
David tak bisa berbuat apa apa ketika Light membawa pulang cucunya, putri dari Star. Sementara ini ia akan lebih fokus untuk kesembuhan Star.
Setiap hari, Light selalu datang mengunjungi Star meskipun mendapatkan penolakan. Oleh karena itu, ia mengambil waktu saat kedua orang tua Star sedang pergi keluar untuk makan ataupun kembali ke apartemen yang mereka sewa. Light menempatkan seorang mata mata di sana untuk mengabarinya, bahkan membayar seorang dokter untuk memberikan informasi mengenai rekam medis Star sekarang dan ke depannya.
"Sampai kapan kamu akan tertidur? Apa dirimu tak akan memberi kesempatan padaku untuk menebus semua kesalahanku? Apa kamu tak ingin menemui putri kita?" Light terus mengajak Star untuk berbicara, tapi tak pernah ada balasan. Star seperti sudah nyaman dengan tidurnya.
Setelah beberapa saat berada di sana, Light bangkit dari duduknya. Ia segera keluar dari kamar rawat dan meninggalkan rumah sakit. Salah seorang informannya sudah memberitahu bahwa David Asher dan istrinya sudah tiba kembali di rumah sakit.
*****
Setiap malam, Light akan tidur bersama dengan putri kecilnya yang ia beri nama Astrella Axelle Sebastian. Ia memang menggunakan jasa babysitter, tapi tetap dengan pengawasan dari kedua orang tuanya yang kini tinggal bersamanya di apartemen.
Tanpa sepengetahuan Light, David telah meminta Mave untuk mempersiapkan semua kepindahan Star. Ia akan membawa putrinya, jauh dari Light, jauh dari Kota London.
Black yang mengetahui itu, mencoba menghubungi atasannya. Namun karena hari sudah malam, Light pasti sudah tertidur. Ia pun akan memberitahu pada tuannya itu esok hari, dengan tetap memberikan pengawasan kepada Star.
Ella, panggilan yang diberikan oleh Light pada putri kecilnya, menangis. Hal itu membuat Light terbangun dan memberikan susu kepada putrinya. Setelah selesai dengan kegiatannya setiap malam, Light mengambil ponsel dan memeriksanya. Ia melihat ada beberapa panggilan dari Black, membuatnya mengerutkan kening karena tidak biasanya Black menghubunginya berkali kali. Namun, tak ada satu pun pesan yang dikirimkan oleh Black.
Akhirnya, Light kembali berbaring di atas tempat tidurnya dan melanjutkan tidurnya. Meskipun ia sulit sekali untuk kembali terlelap, tapi ia terus mencobanya karena ia tak mau aktivitasnya esok hari terganggu.
Keesokan paginya, Light langsung menghubungi Black setelah memberikan putrinya kepada sang pengasuh.
"Ada apa, Black?" tanya Light.
"Mereka membawa Nyonya Star pergi dari London, Tuan."
Black masih menyebut Star dengan panggilan Nyonya, karena memang Star masih berstatus sebagai Nyonya Light Sebastian. Light tidak pernah menyerahkan surat perceraiannya ke pengadilan sehingga pernikahan mereka masih sah.
"Ke mana mereka membawanya, Black?" tanya Light sedikit geram.
"New York," jawab Black singkat.
Light memutus sambungan ponselnya. Ia tak bisa berbicara banyak saat ini karena ia membutuhkan waktu untuk berpikir. Apa yang harus ia lakukan, kapan ia harus melakukan, dan bagaimana ia akan melakukannya.
David membawa Star bukan ke rumah sakit, melainkan ke sebuah rumah di pedesaan di salah satu kota di Kanada. Tanpa Light ketahui, mereka mengelabui keberangkatan mereka.
David bukan orang yang bodoh. Ia tahu Light adalah salah seorang pengusaha yang memiliki nama dan kekuasaan di London. Tidak akan sulit baginya melakukan apapun. Oleh karena itu, David harus menggunakan cara licik juga. Ia membuat 2 keberangkatan. Keberangkatan pertama menuju New York dengan dirinya dan Angel yang berpura pura menjadi Star yang ikut pergi, sementara keberangkatan kedua yang adalah keberangkatan sebenarnya adalah Star bersama dengan Mave.
Mereka khusus menyewa jet pribadi agar tidak dapat terlacak. David hanya ingin memberikan ketenangan bagi Star dan juga keluarganya.
Sebuah rumah pedesaan dengan hawa yang sejuk dan dikelilingi oleh padang rumput, menjadi tempat yang di rasa paling pas untuk merawat Star. Mave akan segera kembali ke Munich setelah kedua orang tuanya datang dan menemani Star. Bagaimanapun juga, ia harus tetap memegang kendali atas Perusahaan Asher.
*****
Kemarahan Light tak terbendung ketika ia mengetahui bahwa dirinya telah terkecoh. Kini ia duduk sendiri di ruang duduk di apartemennya.
"Light," panggil Mom Amelie.
"Ada apa, Mom?" tanya Light dengan datar.
"Apa kamu sudah menemukannya?"
"Belum, tapi aku pasti akan menemukannya," Light meminta bantuan kembali dari Black Alpha. Awalnya Azka menolak untuk membantu Light, meskipun ia adalah keponakannya. Namun, melihat bahwa Light begitu ingin mengetahui keberadaan Star dan ingin membawanya pulang, membuat hati Azka sedikit melunak.
"Apa kamu menyesali semua perbuatanmu?"
Light terdiam. Jika ia ditanya seperti itu, tentu saja ia menyesal. Hanya saja ia masih tak mampu untuk mengatakannya pada siapapun. Di dalam apartemen, ia selalu memandangi pintu kamar di mana Star dulu menempatinya. Kilasan balik saat saat itu kembali terputar di kepalanya.
Kalau saja aku mengetahuinya sedari awal ... Kalau saja aku bisa memutar semuanya, aku tak akan menyakitimu.
Tapi, mungkin dengan cara inilah Tuhan membuat kita bersatu dalam sebuah pernikahan, dan aku tak akan pernah menceraikanmu. Selamanya kamu akan menjadi milikku, apapun yang terjadi.
🧡 🧡 🧡