
Tubuh Amelie bergetar dengan hebat. Saat ini ia berada di depan ruang ICU bersama dengan suaminya, Leon. Musibah yang menimpa mereka terjadi begitu cepat hingga rasanya seperti bayangan.
"Sayang, katakan padaku bahwa semua ini hanya mimpi. Apa yang akan terjadi padanya? Aku sangat takut," Amelie menggenggam tangan Leon sementara Leon terus merangkul Amelie.
Saat Amelie berjalan menjauh dari depan lobby dan berdiri di pinggir trotoar, sebuah mobil melaju dengan sangat kencang. Star yang menyadari itu langsung menarik tubuh Amelie, membuat mereka terjatuh bersama.
Namun, kepala Star terantuk sebuah batu hingga ia langsung tak sadarkan diri. Dari pangkal pahanya juga terlihat ada darah yang mengalir. Untung saja Leon datang tepat pada waktunya hingga mereka berdua bisa secepatnya membawa Star ke rumah sakit. Sementara itu mobil yang hampir menabrak Amelie kabur begitu saja.
"Apa kamu sudah menghubungi Light?" tanya Mom Amelie pada Dad Leon.
"Aku sudah mencoba beberapa kali, tapi tidak diangkat."
"Bagaimana jika menghubungi Black? Ia pasti tahu di mana Light berada saat ini."
"Baiklah tunggu sebentar," Leon berusaha menghubungi Black. Setelah 2 kali panggilan, barulah panggilan tersebut diangkat oleh Black. Saat itu ia tak bersama dengan atasannya, tapi ia berjanji akan membantu mencarinya dan segera mengabari.
"Kita harus menghubungi David dan Angel," ucap Amelie.
"Aku akan menghubungi mereka, tapi sebelumnya kita harus memastikan terlebih dahulu kondisi Star," ucap Leon.
Setelah hampir 1 jam mendapatkan penanganan, seorang dokter keluar dan menghampiri Leon serta Amelie.
"Bagaimana, Dok?" tanya Amelie dengan gelisah. Bahkan saat ini wajah Amelie sudah mulai pucat.
"Keadaannya saat ini kurang baik. Terjadi pendarahan di kepalanya yang menyebabkan terjadi penggumpalan. Ia harus segera di operasi. Kabar baiknya, kami masih bisa menyelamatkan bayinya. Untung saja kandungannya begitu kuat dan bayinya masih bertahan."
"Lakukan yang terbaik, Dok. Pastikan putri kami mendapatkan penanganan dan perawaran yang terbaik," pinta Leon. Bagaimanapun juga, Star sudah menikah dengan Light, yang berarti ia adalah menantu keluarga Sebastian. Itu tandanya Star adalah putri keluarga Sebastian juga.
Star akan langsung di operasi setelah mereka selesai mempersiapkan semuanya. Dokter tersebut pergi meninggalkan Amelie dan Leon. Kini mereka perlu menunggu lagi. Hal ini sungguh membuat Amelie gelisah.
*****
Light kembali menegak minumannya sebelum sebuah tepukan mendarat di bahunya, "Tuan."
Light menoleh ke arah suara itu, "Black, apa yang sedang kamu lakukan di sini? Pulanglah, aku sedang ingin sendiri."
Black tidak paham dengan orang orang yang ingin menyendiri, namun malah pergi ke sebuah klub. Klub adalah tempat yang sangat ramai, bahkan bisa membuat Light diganggu oleh para wanita penggoda.
"Anda harus segera meninggalkan tempat ini, Tuan. Nyo ya Star sangat membutuhkan anda saat ini," ucap Black.
"Wanita itu ... dia adalah sumber dari semua masalah dalam keluargaku, bahkan sejak dulu. Malam ini aku ingin sendiri, aku tak ingin bertemu dan melihatnya," ungkap Light sambil mengangkat tangan dan menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan.
"Saat ini Nyonya Star sedang berada di rumah sakit bersama dengan Tuan Leon dan Nyonya Amelie," ucap Black.
Light langsung melotot dan menautkan kedua alisnya, "Apa lagi yang dilakukan wanita itu pada kedua orang tuaku?" Light langsung turun dari kursi bartender dan berniat meninggalkan tempat itu.
"Nyonya Star mengalami kecelakaan, Tuan," tiba tiba jantung Light berdetak dengan cepat. Ia segera berlari keluar dari klub, meskipun ia sudah mulai sedikit mabuk. Black yang menyadari itu langsung menyusul atasannya karena ia tak mungkin membiarkan Light menyetir seorang diri.
Di dalam mobil, Light terus berteriak meminta Black agar mempercepat laju kendaraan mereka. Suasana jalan yang masih agak ramai memang sedikit menyulitkan Black. Ia selalu mencari jalur alternatif agar mereka bisa sampai di rumah sakit dengan cepat dan tidak terjebak dalam kemacetan.
Black menghentikan mobilnya di depan lobby rumah sakit dan menurunkan Light sebelum ia pergi untuk memarkirkan mobil. Ia melakukan semuanya dengan cepat dan segera menyusul atasannya itu.
Light berdiri di depan meja resepsionis dan bertanya mengenai pasien bernama Star. Black yang menyusul tuannya langsung membantu, "Pasien atas nama Maystar Asher."
"Saat ini pasien sedang berada di ruang operasi di lantai 2 ruang OP1 di sayap kanan," jawab resepsionis tersebut. Light dan Black pun langsung menuju ke sana dengan cepat. Mereka sampai berlari, hingga beberapa orang sempat terkena tubuh Light.
Di depan ruang operasi, Light bisa melihat kedua orang tuanya tengah duduk dengan wajah yang gelisah dan khawatir.
"Dad, Mom," panggil Light.
🧡 🧡 🧡