
Persiapan pernikahan telah mencapai 90%, acara tersebut akan diadakan dalam kurun waktu 2 minggu lagi. Mereka sudah melakukan fitting, foto prewedding, dan semua hal yang biasa dilakukan oleh sepasang calon pengantin baru.
Light masih terus bekerja, agar ia bisa menikmati honeymoon setelah pernikahan tanpa terganjal oleg pekerjaan. Daddynya, Leon Sebastian, berjanji akan membantunya mengurus XL Corp sementara waktu selama ia pergi nanti.
Keluarganya sangat bahagia dengan acara pernikahannya, begitu pula dengan Ray, adiknya. Light baru mengetahui bahwa apa yang Ray lakukan semata mata hanya agar dirinya tak membuat kesalahan.
"Ray, maafkan aku. Aku sempat berprasangka buruk padamu."
Ray tersenyum saat itu dan memeluknya. Sudah lama rasanya ia menginginkan pelukan dari kakaknya dan akhirnya ia memdapatkannya. Kakaknya yang penuh keceriaan sudah kembali, tidak dingin. Hanya dirinya yang boleh seperti itu.
Dengan cepatnya 2 minggu berlalu, acara pernikahan telah siap. Mereka mengikat janji pernikahan mereka secara agama. Dulu Light hanya menggunakan seorang pengacara untuk membantunya membuat surat pernikahan, sekaligus surat perceraian. Ia yang meminta pengacara itu untuk melapor ke catatan sipil setempat dan mendaftarkan pernikahan itu.
Light kini bisa tersenyum karena ia telah melakukan sesuatu yang benar. Kesalahannya di masa lalu telah membuatnya belajar bahwa sebelum ia mengambil kesimpulan, ia harus benar benar mencari kebenaran.
Acara resepsi diadakan di sebuah hotel terbesar di Kota London. Ia ingin memberikan pesta yang mewah dan meriah, agar menjadi sebuah kenangan indah bagi Star. Para tamu yang diundang juga banyak, namun kebanyakan dari kalangan pebisnis karena Light lebih banyak mengenal mereka semua karena bekerja sama dengan perusahaannya.
Star sudah berada di atas panggung sendirian. Dengan menggunakan gaun berwarna putih dan rambut yang digelung ke atas, hanya sebagian saja yang dibiarkan menjuntai. Ia terlihat sangat cantik seperti seorang peri. Light tidak berdiri di sampingnya, karena kata Black, Light sedang menemui seseorang sebentar.
Saat para tamu telah berkumpul di dalam ruangan besar, mereka semua membicarakan tentang Star yang berdiri seorang diri di atas panggung. Kedua keluarga juga merasa aneh karena tak ada tanda tanda kehadiran Light.
"Coba kamu cari kakakmu, Ray," ucap Leon.
"Okay, Dad," baru saja Ray bangkit dan hendak melangkah, lampu ruangan dibuat agak temaram. Sebuah lampu menyorot ke arah belakang, di mana pintu masuk berada. Musik mulai mengalun dan pintu pun terbuka. Terlihat Light dengan balutan jas berwarna putih dan sedikit garis berwarna silver di bagian kerah dan lengannya. Ia memegang sebuah mic dan tersenyum. Tak pernah ada yang melihat senyuman seorang Xavier Light Sebastian sejak Axelle Williams meninggal. Para tamu di sana sungguh mendapat kehormatan mendapatkan kesempatan itu.
Light mendekatkan mic tersebut ke mulutnya dan mulai bernyanyi. Suara Light langsung membuat para tamu terpesona. Mereka tak menyangka di balik wajah dingin dan kejam tersebut, memiliki suara emas yang tak pernah diperdengarkan.
When I see stars, I think of you
Then I always pray for you
And I know what, my heart was made for
To love you
Forevermore
When I feel you, in my heart
Then I hear your voice from your eyes
I will always love you
And I'm waiting for you until the end of time
Here I am, way to you
I hope that someday you will realize
That I can see forever in your eyes
And I'm wishing my dream will come true
I am lost without you
When I feel you in my heart
Then I hear your voice from your eyes
Oooh, I will always love you
And I'm waiting for you until the end of time
Here I am, way to you
I hope that someday you will realize
That I can see forever in your eyes
And I'm wishing my dream will come true
I am lost without you
Isn't it clear to see
You belong with me
We are meant to be
In love eternally
My love
Song : You are My Everything
Star yang berada di atas panggung tanpa terasa meneteskan air matanya. Ia tak pernah mengira akan mendapatkan resepsi pernikahan yang indah dan sangat romantis. Amelie yang melihat apa yang Light lakukan, merasa sangat terharu. Begitu pula dengan David. Ia tak menyangka Light bisa berubah 180 derajat, bahkan mampu memberikan resepsi yang sangat indah menurutnya.
Light sampai ke atas panggung, kemudian meraih tangan istrinya kemudian mencium punggung tangannya. Dengan lembut ia memberikan ciuman yang sangat hangat, hingga tepuk tangan dari para tamu membuat semakin luar biasa.
"I love you," ucap Light saat melepaskan tautan bibir mereka.
"I love you too," Star menangkup kedua pipi Light kemudian kembali membenamkan sebuah ciuman di bibir pria yang kini sudah benar benar sah secara agama dan negara menjadi suaminya.
🧡 🧡 🧡