
1 bulan mereka menikmati honeymoon di Pulau Bali, Indonesia. Star bahkan seperti tak ingin pulang. Ia sangat betah tinggal di sana dan menikmati suasana pantai. Mereka juga berkeliling menikmati kuliner dan alam di Pulau Bali.
"Bagaimana kalau kita menemui Ray di Jakarta, sebelum kita kembali ke London?" tanya Light.
"Baiklah," jawab Star.
2 hari kemudian, mereka langsung berangkat ke Jakarta dengan menggunakan pesawat komersil. Mereka tak memberitahukan pada Ray tentang kedatangan mereka. Ray bekerja di Perusahaan Sebastian bersama dengan Giovan dan Giorgio, putra dari Mikael Sebastian.
Mereka langsung pergi menuju ke kediaman Sebastian. Light sebenarnya ingin pulang ke rumah yang dulu ditinggali oleh Grandpa nya, Axelle Williams. Hanya saja ia takut kalau kenangan itu kembali lagi kepadanya. Ia sudah bertemu kembali dengan Grandma nya, Vanessa, saat pernikahannya, dan itu sedikit melepas kerinduannya.
"Light, Star, kalian datang ke sini?" Oma Miranda menyambut kedatangan mereka.
"Ya Oma, di mana Opa?" tanya Light mencari Larry.
"Opa sedang bertemu dengan sahabatnya. Ia berniat menjodohkan Giovan dengan cucy sahabatnya."
"Whattt?? Oma, sebaiknya minta Opa jangan melakukan itu. Biarkan Kak Giovan mencari sendiri pasangannya," ucap Light.
"Mencari sendiri? Bagaimana mungkin dia bisa. Dia selalu menutup dirinya, bahkan ia tak membiarkan seorang wanita pun berada di dekatnya. Oma takut kalau dia mengalami penyimpangan," Light sangat terkejut dengan asumsi Oma nya itu.
"Aku tidak percaya hal itu, Oma. Sebaiknya kalian mengurungkan niat itu."
"Oma tidak peduli, biarkan Opamu yang menyelesaikan. Sekarang kemarikan cucu Oma, Oma ingin bermain dengannya," Miranda merentangkan kedua tangannya dan disambut senyuman dan tertawa dari Ella yang membuat Miranda ikut tertawa.
"Kalian belum makan, bukan? Pas sekali hari ini Oma meminta koki memasak banyak, ternyata feeling Oma sangat kuat. Bukan begitu cantikkk!!" goda Miranda pada Ella.
Mereka pun pergi ke ruang makan dan menikmati makan siang mereka.
*****
Light menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah. Rumah yang memiliki banyak kenangan di masa kecilnya. Sudah lama sekali ia tak menginjakkan kakinya di sana.
"Apa Grandma Vanessa ada?" tanya Light. Ia yakin security di sana tak akan mengenalinya, karena terakhir ia ke sana adalah saat hari ulang tahunnya yang ke 10.
"Sebentar, dengan siapa?"
"Xavier Light Sebastian," Security yang awalnya ingin menghubungi ke rumah utama pun mengurungkan niatnya dan langsung membukakan pintu.
Light tersenyum dan masuk ke dalam rumah. Ia masih ingat setiap seluk beluk rumah besar yang ada di hadapannya. Ia seakan mengulang kembali kenangan di mana ia tinggal dan bermain di sana.
Grandpa!! Lihat aku bisa! - Light tersenyum kembali mengingat semua kenangannya.
"Sayang," Grandma Vanessa yang sudah diberitahu oleh security pun bergegas ke depan. Ia masih tak percaya bahwa Light akan kembali datang ke sana.
"Grandma," sapa Light sambil memeluk wanita yang rambutnya kini sudah memutih.
"Apa Uncle ada di rumah?" tanya Light.
"Tidak, mereka sedang pergi berlibur."
"Grandma tidak ikut?"
"Grandma tidak ingin dan benar saja, Grandma malah mendapatkan hadiah kedatanganmu. Grandma sangat bahagia sekali."
"Ayo masuklah," Light melangkahkan kakinya memasuki kediaman utama keluarga Williams. Di ruang tamu, ia masih melihat sebuah pigura besar yang merupakan potret keluarga besarnya, di ulang tahunnya yang ke 9.
"Apa rumah kayu itu masih ada?" tanya Light sedikit ragu.
"Tentu saja, sayang. Kamu ingin ke sana?" Light menganggukkan kepalanya.
"Pergilah, kamu tahu di mana letaknya. Grandma akan pergi ke dapur untuk menyiapkan snack dan minuman untukmu."
Light melangkahkan kakinya menuju taman belakang. Ia bisa melihat dari kejauhan, sebuah rumah kayu yang dibuatkan oleh Grandpa Axelle untuk dirinya. Rumah kayu itu kini terasa kecil baginya. Ia harus menundukkan kepalanya dan sedikit membungkukkan tubuhnya.
Rumah kayu itu sudah diperbaiki seperti sedia kala, sama seperti sebelum terjadinya musibah itu. Ia memasuki ruangan kecil tempatnya dulu bermain, bahkan tidur di sana.
Aku benar benar merindukanmu, Grandpa. Lihatlah, aku kembali. Aku akan belajar melupakan peristiwa itu, tapi aku akan terus mengingat semua kenangan indah bersamamu. - Light.
Ia memandang ke sekeliling, sampai lamunannya terbuyar karena panggilan dari Grandma Vanessa.
"Duduklah di sini," Grandma Vanessa menepuk tempat duduk di sebelahnya.
"Apa kamu datang ke Jakarta bersama dengan Star?" Light menganggukkan kepalanya.
"Ajaklah dia ke sini. Grandma akan senang sekali bertemu dengannya," ucap Grandma Vanessa lagi.
"Aku juga membawa Ella ke Jakarta. Saat ini mereka ada di rumah Oma Miranda. Aku akan membawa mereka menemuimu."
"Grandma sudah sangat bahagia saat mendengarmu akan menikah. Dan saat Grandma melihatmu tersenyum di sana, Grandma semakin bahagia. Grandma berharap kamu akan selalu seperti itu, menjadi Light yang seperti dulu. Penuh dengan kelembutan, keceriaan, kebaikan hati, dan kasih sayang untuk orang sekitarnya."
"Maafkan aku atas semuanya. Aku tahu aku salah, seharusnya aku tak menaruh dendam pada kejadian itu."
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Semua sudah kembali sebagaimana mestinya dan Grandma berharap kamu akan selalu bahagia."
"Aku bahagia, Grandma. Bahkan sangat bahagia," Light memeluk Grandma Vanessa dengan erat dan tak ingin melepaskannya.
"Aku akan selalu menjaga Grandma."
🧡 🧡 🧡