LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
TERIMA KASIH [THE END]



Honeymoon yang awalnya mereka rencanakan pun gagal karena Star tiba tiba saja membatalkannya. Ia merasa tidak rela meninggalkan Ella begitu lama. Ya, Light berencana melakukan honeymoon selama 1 bulan penuh.


"Apa kamu benar benar tidak ingin pergi, sayang?" tanya Light. Star menggelengkan kepalanya. Ia sudah berpikir berkali kali dan tetap teguh pada keputusan awalnya.


"Aku tidak ingin meninggalkan Ella terlalu lama. Aku akan merindukannya."


"Bagaimana kalau kita membawanya?" Star langsung menoleh ke arah Light.


"Membawanya? apakah bisa?"


"Hmm, apa yang tidak untukmu. Kita akan menikmati honeymoon kita bersama dengan putri kita," senyum langsung mengembang di wajah Star.


*****


Pulau Bali, menjadi pilihan tempat honeymoon. Bukan Light yang memilihnya, melainkan Star. Sejak dulu, ia selalu iri melihat orang orang bisa berada di pantai dan menikmatinya, sementara dirinya hanya bisa melihatnya melalui televisi ataupun media sosial online.


Dulu, bagi Star dingin adalah temannya, dingin adalah selimutnya. Ia juga tak bisa mengeluhkan hal itu karena memang dirinya yang tak ingin merasakan panas. Kedua orang tuanya sejak dulu menginginkan dirinya mengikuti terapi, namun ia selalu menolak karena merasa tak akan berhasil.


Kini, Star bisa tersenyum. Ia berada di pantai dengan pemandangan ombak yang luar biasa. Light yang datang dari arah belakang memeluk pinggang istrinya dengan erat.


"Kamu menyukainya?" tanya Light.


"Sangat. Sedari dulu aku hanya bisa melihatnya di televisi."


"Mulai sekarang, carilah tempat yang ingin kamu kunjungi. Aku akan selalu menemanimu, kemana pun kamu ingin pergi."


Star memutar tubuhnya dan menatap manik mata suaminya, "Terima kasih ....Cuppp,"


Light membalas ciuman Star dengan lembut, kemudian kembali melihat ke arah pantai.


"Ella sudah tidur?" tanya Star.


*****


Sepasang manusia kini telah bergelung di balik selimut, sambil menikmati bunyi ombak yang berderu, bersaing dengan nafas mereka.


Light memberikan beberapa tanda kepemilikan, mulai dari leher, bahu, dan turun ke kedua aset kembar milik Star. Ia terus menjelajah melewati gunung menyusuri lembah.


"Kamu tahu, sayang ... Aku suka sekali bersamamu, menikmati semua ini," Light kembali mencium bibir Star dan melum atnya perlahan.


Star tersenyum, "Aku juga menyukainya. Mungkin aku akan meminta padamu terus untuk memanjakanku dengan sentuhanmu setiap harinya."


"Aku akan melakukan semua itu tanpa kamu perlu memintanya," Light mulai memasukkan miliknya ke dalam inti Star dan bergerak perlahan. Kenikmatan yang mereka rasakan seakan tak ingin segera selesai. Mereka akan mengulanginya lagi dan lagi, hingga keduanya lelah.


Ketika Light sudah berbaring di sampingnya dan terlelap, Star justru bangun dan membersihkan dirinya, meskipun itu sudah malam. Ia akan pergi ke kamar putrinya dan melihat keadaannya. Star selalu melakukan itu setiap hari, karena ia tak akan bisa tidur jika belum melihat keadaan putrinya.


Star melihat putri kecilnya sedang tertidur dengan lelap dengan Nanny yang berada di sampingnya. Ia mencium kening Ella dan mendoakannya. Ia ingin putrinya tumbuh menjadi gadis yang cantik, ceria, baik hati, cerdas, juga disayang oleh banyak orang. Setelahnya, ia kembali ke kamarnya dan berbaring kembali di samping Light.


Terima kasih Tuhan, Engkau sudah memberikan padaku sebuah keluarga yang membuatku bahagia. Terima kasih juga karena Engkau membantuku melewati semuanya, melewati segala kesulitan di hidupku. - Star.


TAMAT


🧡 🧡 🧡


Buat semua pembaca, terima kasih sudah membaca novel ini. Sampai sini Cherry tamatin aja karena ga akan ada konflik yang terlalu berat lagi. Untuk extra part, ditunggu ya.


Untuk novel Cherry berikutnya, belum tahu kapan rilis karena masih disusun dulu. Jangan lupa klik 'ikuti' di profil Cherry supaya kalau ada novel terbaru, nanti ada notifikasinya.


Salam love segunung 🧡