja hingga tak menjadi beban bagi siapapun," jawab Star.


"Jangan berbicara seperti itu. Aku tahu kamu pasti sangat marah padaku. Aku tanpa tahu permasalahannya, membalaskan dendam padamu. Bahkan saat ini aku mengambil putri kita darimu."


"Aku belum mengucapkan terima kasih padamu. Terima kasih karena dulu sudah menyelamatkanku. Terima kasih karena sudah mau menikah denganku, dan terima kasih karena sudah melahirkan seorang putri cantik untukku. Aku berjanji akan membayar semuanya. Kita akan membuat keluarga yang utuh untuk Ella," ucap Light.


"Jangan mengharapkan apapun dariku. Bukankah kita sudah bercerai?"


"Tidak ada perceraian di antara kita dan tak akan pernah ada. Aku tidak akan pernah melepaskanmu," ucap Light.


Star tersenyum, "Apa kamu tidak melihat bagaimana keadaanku? Apa yang bisa diharapkan dari wanita buta sepertiku? Dan satu hal yang perlu kamu tahu, aku tidak bisa menjadi istrimu sepenuhnya."


"Aku tidak peduli! Asalkan kamu tetap ada di sampingku dan membesarkan Ella bersama denganku, bagiku itu sudah cukup," tegas Light.


Light berjalan mendekati Star, kemudian meletakkan putrinya di atas pangkuan Star, "apa kamu tak ingin menggendongnya? Ia sangat merindukanmu."


Star merasakan sesuatu di tangannya, harumnya, ia sangat menyukainya. Hangatnya, tak terasa menyakitkan baginya.


Apa ini putriku? Kalau benar, aku tidak yakin aku mampu melepaskannya dan memberikannya pada Light. - Star.


"Astrella Axelle Sebastian. Aku memberikan nama itu padanya. Maaf jika aku secara sepihak memberikannya. Astrella artinya bintang kecil. Aku memberinya nama seperti namamu."


"Apa aku boleh memilikinya?" tanya Star tiba tiba.


"Tentu saja. Kita adalah keluarga. Kita akan selalu bersama," ucap Light.


Star tak terlalu memperdulikan ucapan Light. Ia terlalu terlena dengan seorang bayi yang ada dalam genggamannya.


"Bolehkah aku tetap menggendongnya?" tanya Star lagi.


"Tentu saja. Pulanglah bersamaku. Kita akan merawat Ella bersama sama."


"Aku mau," tanpa berpikir panjang, Star menyetujui permintaan Light. Ia akan pergi ke mana saja, asalkan Ella ada bersamanya.


"Dan berjanjilah padaku kalau kamu akan mengikuti terapi untuk kesembuhan matamu. Bukankah kamu ingin melihat Ella? ia sangat cantik, sama seperti dirimu," suara Light yang begitu lembut membuat Star nyaman. Ia terus memeluk putrinya dan sebentar ia mengayunkannya.


*****


"Kami akan merawatnya," ucap Leon dan Amelie.


"Aku pastikan Light tak akan berbuat hal yang akan menyakiti Star lagi. Kalian bisa memegang kata kataku," janji Amelie.


Leon melihat wajah sahabatnya yang terlihat begitu sendu. Ia seakan tak sanggup untuk berpisah dengan putrinya, apalagi kembali menyerahkan Star ke tangan seseorang yang telah menyakitinya.


"Aku mohon pada kalian. Berikanlah Light kesempatan. Aku tahu apa yang telah ia lakukan adalah salah, tapi ia mau berubah. Ia sudah tahu semuanya dengan jelas, tak ada yang kami tutupi lagi. Aku juga akan menjelaskan kondisi Star padanya, aku berharap ia akan menerima dan mengerti," ucap Amelie sambil menggenggam tangan Angel.


*****


Star masuk ke dalam kamar tidurnya, kamar utama yang digunakan oleh Light. Kamar itu sangat besar dibanding kamar yang dulu ia tempati.


Star merasakan wangi ruangan yang berbeda, bukan kamarnya yang dulu, "ini bukan kamarku."


"Ini kamarku, kamar kita. Kamarmu yang dulu digunakan oleh Dad dan Mom."


"T-tapi aku ...," Star tiba tiba menjadi takut.


"Aku tak akan menyentuhmu lagi. Maafkan aku. Saat itu aku benar benar dikuasai oleh dendam dan tanpa sadar menyakitimu."


Sudah berkali kali Light mengucapkan kata maaf dan Star bisa mendengar nada ketulusan di dalamnya, "Jangan meminta maaf lagi padaku. Asal kamu memegang kata katamu, aku sudah berterima kasih."


Pintu kamar tidurnya diketuk dan pintu terbuka, terlihatlah Mom Amelie di sana, "Light, bisakah Mommy bicara sebentar?"


"Baik, Mom."


"Aku titip Ella sebentar," Light meletakkan putri mereka di pangkuan Star, lalu keluar untuk menemui Mommynya.


Di luar,


"Ada apa, Mom?"


"Ada sesuatu yang perlu kamu ketahui tentang Star."


Light menautkan kedua alisnya. Apa masih ada lagi yang belum ia ketahui tentang istrinya itu?


"Star memiliki trauma terhadap panas. Ia tak suka semua hal tentang panas," ucap Amelie. Hal itu membuat Light mengalami kilas balik di dalam pikirannya, bagaimana Star panik dan pingsan.


"Ia akan mengalami sesak nafas jika mengalaminya ... dan kamu tidak bisa menyentuhnya. Ia tak suka dengan sentuhan dari pria karena menurutnya itu panas dan akan menyakitinya. Mommy bertanya, apakah kamu akan tetap menerima Star sebagai istrimu?"


Apa kamu tidak melihat bagaimana keadaanku? Apa yang bisa diharapkan dari wanita buta sepertiku? Dan satu hal yang perlu kamu tahu, aku tidak bisa menjadi istrimu sepenuhnya. - Light teringat akan kata kata Star.


"Ia adalah istriku, Mom. Dan akan tetap seperti itu. Aku tak akan melepaskannya. Aku sudah banyak menyakitinya, tak mengapa bila aku tak bisa menyentuhnya jika memang itu yang harus kuterima. Semua akan kujalani."


Amelie memeluk Light, pelukan yang sangat hangat dan nyaman. Light merasa sudah lama sekali ia tak merasakannya dan ia sangat merindukannya.


"Mommy menyayangimu Light. Mommy percaya semua akan pulih seperti sedia kala. Hanya saja kamu harus bersabar," Amelie mengelus bahu putra pertamanya itu.


Light kembali ke kamar setelah menyelesaikan pembicaraannya dengan Mom Amelie. Saat masuk ke dalam kamar, ia melihat pemandangan yang membuat hatinya terasa luar biasa, melihat Star sedang terlelap dengan Ella di sebelahnya yang juga terlelap.


Light berjalan mendekat. Ia mengecup pipi putrinya yang kemerahan, juga mengecup kening Star, "Aku berjanji akan membuatmu bahagia. Maafkan aku atas semua kesalahanku yang dulu."


Light meninggalkan keduanya untuk membersihkan diri. Hatinya terasa sangat senang setelah memberikan kecupan tadi, seperti vitamin baginya.


Mungkin aku bisa menyentuhnya, tapi hanya saat ia tertidur. - Light.


🧡 🧡 🧡