LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
HARI ULANG TAHUN



Sehari sebelum acara ulang tahun Dad David diadakan, Star pulang ke Munich. Ia tak membawa banyak barang seperti biasanya karena ia hanya akan berada di sana saat weekend saja.


"Sayang! Kamu sudah sampai? Mengapa tidak menelepon? Mommy akan menjemputmu di bandara."


"Tak perlu Mom. Aku kan tinggal naik taksi saja. Jadi Mommy tidak perlu bolak balik. Lagipula Star tahu, mommy pasti sibuk sekali," goda Star.


"Ahhh kamu tahu saja. Nanti malam, bantu Mommy untuk menghias ruangan ini, okay? Mommy tidak sanggup kalau sendirian. Kalau Mommy hias sekarang, bukan kejutan lagi nanti," pinta Angel.


"Siap, Mom. Aku ke kamar dulu ya, mau mandi."


"Baik, sayang," Star langsung naik ke lantai atas menuju kamar tidurnya. Ia ingin membersihkan tubuhnya.


*****


Malam hari, Mom Angel, Mave, dan Star, serta dibantu oleh para pelayan, mereka menghias ruang tengah, tempat acara ulang tahun diadakan. Dan dengan sangat terpaksa, Mom Angel mencampurkan sedikit obat tidur di minuman Dad David. Ia tak ingin suaminya itu terbangun saat mereka sedang bersiap siap dan malah mengacaukan kejutannya.


"Mom, apakah tamu yang datang akan banyak?" tanya Star. Mom Angel tahu kalau Star tidak terlalu menyukai suasana yang ramai. Putri kesayangannya itu lebih menyukai suasana yang tenang. Jika memang harus berkumpul, ia akan mencari tempat yang sedikit jauh.


"Tidak sayang. Mom hanya mengundang sahabat dekat Dad saja. Sudah lama rasanya mereka tidak berkumpul. Mom yakin Dad kalian pasti akan senang."


"Aku akan sangat senang jika Dad senang, Mom," ucap Star.


Keesokan paginya, David yang terbangun lebih dahulu begitu kaget dengan ruang tengah yang telah dihias. Bibirnya membuat sebuah lengkungan dan matanya berbinar binar. Mansion Asher tampak sepi, tentu saja karena semua penghuni masih terlelap karena mereka baru tidur menjelang pagi karena ternyata banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan.


"Sayang!" David yang begitu gembira langsung menghampiri istrinya yang masih terlelap dengan cantiknya di atas tempat tidur.


"Ehmmm," Angel sedikit menggeliat kemudian matanya menangkap sosok suaminya yang sudah berada di hadapannya dengan wajah yang sangat gembira.


"Happy birthday, sayang," ucap Angel sambil mengecup bibir suaminya.


"Apa kamu tidak ingin memberikanku hadiah istimewa?" tanya David yang langsung melihat ke manik mata Angel tanpa berkedip. Angel pun tahu apa yang diinginkan oleh suaminya itu. Ia pun kembali menempelkan bibirnya pada bibir suaminya, hingga terjadilah apa yang biasa terjadi pada pasangan suami istri.


Angel mengambil sebuah kotak dari dalam lemari nakasnya, kemudian memberikan itu kepada David. David yang baru mendapat hadiah istimewa, langsung tersenyum lagi ketika mendapatkan hadiah kedua. Matanya langsung membulat ketika melihat hadiah tersebut, sebuah miniatur London Bridge di dalam snowball.


"Sepertinya aku akan membawamu honeymoon lagi setelah ini," bisik David di telinga Angel. Ia kembali memberikan ciuman hangat pada istrinya itu, "Terima kasih, honey. I love you."


Acara diadakan pada siang hari. Para pelayan mulai meletakkan beberapa snack di atas meja, kemudian mereka juga menyiapkan berbagai masakan yang diletakkan di atas meja makan.


"Apa akan ada pesta besar?" tanya David ketika keluar dari kamar dan melihat kini ruang tengah tak hanya dihiasi dengan pernak pernik, tapi juga dengan makanan.


"Hmm ... pesta yang sangat besar, hanya untukmu," ucap Angel sambil memeluk David dari belakang.


