
Hari ini Star berencana keluar dari apartemennya. Jujur sudah lama sekali rasanya ia tak keluar. Biasanya ia memesan semuanya via online. Bukankah sekarang zaman sudah canggih hingga kita tak perlu keluar rumah bila menginginkan sesuatu.
Namun, karena permintaan khusus dari Mommy tersayangnya, ia tak mungkin menolak dan terpaksa harus keluar dari persembunyiannya selama ini. Ia berjalan keluar dari sebuah jalan kecil, persis di sebelah perusahaan bernama XL Corp.
Star memang masih berada di Kota London dan berada sangat dekat dengan XL Corp. Bukankah tempat persembunyian terbaik adalah tempat di mana musuh kita berada? Star tak ingin membenci siapapun, tapi ia juga tak ingin berteman dengan siapapun. Ia merasa lebih aman seperti ini.
Dengan menggunakan long coat hingga menutupi tubuhnya dari atas hingga ke bawah, Star berjalan menyusuri trotoar. Ia menggunakan masker, topi dan kacamata hitam. Di pinggir jalan ia menyetop taksi dan langsung naik. Ia memberitahukan alamat yang ingin ia tuju, kemudian duduk diam menatap ke arah jendela.
Ia membuka kacamata hitam dan maskernya kemudian memperhatikan para pejalan kaki yang terlihat begitu memadati kawasan itu. Sesekali ia tersenyum saat melihat sebuah keluarga kecil, yang terdiri dari Ayah, ibu, dan seorang anaknya, berjalan bersama sambil sesekali bercanda.
Taksi yang Star naiki berhenti di sebuah lampu merah. Ia masih menatap ke depan melalui jendela yang ada di sebelahnya. Ia tak menyadari ada sepasang mata yang melihat dan memperhatikannya tanpa berkedip.
Maystar?
Saat lampu telah berubah hijau, mobil yang mereka berdua naiki berjalan ke arah yang berbeda. Yang satu mengarah ke kiri dan yang satunya lurus. Mata tajam itu terus melihat ke arah mobil yang dinaiki oleh Star hingga tak terlihat karena mobil mereka telah saling menjauh.
*****
Taksi yang dinaiki Star berhenti di depan sebuah rumah 1 lantai yang tidak terlalu besar. Setelah membayar taksi yang dinaikinya, Star mendekat ke arah pagar berwarna hitam yang sedikit dililiti oleh tanaman rambat.
"Permisi, Selamat pagi," sapa Star. Pada awalnya ia mencoba mencari tombol bel, tapi tak menemukannya, jadi terpaksa ia berteriak.
Dari dalam rumah, keluar seorang wanita yang sepertinya sudah berusia sangat lanjut, "Nona Maystar?"
Star menganggukkan kepalanya. Mommynya memang sudah mengatakan kalau ia hanya perlu menyebutkan nama saja. Ia tersenyum ketika wanita yang hampir seluruh rambutnya sudah berubah menjadi warna putih membukakan pintu pagar untuknya dan mempersilakan dirinya untuk masuk.
"Duduklah dulu. Apa kamu ingin minum sesuatu?"
"Ooo tidak perlu, terima kasih banyak, Nyonya," jawab Star.
"Aku datang kemari hanya untuk mengambil snowball pesanan atas nama Asher"
"Baiklah, tunggu sebentar ya," Wanita itu masuk ke dalam suatu ruangan. Agak sedikit lama ia berdiam di dalam sebelum akhirnya ia keluar lagi.
"Itu foto putriku," Star yang tiba tiba mendengar suara dari arah belakang tubuhnya tersentak kaget, pasalnya ia sama sekali tak mendengar wanita tua itu keluar dari kamar tersebut.
"Cantik," ucap Star.
"Terima kasih," wanita itu memberikan snowball pesanan Star, kemudian Star keluar dari rumah itu setelah berpamitan. Wajah Star berubah seakan di dalam pikirannya saat ini terasa sangat penuh. Ia merssa mengenal gadis dalam foro tersebut, tapi ....
Sementara itu di sebuah perusahaan, Light sedang mendengarkan presentasi dari manager di perusahaan tersebut. Mereka berencana melakukan kerja sama dalam pengadaan barang dan jasa untuk sebuah event yang akan dilakukan oleh perusahaan tersebut. Event ini adalah event yang besar sehingga Light ingin mencoba mengambil bagian dalam penyelenggaraannya.
Namun, pikirannya bercabang. Ia masih memikirkan seorang wanita yang tadi ia lihat. Maystar? Apa benar yang ia lihat adalah wanita itu? 1 bulan tak melihatnya, mengapa ia agak berubah, lebih cantik.
Light benar benar tak bisa berkonsentrasi saat ini dan asisten Black menyadari itu. Ada sesuatu yang salah dengan tuannya.
"Anda baik baik saja, Tuan?" tanya Black.
"Hmmm ....," Sejak kejadian di ShenZhen, tuannya itu memang sedikit berubah. Ia tidak lagi terlalu kejam, namun jauh lebih pendiam. Sering sekali Black melihatnya termenung dan melamun sendiri, bahkan saat mereka sedang berdiskusi.
*****
"Apa kamu sudah mengambilnya, sayang?" tanya Angel.
"Sudah, Mom. Tapi aku tak berani membukanya," jawab Star.
"Kapan kamu akan kembali ke Munich? Jangan melewatkan ulang tahun Daddymu, okay."
"Okay, Mom."
Di Munich, Angel sedang mempersiapkan ulang tahun suaminya yang akan dirayakan 2 minggu lagi. Ia bahkan akan memberikan kejutan besar bagi suaminya itu, selain snowball kesukaannya.
Angel mengangkat ponsel dan mulai menghubungi para sahabat suaminya, berharap mereka akan hadir dalam acara itu. Angel sangat tahu bagaimana kedekatan mereka, namun David selalu lebih memilih keluarganya. Saat ini putra putri mereka sudah besar dan seharusnya tak ada lagi yang perlu ditakutkan.
🧡 🧡 🧡