
"Bagaimana, Dok?"
"Sepertinya kebutaan yang dialami oleh Nona Star hanya bersifat sementara. Ini lebih terlihat karena terjadi shock atau trauma dari kejadian yang ia alami," jelas sang dokter saat melihat hasil rontgen.
David dan Angel tersenyum mendengar kabar tersebut, berbeda dengan Star yang hanya diam saja. Dokter menjadwalkan beberapa terapi untuk Star dan kedua orang tuanya menyetujui.
Setelah itu mereka pun pulang. Di dalam sebuah mobil yang sangat sederhana, hanya keheningan yang tercipta. David dan Angel menyadari ada sesuatu yang membiat Star terdiam.
"Sayang, ada apa denganmu? Apa kamu tidak suka tinggal di sini?" tanya Mom Angel.
"Aku suka, di sini dingin," jawab Star.
"Lalu apa yang membuatmu murung?"
"Tidak, Mom. Tidak ada. Aku hanya merindukan Mave," elak Star. Sebenarnya ia sangat ingin menggendong bayinya, bayi kecil yang selalu ia rasakan bergoyang di dalam perutnya.Namun, tak mungkin ia memintanya.
Saat dulu ia berada di apartemen Light, ia selalu mengajak bayi yang ada di dalam kandungannya untuk bicara. Sekarang, ia hanya akan sendirian di dalam kamar tidur. Ia tak mungkin meminta kedua orang tuanya untuk menemaninya setiap saat, itu terlihat sangat merepotkan.
*****
Light yang tak menemukan Star lama kelamaan menjadi semakin kacau. Ia lebih sering menghabiskan waktu di perusahaan, namun setiap malam ia akan selalu tidur bersama dengan putrinya.
Tubuhnya mulai kurus dan seperti tak terurus. Light bahkan jarang bercukur. Siang itu di perusahaan, Light kedatangan seorang tamu.
"Uncle?" matanya seakan tak percaya Azka akan datang kembali menemuinya. Sejak keluarganya mengetahui kejadian itu, mereka seakan mulai menjauh kecuali Daddy dan Mommynya. Bahkan Ray saja tidak pernah lagi menemuinya.
"Aku tidak akan lama. Aku ke sini karena permintaan kakakku dan aku tidak bisa melihatnya memohon dan menangis di hadapanku. Aku berharap kamu bisa mengambil jalan yang terbaik dan jadilah pria yang bertanggung jawab," Azka meletakkan sebuah map di atas meja Light, kemudian keluar tanpa berpamitan.
Tanpa banyak bicara, Light langsung membuka map tersebut. Ia tersenyum ketika melihat bahwa Uncle Azka dengan mudahnya mengetahui di mana keberadaan Star. Kini, saatnya dia yang bertindak.
Light menyerahkan semua urusan perusahaan kepada Black. Ia sangat percaya pada Black karena memang sejak ia membuka perusahaan itu, Black yang selalu ada bersamanya.
Light segera pulang dan menemui Dad Leon dan Mom Amelie. Bagaimanapun juga, ia membutuhkan bantuan mereka untuk sementara ini menjaga Ella. Ia harus menemui Mommy dari Ella terlebih dulu.
"Dad, Mom, terima kasih sudah mau membantuku. Aku tahu selama ini aku bukanlah anak yang baik. Tapi, aku berjanji akan berubah," ucap Light.
Amelie langsung memeluk putranya, "Mommy akan selalu mendoakanmu, sayang. Mommy senang kamu mau berubah."
"Thanks Dad," Light pun pergi meninggalkan apartemennya, menuju bandara. Ia menggunakan pesawat komersil dengan lama penerbangan sekitar 8 jam. Di dalam pesawat, Light berpikir apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia katakan, agar bisa meluluhkan hati Star dan juga keluarganya.
*****
David yang terbangun lebih pagi hari ini, mendapati suara ribut di area depan rumahnya.
Bughh
Bughh
Bughh
"Hentikan Mave!" teriak Dad David ketika melihat Mave sedang memukuli seseorang di teras rumah. Mave baru saja tiba di rumah pedesaan 2 hari yang lalu. Ia sangat merindukan keluarganya karena itulah ia mengunjungi mereka.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya David ketika melihat siapa yang dipukul oleh Mave.
Light melihat ke arah David. Mata mereka saling bertatapan, "Apa kamu masih belum puas mekukai dan menyakiti putriku, sampai sampai kamu masih mencarinya?"
"Aku ingin bertemu dengannya."
"Tidak! Aku tak akan pernah mengijinkanmu bertemu dengannya. Sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini," ucap David. Mave tersenyum sinis melihat ke arah Light.
Light mengusap ujung bibirnya yang terasa perih karena luka akibat pukulan yang diberikan oleh Mave. Ia tahu pukulan itu tak sebanding dengan apa yang telah diterima dan dirasakan oleh Star akibat ulahnya. Namun, apakah ia tak boleh berubah dan meminta maaf.
"Aku tak akan pergi dari sini sebelum aku bertemu dengan Star."
"Hmmm ...," David mendengus kesal. Ia tahu Light adalah tipe pria yang keras kepala.
"Terserah padamu, tapi kupastikan bahwa kamu tidak akan bisa melihat putriku, apalagi mendekatinya."
David dan Mave masuk kembali ke dalam rumah, meninggalkan Light di teras rumah tersebut. Light duduk di sebuah kursi kayu yang ada di sana. Ia akan menunggu Star, meskipun Ia tak diperbolehkan menemuinya.
🧡 🧡 🧡