
"Apa kamu baik baik saja, Star?" tanya Mave yang kini berada di sampingnya. Mave yang mengetahui perubahan pada diri Star langsung menemuinya ketika para tamu sudah pergi.
"Aku tidak apa apa, Mave. Tenanglah," Star tersenyum sambil memegang tangan saudaranya itu.
"Benarkah? Tapi kulihat tidak seperti itu," ujar Mave menatap manik mata adik yang hanya berbeda beberapa menit itu.
Apa aku sudah membuat keluargaku kembali mengkhawatirkanku? Kamu terlalu lemah, Star! Bukankah kamu mau berubah? Maystar yang kuat, tangguh dan tidak dapat ditindas. - Star.
"Kamu memandangku terlalu lemah, Mave. Aku ini seorang Asher kalau kamu lupa," goda Star.
"Baiklah, baiklah. Maystar Asher, wanita yang paling kuat yang pernah kutemui," puji Mave.
Kamu bahkan menutupi kesakitanmu, Star. Apa kamu tak ingin bercerita sedikit saja padaku, karena aku akan selalu ada di sampingmu. - Mave.
Angel dan David pun ikut mendatangi Star di dalam kamarnya. Hal itu malah semakin membulatkan tekad Star untuk menjadi pribadi yang lebih kuat. Lagipula bukankah ia juga kini sudah lebih kuat? Bahkan ada pria yang mengambil miliknya saja ia tidak takut lagi.
*****
Leon dan Amelie berencana berkeliling Eropa, Light kembali ke London, sedangkan Ray akan kembali ke Indonesia. Ia harus membantu Giovan dan Giorgio untuk menangani Sebastian Group.
"Apa jadwalku hari ini, Black?" tanya Light.
"Hari ini tak ada jadwal apapun, Tuan. Apa anda ingin saya carikan sekretaris baru?"
"Tidak, tidak perlu lagi. Ku rasa sudah cukup ada dirimu saja."
Black menganggukkan kepalanya, kemudian ia memberikan sebuah map kepada Light.
"Apa ini?"
"Surat pengunduran diri Nona Star secara resmi, tuan. Ia juga sudah mentransfer denda sesuai dengan yang tertera di dalam kontrak. Dan saya juga sudah menyebarkan info mengenai dirinya agar tidak diterima bekerja lagi di benua ini."
Light mengepalkan tangannya. Dengan ia mengikuti semua, membayar denda dan tidak bisa bekerja lagi di benua Eropa, bukankah itu berarti Light yang kalah?
Brakkk!!!
Perasaan Light menggeram. Ia sudah menghancurkan wanita itu, tapi mengapa dirinya yang menderita. Saat weekend kemarin melihatnya, wanita itu terlihat begitu tenang dan tidak melirik sedikitpun padanya.
Sementara itu, Star yang sudah kembali ke apartemennya, kembali disibukkan dengan peralatan melukisnya. Ia mendapatkan pesanan dari sebuah perusahaan interior. Mereka menginginkan 5 buah lukisan yang akan mereka pajang di dalam showroom.
Sambil bersenandung mengikuti lagu yang ia putar di ponselnya, Star sesekali menggoyangkan tubuhnya dan juga menggerakkan kepalanya. Ia memejamkan matanya dan mulai menghayati lagu yang ia dengar.
When I see you smile
I can face the world,
Oh oh, you know I can do anything
When I see you smile
I see a ray of light,
When I see you smile
Oh yeah, baby when I see you smile at me
"Aku kuat, wanita yang kuat. Tak akan ada hal apapun yang bisa menjatuhkanku," gumam Star. Ia kembali teringat akan pembicaraan antara Ray dan juga Light. Ia memejamkan matanya sambil berpikir.
Matanya membulat sempurna ketika mengingat siapa mereka. Ia langsung mencari informasi di dalam laptop miliknya. Star adalah wanita yang jenius, hanya saja ia jarang menggunakan kemampuannya itu, kecuali untuk hal hal penting.
Kini Star sangat tahu mengapa Light menyiksa dirinya dengan pekerjaan, mengambil miliknya yang berharga, dan menyebutnya sebagai seorang pembunuh. Star tak ingin menyalahkan Light. Jika memang semua itu bisa membantu pria itu menghilangkan dendamnya, maka ia rela dan ikhlas.
Di dalan markas Black Alpha,
"Ada seseorang yang masuk ke dalam sistem kita dan mengambil beberapa data," ucap salah satu dari mereka.
"Bagaimana bisa?"
pletakk!!
Sambil mengaduh kesakitan karena kepalanya baru saja ditempeleng, pria bernama Sam itu langsung mengetikkan sesuatu di dalam komputer yang ada di hadapannya.
"Sepertinya orang ini memiliki keahlian yang luar biasa. Ia mengambil informasi tentang Tuan Light. Apa kita harus mengabarinya?" tanya Sam.
"Tidak perlu. Sebaiknya kamu segera pergi ke London dan menjaga Tuan Light dari dekat. Segera kabari kami jika ada sesuatu yang tidak beres."
"Baik, Tuan," bersama beberapa anak buah, Sam pergi menuju London, tempat cucu kesayangan tuan mereka yang telah pergi belasan tahun yang lalu. Namun mata mereka selalu ada bersama dengan pria itu karena Axelle selalu berpesan seperti itu.
*****
"Sayang, lihatlah lukisan ini. Bagus bagus sekali kan?" tanya Amelie pada Leon.
"Mana? Coba ku lihat," Leon mengambil ponsel yang dipegang oleh Amelie kemudian membuka beberapa postingan tersebut. Ia menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui pendapat Amelie.
"Aku ingin memintanya untuk melukiskan foto keluarga kita. Aku ingin memajangnya di ruang keluarga, pasti akan terlihat sangat estetis."
"Baiklah sayang, terserah padamu. Bagaimana jika kita berfoto di beberapa negara dan memintanya juga untuk melukis itu, pasti akan sangat luar biasa," usul Leon pun membuat mata Amelie berbinar. Ide Leon benar benar luar biasa.
"Aku akan segera menghubunginya," dengan cekatan Amelie pun mengirimkan pesan melalui jejaring pribadi dan menjelaskan semua keinginannya.
Star menerima pesan tersebut dan menerima pertemanan dari customernya itu. Baru saja ia ingin melupakan mengenai masa lalunya dan menatap masa depan, tapi takdir sepertinya belum mengijinkannya.
Star melihat foto foto yang diposting oleh wanita itu dan menyadari kalau wanita itu adalah Aunty Amelie, Mommy dari Light dan Ray. Ia menghela nafasnya. Namun ia masih beruntung karena mereka tak perly bertemu untuk membahas masalah lukisan karena memang Star hanya menerima pesanan secara online.
๐ฉ Aku akan mengirimkan beberapa foto lagi dan nanti bisa kamu buatkan lukisannya juga. Foto foto ini tentang perjalananku mengelilingi Benua Eropa. Yang perlu dilukis pertama kali adalah Foto keluargaku.
๐งก ๐งก ๐งก
Maaf ya sebelumnya kalau Cherry hanya bisa up 1 bab perharinya. Berhubung udah mau deket lebaran, kerjaan Cherry di real life semakin menggunung karena kepentok libur lebaran nanti. Jadi daripada Cherry hiatus sampai lebaran selesai, mending up 1 bab perhari. Yang penting ada progress.
Terima kasih buat semua teman yang sudah meluangkan waktu untuk membaca. Cherry sangat berterima kasih ๐