LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
KESEMPATAN



Persis 1 minggu setelah mereka sampai di rumah pedesaan, Star menunjukkan tanda tanda akan siuman. Ia mulai menggerakkan jari jemarinya. David dan Angel pun merasa senang dengan kemajuan Star. Mereka menjadi semakin yakin bahwa kedatangan mereka ke sana adalah benar.


David dan Angel berbaur dengan masyarakat sekitar, tanpa menunjukkan bahwa mereka adalah keluarga pengusaha. Mereka berpakaian layaknya masyarakat pedesaan yang mengedepankan kesederhanaan.


David dan Angel terus mengajak Star berbicara, secara bergantian. Mereka memberikannya semangat serta kekuatan. Sebagai orang tua, mereka tahu bahwa Star membutuhkan dukungan mereka, karena itulah mereka tak akan memarahi Star atas apa yang telah terjadi karena memang bukan murni kesalahan Star.


1 minggu setelah Star mulai menggerakkan jari jemarinya, Star membuka matanya. Saat ia membuka matanya, ia melihat sekeliling. Semuanya tampak gelap, tak ada cahaya sama sekali. Ia meraba sekitarnya, merasakan sekelilingnya, membuatnya menitikkan air mata.


Star memegang perutnya, sudah tak berisi lagi. Ia duduk diam di tempat tidur sambil menekuk kedua kakinya, kemudian memeluknya.


Saat pagi menjelang, seperti hari hari sebelumnya, Angel akan masuk ke dalam kamar tidur yang ditempati oleh putrinya. Ia akan membuka gorden besar besar agar cahaya bisa masuk ke dalam ruangan.


Namun, baru membuka pintu, Angel menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia langsung berbalik kembali menuju kamar tidurnya dan membangunkan David.


"Honey," Angel berusaha membangunkan David dengan sedikit menggoyangkan tubuhnya.


"Eunghhh ....," David menggeliat. Ia masih sangat mengantuk karena semalam ia tidur sangat terlambat.


"Star sudah sadar," ucapan Angel sontak membuat mata David langsung terbuka. Ia langsung sadar dan segar. Ia langsung bangkit dan menuju ke kamar tidur Star, meninggalkan Angel.


"Sayang!" teriak David saat membuka pintu kamar putrinya.


"Dad!" Star menoleh ke arah asal suara, tapi pandangannya tetap gelap.


"Iya sayang, ini Dad," David berjalan mendekat kemudian langsung memeluk Star dengan erat.


**


2 minggu telah berlalu sejak kepergian Star, membuat Light uring uringan. Ia jadi lebih suka melamun, dan kembali dingin seperti dulu. Ia juga semakin tak mentolerir kesalahan sekecil apapun.


Light sempat kesal dengan Black karena kehilangan Star. Black juga tak sadar jika ia telah dikecoh oleh Keluarga Asher. Light ingin kembali meminta bantuan Black Alpha, namun kali ini ia tak bisa. Uncle Azka tak membantunya sama sekali. Azka berharap Light bisa membuktikan ketulusannya dan mulai belajar menjadi pria yang bertanggung jawab.


Light meminta Black menyewa seorang detektif. Ia juga ingin ada seseorang yang mengawasi kediaman keluarga Asher di Munich, siapa tahu mereka kembali.


"Apa kamu sudah menemukannya, Black?" tanya Light. Black menggelengkan kepalanya. Ia sudah mengecek semua penerbangan, namun tak tercatat nama keluarga Asher. Black berkesimpulan bahwa mereka membawa Star dengan menggunakan pesawat pribadi, atau mereka tidak berpindah jauh.


"Keluarlah, tinggalkan aku sendiri," pinta Light.


"Tapi meetingnya?"


"Undur saja, aku sedang tidak mood."


Black pun pamit keluar. Untung saja meeting kali ini adalah meeting bulanan perusahaan, bukan meeting bersama dengan klien penting sehingga Black tidak akan memaksa atasannya itu.


Ke mana kamu pergi? Apa kamu sama sekali tak ingin bertemu dengan Ella? Apa kamu juga tak akan memberikanku kesempatan untuk berubah?


🧡 🧡 🧡