
Light tidak memesan sebuah kamar hotel untuk menjadi tempat malam pengantinnya. Ia meminta pada Black untuk membuat apartemennya dengan suasana yang romantis. Tentu saja Black menggunakan jasa seorang desainer untuk melakukannya karena ia tak merasa memiliki sisi romantis yang bisa dituangkan.
Kedua keluarga menginap di hotel tempat mereka menyelenggarakan resepsi pernikahan, sementara Light pulang ke apartemen. Ia menitipkan Ella kepada Mommynya, setidaknya untuk malam ini. Ia ingin memberikan malam pengantin yang berkesan untuk Star.
Star menutup mulut dengan kedua tangannya ketika melihat bagaimana apartemen mereka dihias dengan lampu yang menyerupai lilin, tapi semua itu menimbulkan kesan temaram, romantis yang sangat indah.
"Apa kamu yang membuat semua ini?" tanya Star menoleh ke arah Light.
"Tidak, aku meminta Black dan sepertinya ia meminta bantuan seorang profesional untuk melakukan ini," Star terkekeh mendengarnya. Ia sangat tahu bagaimana datarnya Black, asisten pribadi suaminya itu.
"Ini sangat indah."
"Aku ingin kamu selalu mengingat semua yang indah. Lupakan yang lalu dan kita mulai semuanya dari awal," ucap Light sambil menggenggam kedua tangan Star.
"Tentu saja. Aku tak akan melihat ke belakang. Aku hanya akan melihatnya sebagai pembelajaran. Kamu tahu, aku sangat bahagia."
"Begitu pun aku. Ketika kamu memaafkan diriku dan menerimaku, tak ada kata kata yang bisa melukiskan semua perasaanku. Aku sangat berterima kasih padamu untuk semuanya."
Star tersenyum kemudian memeluk pinggang Light yang kini benar benar sudah menjadi suaminya, yang ia cintai. Light memegang dagu Star kemudian menengadahkannya ke atas. Dengan lembut Light mencium bibir pink milik Star.
Star mengalungkan kedua lengannya di leher Light. Semakin lama ciuman mereka semakin dalam dan panas. Keduanya sama sama menginginkan sesuatu yang lebih saat ini.
Light menggendong Star menuju kamar tidur mereka, "Aku akan mengukir kenangan indah bersamamu di tempat ini, juga di semua tempat. Aku mencintaimu," sekali lagi Lighy memberikan ciuman pada Star.
ia merebahkan wanita itu di atas tempat tidur, mengungkungnya dan masih dengan menempelkan bibir mereka. Light melu mat bibir Star dan mulai memaksa Star untuk sedikit membuka mulutnya agar ia bisa mengeksplor semuanya.
Perlahan namun pasti, kini keduanya sudah berada di atas tempat tidur dalam keadaan polos. Tak ada rasa malu di antara keduanya karena mereka saling mencintai dan menginginkan satu sama lain. Star yang dulunya memiliki trauma dengan apa yang Light pernah lakukan dengan paksa pun, tak ingin mengingat kejadian itu lagi. Mereka memiliki Ella sekarang, seorang putri yang menyatukan mereka.
Bagi Star, Ella membantunya untuk melihat bagaimana pengorbanan seorang Xavier Light Sebastian untul dirinya. Sementara bagi Light, Ella adalah bintang kecilnya yang meneranginya untuk membantunya menemukan bintang besar yang bertakhta di dalam hatinya.
Tanpa Light mengatakannya pun, Star sangat yakin bahwa Light akan melakukannya tanpa menyakitinya. Pria itu sekarang seakan menjaga dan melindunginya dengan sangat.
Light mencium kembali tengkuk Star dan memberikan beberapa tanda kepemilikan di sana, membuat star melenguh dan mende sah. Light kemudian semakin turin dan bermain dengan 2 aset kembar yang terpampang jelas di depan matanya. Ia mengu lumnya, membuat Star melentingkan tubuhnya sehingga Light meraih pinggang wanita itu.
Dengan perlahan Light memasukkan miliknya ke dalam inti milik istrinya. Sempit, itulah yang ia rasakan. Ia sangat takut menyakit Star, karena itulah ia menariknya kembali.
"Lakukanlah, aku akan menahannya," ucap Star.
Setelah mendapat izin, Light mencoba kembali untuk memasukkan miliknya. Ia kembali memberikan rangsangar pada Star dengan ciuman dan sentuhannya.
"Ahhh !!!" keduanya melenguh karena pada akhirnya Light berhasil memasukkannya. Ia menghentakkannya dengan perlahan. Ketika merasa tubuh Star telah menerima kehadirannya, ia mulai menghentak lebih cepat.
Keduanya merasakan nikmat yang begitu panas dan dalam. Star tersenyum saat melihat Light tengah menatap dirinya, "I love you."
"I love you too," balas Star. Ia sangat menyukai kehangatan saat mereka melakukan penyatuan dengan diliputi oleh rasa cinta. Tubuhnya seakan terbakar, bahkan ia menginginkannya lagi. Hanya saja Star malu untuk mengungkapkannya.
Ia kembali mengusap dada bidang Light ketika mereka sudah mengalami pelepasan yang pertama bersama sama.
"Jangan lakukan itu lagi atau aku akan kembali melakukannya. Aku sungguh sangat merindukan rasa ini dan hanya dirimu yang mampu memberikannya," Light kembali mencium Star dan memberikan sentuhan pada wanita itu.
Jika dulu Light seperti bermain dengan batu karena Star diam bahkan pada akhirnya pingsan, kini ia benar benar sangat menikmati. Star bahkan membalik tubuhnya dan memimpin permainan.
Light mengulum kedua set kembar Star secara bergantian ketika wanita itu tengah berada di atasnya. Suara des ahan dan er angan memenuhi kamar tidur mereka. Mereka mengalami pelepasan beberapa kali sepanjang malam hingga pagi, seakan melepas kerinduan mereka akan satu sama lain. Keduanya terlelap saat matahari akan mulai muncul di ufuk timur.
🧡 🧡 🧡