"Happy birthday, Dad!"ucap Mave dan Star bersama sama.


"Mengapa Dad bangun siang sekali? padahal kami sudah menunggu Dad dari tadi," tanya Mave.


"Dad sedang menagih hadiah dari Mommy kalian," jawab Dad David sambil tersenyum dan melihat ke arah istrinya yang kini mencubit pinggangnya.


Sebuah mobil memasuki halaman kediaman Asher. Angel yang telah menantikan para tamunya pun segera berdiri dan menyambut kedatangan tamunya yang pertama.


"Angel!" sapa Diva. Adik iparnya itu datang lengkap, bersama suaminya Alvin dan juga kedua putranya, Ethan dan Enzo.


Usia yang tak terpaut jauh membuat keduanya dekat, bahkan tak menambahkan embel embel kakak dalam panggilan mereka.


"Ayo masuk!" ajak Angel.


"Happy birthday kakakku tersayang!" Diva langsung menghambur memeluk kakaknya. Ia sangat bahagia karena permintaannya dulu sepertinya sudah terpenuhi, kakaknya memiliki keluarga yang bahagia dan terutama ia memiliki istri yang sangat menyayangi dan mencintainya.


Tak berselang lama, datang Billy Argantara bersama istrinya Emma. Emma adalah mantan asisten pribadi David namun sudah ia anggap seperti adiknya sendiri. Sedangkan masalah antara Billy dan Angel dulu, sudah mereka lupakan.


Mereka duduk berbincang dan bercengkrama, menceritakan kehidupan mereka sehari hari. Bahkan kembali mengingat masa lalu mereka yang absurb.


"Apa Leon akan datang?" tanya Alvin.


"Apa kamu juga mengundang Leon ke sini, honey?" tanya David pada Angel. Angel menganggukkan kepalanya.


Suara mobil kembali terdengar memasuki kediaman Asher, "Sepertinya itu mereka."


Angel keluar dari ruang tengah dan menyambut kedatangan keluarga Sebastian, lengkap.


"Happy birthday," Leon memeluk David dan menepuk bahunya, "Akhirnya kamu jadi tua juga."


Hal itu sontak membuat yang berada di sana tertawa, sementara David mendengus kesal. Amelie memeluk Angel kemudian ikut mengucapkan selamat ulang tahun untuk sang tuan rumah.


Light dan Ray turut hadir di sana, tanpa mereka ketahui bahwa mereka memiliki alasan yang sama, yakni seorang wanita bernama Maystar Asher.


Ray ingin melihat bagaimana keadaan Star setelah ia keluar dari XL Corp. Ia menginginkan kebahagiaan wanita itu, tanpa bayang bayang kakaknya. Sementara Light ingin memastikan apakah Star sudah semakin tertekan mentalnya setelah kejadian itu, meskipun ia merasa pernah melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan wanita itu dan tampil tanpa rasa tertekan, malah semakin cantik.


Semua yang datang pasti memberikan selamat kepada David, sang tuan rumah. Namun tidak demikian dengan Light. Sikapnya yang dingin tetap terlihat. Ia bahkan masih menyimpan dendam pada seorang David Asher. Ia ingin membuat keluarga itu merasakan apa yang keluarganya rasakan. Jika Mommynya merasakan kehilangan Grandpa Axelle, maka seorang Maystar harus merasakan kehilangan seorang David Asher, baru itu seimbang.


Nyaman sekali hidup kalian. Bahkan kalian bisa merayakan ulang tahun dengan begitu meriah. Aku rasa kalian perlu merasakan kesakitan agar tahu bagaimana menjadi diriku yang paling benci dengan hari ulang tahunku sendiri. - Light


Mata Light memindai seluruh ruangan, seakan mencari keberadaan wanita yang ingin ia lihat, tapi ia tak menemukannya.


"Dad, Mom, semua sudah siap," ucap Maverick dari arah ruang makan.


David dan Angel langsung mengajak mereka untuk duduk bersama di ruang makan.


"Mave, bantu Mom panggilkan Star. Kita akan makan siang bersama."


"Baik, Mom," Ray dan Light yang mendengar itu langsung menajamkan pendengaran dan penglihatan mereka.


🧡 🧡 🧡