LIGHT For A STAR

LIGHT For A STAR
TANGIS DARI ELLA



Semakin malam, Light semakin merasakan dingin yang menusuk ke dalam kulitnya. Ia tidak membawa jaket, bahkan ia tak membawa pakaian ganti. Saat mengetahui di mana Star berada, ia langsung menitipkan perusahaan pada Black, menitipkan Ella pada kedua orang tuanya dan pergi ke Kanada menggunakan pesawat komersil.


Udara pedesaan yang begitu dekat dengan pegunungan membuat Light semakin mengeratkan pelukannya. Ia pun berinisiatif masuk ke dalam mobil yang ia bawa. Namun, itu tidak menghilangkan rasa dingin, hanya menguranginya sedikit.


Light takut jika ia meninggalkan tempat itu, Star akan kembali pergi dan menghilang. Pada akhirnya ia tetap menunggu di dalam mobil.


Saat tengah malam, dengan berbalut sweater panjang, Angel keluar dari kamar tidur dan menuju ke ruang tamu. Ia mengintip dan melihat apakah Light masih berada di sana. Ia bernafas dengan lega karena tak melihat keberadaan pria itu.


Keesokan paginya, Drake yang akan pergi berkeliling untuk berolahraga, melihat mobil Light yang masih berada di tempatnya. Ia mengintip ke dalam dan melihat Light masih berada di dalam dengan wajah yang pucat. Drake langsung mengetuk jendela kaca tersebut, tapi tidak ada respon sama sekali.


Drake langsung berlari ke dalam rumah dan memanggil Mave, "Mave!"


"Ada apa berteriak pagi pagi?"


"Xavier Light!"


"Jangan menyebut nama pria itu di rumah ini," ucap Mave dengan ketus.


"Tapi Mave, dia ....," ucapan Drake terputus ketika David mendatangi mereka.


"Ada apa dengannya, Drake?"


"Uncle, d-dia ada di luar rumah di dalam mobil, tapi wajahnya pucat sekali," jelas Drake.


"Sialann!!" David langsung berlari keluar dan mengambil sebuah besi. Ia mengintip ke dalam mobil dan melihat keadaan Light.


"Bangunnn!! sialann!!!" David memukulkan besi tersebut di bagian ujung kaca agar jendela kaca mobil itu retak. Ia segera membuka pintu mobil dan memegang Light. Tubuh Light sangat dingin dan wajahnya terlihat pucat.


Ia langsung menarik Light keluar dari mobil dan memapahnya masuk, dibantu oleh Drake. Sementara Mave langsung menghubungi dokter.


**


Dokter telah memeriksa Light dan memasang infus untuknya. Dokter menyatakan bahwa Light terkena hipotermia ringan, namun untuk saat ini mereka harus memastikan tubuh Light selalu dalam keadaan hangat. Jika sampai drop lagi, maka Light harus segera dibawa ke rumah sakit.


"Apa kamu sudah menghubungi Leon dan Amelie?" tanya Angel pada David.


"Sudah. Mereka akan segera ke sini."


Meskipun Light telah melakukan hal yang buruk pada Star, tapi David tidak bisa mendiamkan putra dari sahabatnya itu mengalami sesuatu yang buruk. Saat ini ia masih belum sadarkan diri, membuat mereka semua bisa beraktivitas seperti biasa.


Apakah ia pria yang ada dalam kehidupan Star? - batin Drake seakan bergejolak antara ya dan tidak. Jika memang pria itu adalah Xavier Light, sepertinya ia harus mundur dalam mengejar Star. Bagaimanapun juga, ia tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan pria itu.


*****


Menjelang malam, pintu rumah David dan Angel diketuk. Mereka sudah tahu siapa yang datang karena mereka memang menantikan kehadiran tamu. Saat pintu dibuka terlihat Leon dan Amelie, serta si kecil Ella. Angel dengan segera menyambut kedatangan mereka dengan menggendong Ella dan mempersilakan Leon serta Amelie untuk masuk karena cuaca mulai kembali dingin.


"Duduklah dulu, aku akan menyiapkan teh hangat untuk kalian," ucap Angel.


David keluar menghampiri dan memeluk Leon, "Apa kabar?"


"Baik, bagaimana denganmu?" Persahabatan mereka begitu tulus hingga tak ada yang bisa merusaknya meski putra dan putri mereka sedang berada dalam suatu hubungan yang bermasalah.


"Seperti kamu lihat ... tinggal di sini membuatku menjadi awet muda," Seperti biasanya David akan menggoda Leon. Ia kemudian melihat seorang bayi yang sudah berada kembali dalam gendongan Amelie karena Angel membuatkan mereka minum.


"Ini?"


"Gendonglah, ini cucumu juga. Astrella Axelle Sebastian," ucap Leon. Melihat bayi itu, perasaan David tiba tiba saja menjadi hangat. Ia melihat bayi mungil dengan pipi yang memerah dan terlihat sangat sehat.


"Silakan diminum," Angel meletakkan cangkir cangkir teh hangat di hadapan mereka. Setelah itu ia mendekat ke arah David dan melihat cucu mereka. Mereka merasa senang sekaligus haru melihatnya.


"Bagaimana keadaan Star?" tanya Leon. Ia lebih nerasa khawatir dengan keadaan menantunya itu. Bagaimanapun, Star sudah menjadi korban salah sasaran dari Light yang tidak mengetahui peristiea yang sebenarnya.


"Ia sudah tidak apa apa. Hanya saja .... ia kehilangan penglihatannya," Amelie sangat kaget. Hal itu membuat dirinya merasa bersalah, karena saat itu Star bersamanya dan dialah yang menahan kepergian Star.


"Tenanglah. Dokter berkata hal itu hanya sementara dan terjadi karena trauma yang ia alami, sama seperti musibah yang dulu," ucap David.


"Apakah musibah yang dulu meninggalkan trauma juga pada dirinya?" tanya Leon, "Mengapa kalian tidak menceritakan ini pada kami?"


"Star tidak bisa berada di tempat yang panas ataupun pengap. Ia juga tak bisa dekat dengan sesuatu yang panas, baik itu makanan, minuman. Bahkan ia selalu mandi dengan air dingin. Hal itu akan membuatnya panik dan membuat tubuhnya merespon dengan timbulnya merah merah dan sesak nafas," jelas Angel.


"Separah itu? Apa tidak bisa disembuhkan?" tanya Amelie.


"Kami sudah mencoba membawanya ke psikiater, tapi hasilnya nihil. Sepertinya dari dalam diri Star sendiri yang menghalangi kesembuhannya. Saat ini juga, hanya dirinyalah yang bisa menghilangkan rasa trauma akibat kecelakaan itu agar penglihatannya perlahan kembali."


Mereka berempat terdiam, dan justru terdengar suara tangis dari Ella, membuat Star bangkit dari duduknya dan Light dari tidurnya.


🧡 🧡 🧡