
Star mengerjapkan matanya. Ia tersenyum miris mengingat dirinya kembali berada di brankar rumah sakit dan masih dalam keadaan hidup. Ia semakin meyakini bahwa hidupnya tak terlalu berarti lagi. Kini ia hanya tinggal melakukan hal hal baik sebelum ia pergi meninggalkan dunia ini.
Jika aku kembali ke Munich, maka keluargaku akan tahu apa yang terjadi padaku. - Star memandang ke langit langit seakan merenung mengenai hidupnya.
Ceklekkk ....
Pintu terbuka dan Star langsung menutup kedua matanya, ia berniat untuk berpura pura tidur.
"Nona Star sudah diperiksa dan keadaannya sudah stabil," Star mengenali bahwa itu suara asisten Black. Dipastikan bahwa asisten Black sedang melapor pada atasannya.
Setelah mendengar perintah lain dari Light, Black segera keluar dari ruangan tersebut. Star kembali membuka matanya dan tersenyum. Apa ia sakit? ya tentu saja, wanita mana yang diperlakukan seperti layaknya wanita murahan tidak akan terasa sakit. Apa ia menyesal bekerja di XL Corp? Bisa dikatakan begitu.
Star menekan tombol di samping brankar miliknya. Seorang dokter dan seorang perawat memasuki ruangan itu. Keduanya tersenyum ketika melihat Star sudah sadar. Mereka berdua merasa sangat luar biasa saat meligat suatu keajaiban di hadapan mereka. Seorang wanita yang awalnya sudah dinyatakan meninggal, tapi bisa kembali hidup.
"Apa yang anda rasakan saat ini, Nona?" tanya sang dokter.
"Aku baik baik saja. Apa anda bisa membantu saya?" tanya Star.
*****
Light dan asisten Black kembali ke London hanya berdua saja. Saat mereka kembali ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Star, mereka tak menemukannya. Dokter mengatakan bahwa pasien menandatangani sebuah surat untuk keluar dari rumah sakit, sehingga rumah sakit tak lagi bertanggung jawab.
Light memerintahkan asisten Black untuk mencari keberadaan Star, sekretarisnya itu, namun ia tak menemukan 1 jejak pun. CCTV telah mereka periksa, namun keanehan terjadi ketika semua CCTV di rumah sakit tersebut mati saat sekretarisnya itu selesai menandatangani surat dan melambaikan tangan ke arah kamera.
Apa ia tahu aku akan mencari keberadaannya? - batin Light saat itu.
Light melamun sendiri di dalam ruangannya, terkadang ia melihat ke arah pintu, kemudian kembali lagi melihat dokumen di hadapannya.
Brakkk!!!
"Kak, apa Star tidak datang hari ini?" tanya Ray yang langsung masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk.
"Ia resign," jawab Light. Ia tak ingin Ray terlalu banyak bertanya.
Ray keluar dari ruangan. Ia jadi merasa bersalah.
Star, apa kamu benar benar keluar dari pekerjaan ini? Tapi ku rasa itu lebih baik. Kakak jadi tidak akan menyiksamu lagi. Jalan yang kamu pilih sudah benar. Maafkan aku yang terpaksa melakukan hal itu padamu. - Ray sebenarnya merasa sangat bersalah dengan apa yang ia lakukan, tapi jika hasilnya Star keluar dari pekerjaan, ia merasa apa yang ia lakukan tak sia sia.
*****
Ray kembali ke Indonesia setelah kepergian Star. Ia merasa sudah tidak ada yang perlu ia lakukan di sana. Kakaknya tidak akan lagi melakukan hal buruk yang akan berdampak pada keluarga mereka ataupun dirinya sendiri.
1 bulan berlalu,
Star kini berada di sebuah apartemen yang ia jadikan juga sebagai studio lukis. Ia menjual lukisannya secara online dan ia sangat beruntung karena lukisannya sangat digemari.
Star mengambil alat lukisnya dan mulai memulas ke kiri dan ke kanan. Wajahnya tak berhenti tersenyum melihat hasil karyanya dan betapa dirinya menikmati setiap gerakan tangannya.
"Halo Mom!" sapa Star saat Mommynya menghubunginya. Ia sengaja hanya menerima panggilan suara agar Mommynya tak mengetahui di mana keberadaannya.
"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Angel.
"Sudah Mom. Ada apa Mom menghubungiku pagi pagi begini," tanya Star heran. Ini memang weekend, tapi orang tuanya tak pernah menghubunginya pagi pagi.
"Mom ingin meminta bantuan padamu."
"Katakan, Mom."
"Sebentar lagi Dad akan berulang tahun. Mom ingin membelikannya sebuah SnowBall kesukaannya, dan Mommy khusus memesannya dengan miniatur London Bridge di dalamnya."
"Apa Mommy ingin mengingatkan Dad tentang honeymoon pertama kalian?" goda Star. Ia sangat tahu ke mana honeymoon pertama kedua orang tuanya karena mereka selalu menceritakan itu berulang ulang.
"Jangan menggoda Mommy, sayang. Mommy ingin kamu mengambilkannya dari pembuatnya. Ini sangat spesial, jadi Mommy tak ingin orang lain yang mengambilkannya."
"Kenapa tidak dikirim saja, Mom?" tanya Star lagi. Ia sebenarnya belum ada niatan untuk kembali ke Munich.
"Tadi Mommy sudah bilang kan, ini spesial. Jadi Mom tidak ingin siapapun mengambilkannya. Mommy sangat percaya padamu."
"Baiklah, Mom," Star akhirnya menyetujui keinginan Mommynya. Ia juga tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Setidaknya ia akan melakukan hal hal yang baik dan membuat orang lain bahagia. Ia tidak tahu sampai berapa lama ia akan hidup, karena penyakit yang ia derita bisa kambuh kapan saja.
"I love you, sayang."
"I love you too, Mom."
Tak berselang lama, sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel Star dan terlihat sebuah alamat di sana. Ia meletakkan kembali ponselnya dan kembali bermain dengan kuas dan kanvas miliknya.
🧡 🧡 🧡