LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
PERSIAPAN PERNIKAHAN



Di hadapan Light kini sudah duduk keluarga Asher. Mata tajam David Asher terus melihat ke arah Light. Leon yang mengerti arti tatapan sahabatnya itu malah kini melototkan matanya ke arah David. Semakin lama ia jadi risih karena ditatap oleh Leon.


"Hei! Mengapa kamu melihatku seperti itu?" tanya David sambil mencebik kesal.


"Lha kamu sendiri, mengapa melihat putraku dengan tatapan seperti itu?"


"Suka suka aku, mata mata aku ...," ungkap David kesal.


"Kalau begitu aku juga sama. Siapa yang mau lihat, itu mataku," Angel dan Amelie yang melihat suami suami mereka hanya bisa menghela nafas pelan. Jika dulu David sering bertengkar dengan Alvin, kini malah David bertengkar dengan Leon.


"Menyebalkan!" teriak David.


"Sama, kamu juga!" Keduanya seakan tak ada yang mau mengalah. Mereka sampai berdiri dan meletakkan kedua tangannya di pinggang.


Star yang baru saja datang dari kamar tidur setelah memberikan susu pada Ella, melihat itu. Ia langsung bergegas karena tak ingin terjadi perang dunia di apartemen itu.


"Ada apa ini, Dad?" tanya Star.


David yang tak ingin memperlihatkan citra buruk di depan putrinya, langsung duduk kembali, "Dad hanya meregangkan otot saja. Kaku soalnya setelah melakukan perjalanan."


"Udah tua sih," gumam Leon, namun masih bisa didengar oleh David. Sebuah tinju berakhir di udara, seakan mengungkapkan kekesalan David.


Amelie langsung menarik tangan suaminya itu dan memintanya untuk duduk. Kini mereka duduk berhadapan. Leon terlihat sangat serius, begitu juga dengan Light yang sudah menatap lurus ke depan.


"Aku berada di sini, ingin melamar putrimu, Maystar Asher, untuk putraku, Xavier Light Sebastian."


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya David.


"Dad!" Star tahu Daddynya sedang ingin mengeluarkan apa yang ia rasakan.


"Ya aku tidak peduli. Lagipula mereka sudah menikah dan menjadi suami istri," jawab Leon.


"Sama," jawab Leon lagi.


Light yang tak ingin perdebatan tak jelas antara kedua orang tua itu terus berlanjut, pada akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Uncle," Light berdiri kemudian berlutut di hadapan David, "Sebelumnya aku ingin minta maaf atas semua yang aku lakukan. Maafkan aku karena telah melukai dan menyakiti Star, baik secara fisik maupun psikis. Namun, aku berjanji tak akan melakukannya lagi."


Star langsung membantu Light berdiri. Bagaimanapun, ia sudah memaafkan kesalahan Light. Ia tak ingin siapapun merendahkan suaminya lagi, meskipun itu kedua orang tuanya.


"Dad, aku mencintainya, aku ingin Dad setuju dengan lamarannya," ucap Star, membuat Leon langsung tertawa terbahak.


"Dulu ada yang mengatakan Lihat saja nanti, anakmu pasti akan bucin dengan anakku," Leon terbahak bahak ketika melihat David mencebikkan mulutnya.


"Sudah sudah, jangan menggodaku terus. Kamu semakin tua semakin menyebalkan Len."


"Daripada semakin tua semakin kaku," Leon kembali terbahak.


"Aku tak akan mempermasalahkan lagi tentang kejadian di belakang. Yang terpenting saat ini adalah kenahagiaan putriku. Jika kamu berjanji akan terus menyayanginya, memcintainya, menjaga, dan melindunginya, aku akan merestui hubungan kalian," ucap David dengan bijak.


"Thank you, Dad," Star langsung mendekati Daddynya, memeluk dan mencium pipinya.


"Kami yang akan menyiapkan semuanya," ucap Amelie dan Angel. Mereka sudah tidak sabar untuk mempersiapkan semuanya karena ini adalah acara yang mereka tunggu tunggu.


"Terserah kalian saja," ucap David dan Leon bersamaan.


Light melihat ke arah Star dan menggenggam tangan wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Mereka akan kembali mengulang semuanya, tapi kali ini harus dengan indah dan baik. Light tak ingin ada kesalahan apapun.


🧡 🧡 🧡