LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
KEDATANGAN DAVID



Light yang tertidur persis di samping tempat tidur Star terbangun ketika mendengar suara suara. Ia mengerjapkan matanya dan menyadari kehadiran David Asher beserta keluarganya. David langsung mendekati Light kemudian menarik kerah bajunya dan mendaratkan bogem mentah di wajah Light.


David tak peduli lagi dengan Light sebagai putra dari sahabatnya, karena yang terpenting saat ini adalah keadaan putrinya.


bughh


bughh


bughh


Beberapa kali David memukul Light, hingga akhirnya Mave menahan tubuh Daddynya itu, "Sudah Dad, tenangkan dulu dirimu."


Angel juga sebenarnya tak terima dengan apa yang dilakukan oleh Light pada putrinya, begitu juga Mave. Namun, sebisa mungkin mereka menahan emosi karena mereka tak ingin disamakan dengan sikap Light.


"Keluar!" teriak David di depan wajah Light, "jangan pernah kamu menampakkan wajahmu lagi di depanku. Aku tak akan membiarkan dirimu mendekati Star ataupun menyakitinya," ucap David geram.


Leon segera membawa Light keluar meskipun dengan paksaan. Light melihat ke arah Star yang masih belum sadarkan diri. Ia masih menahan tubuhnya seakan tak rela meninggalkan wanita itu dan juga anak mereka, apalagi setelah ia mengetahui kebenarannya.


"Aku mau di sini Dad!" ucap Light tanpa menghiraukan rasa sakit yang ia alami akibat pukulan David.


"Light!"


"Aku tidak mau pergi, Dad. Aku mau berada di dekat istri dan anakku."


"Kamu tidak perlu memikirkan itu. Aku akan pastikan kamu menerima surat perceraian karena aku akan segera mengurusnya," ujar David.


"Tidak! Aku tidak akan bercerai dengannya," teriak Light. Ia seperti lupa bahwa mereka telah bersama sama menandatangani surat perceraian yang akan resmi berlaku ketika Star melahirkan nanti.


David memalingkan wajahnya, ia tak ingin melihat Light lagi. Ia langsung mendekat ke samping Star dan melihat kondisi putrinya. Dengan perlahan ia mengelus rambut putrinya.


**


Leon sementara ini akan tinggal di London untuk mengawasi Light, begitu juga dengan Amelie. Mereka tak ingin putra pertama mereka kembali melakukan sesuatu yang akan merugikan dirinya sendiri, seperti saat ini.


Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tapi Star tak kunjung sadarkan diri. Hampir setiap hari Light mengunjunginya di rumah sakit, meski hanya melihat dari jendela pintu. Light juga membayar pihak rumah sakit untuk mengijinkannya meletakkan sebuah kamera kecil di kamar rawat Star agar ia bisa mengetahui perkembangan wanita itu.


Usia kandungan Star yang sudah mencapai 9 bulan pun akhirnya membuat dokter kandungan memutuskan untuk melakukan operasi. Tanpa diketahui oleh pihak keluarga Asher, Light ikut dalam proses operasi tersebut. Ia memperhatikan semua prosesnya dan begitu bahagia ketika ia bisa menggendong putrinya untuk pertama kalinya.


Ia bahkan meminta pihak rumah sakit untuk membiarkan dirinya berlama lama di dalam ruang operasi bersama Star meskipun proses operasi caesar sudah selesai. Ia terus berbicara dan bercerita pada Star tentang bayi mereka. Secara khusus, ia juga meminta maaf pada Star atas semua hal yang telah ia lakukan. Namun, hal itu tetap tak membangunkan Star dari tidur panjangnya.


Star akhirnya dipindahkan kembali ke ruang perawatan, sementara bayinya akan tetap berada di ruang bayi. Light dengan penuh keberanian datang mengunjungi Star. Ia tak peduli meskipun keluarga Asher menghalanginya. Ia hanya memikirkan keadaan Star dan juga bayi mereka. Jika keluarga Asher tak bisa menerima dan memaafkannya, maka dengan terpaksa ia harus mengambil jalur pemaksaan.


"Apalagi yang kamu lakukan di sini? Apa kamu masih belum puas membuat putriku seperti ini?" ucap David dengan geram saat melihat Light memasuki ruang perawatan.


"Aku berada di sini untuk istriku dan juga putriku," jawab Light.


"Kamu tidak berhak sama sekali atas mereka. Apa yang telah kamu lakukan sudah kelewar batas dan aku tak akan membiarkan putri dan cucuku kembali ke tanganmu," David memandang Light dengan tajam. Pria yang berbeda usia itu saling menatap tanpa memalingkan wajahnya.


"Baiklah jika anda ingin seperti itu. Anda ingin putri anda? maka aku akan mengambil putriku."


"Tidak bisa!"


"Apa yang tidak bisa? Anda tidak bisa melawan hukum. Putri anda telah menandatangani sebuah perjanjian bahwa ia akan menyerahkan anak kami kepadaku setelah ia lahir. Anda tidak memiliki kuasa apapun," ungkap Light. Dengan terpaksa Light menggunakan surat tersebut untuk mengancam David agar membiarkannya selalu bersama Star dan putrinya.


"Kurang ajar!" David menggeram kesal. Angel menahan David agar tidak berbuat gegabah. Doker sudah mengatakan bahwa meskipun Star terlelap, ia masih bisa mendengar. Jika ia mengetahui bahwa Daddynya selalu berteriak dan bertengkar, maka mungkin ia akan terus berada di alam bawah sadarnya, tanpa ada keinginan untuk bangun.


🧡 🧡 🧡