LALUNA: In To The New World

LALUNA: In To The New World
Hilang Kendali 2



Suasana di kamar pribadi Raja Louise semakin memanas tepat setelah Pangeran Arthur menyeretnya secara paksa menjauh dari Eden, pertengkaran pun terjadi.


“Hentikan!!” kembali berteriak pada Pangeran Arthur.


“Kakak! kau tidak bisa memaksa masuk..!! meskipun darah dewa mengalir dalam tubuh kita akan tetapi fungsinya tidak untuk menahan panas yang dikeluarkan oleh Naga Api!! Bukannya selamat justru Bisa-bisa kaupun ikut terbakar di dalam!” berteriak memarahi Raja Louise, baru kali ini Pangeran Arthur berani membentak kakaknya dihadapan orang lain, untuk pertama kalinya dia berani melawan Raja negara ini.


Pada dasarnya Raja Louise adalah seseorang yang tidak dapat diperintah sehingga ia terus berusaha melawan kuncian Erat Pangeran Arthur terhadap tubuhnya bahkan sesekali menyikut Pangeran Arthur. Meskipun rasanya sangat sakit tetapi Pangeran Arthur menahannya agar Raja Louise tidak kembali nekat untuk masuk.


Hingga pada akhirnya kuncian kuat Pangeran Arthur terlepas, dalam sekejap posisi berbalik, Raja Louise menindih pangeran Arthur dan berusaha memukul wajahnya. Belum sempat tinju itu mendarat seseorang berhasil melerai dengan cara mendorong keduanya ke arah yang berlawanan. Orang tersebut adalah Damian,


ia menggunakan kekuatannya untuk menghentikan pertikaian, bukan tanpa alasan hawa panas yang dikeluarkan oleh Eden membawa aura negatif bagi setiap orang yang terkena sehingga dapat memicu pertengkaran.


“Sepertinya Hawa panas ini telah membawa aura negatif keluar. Aku yakin kalian tahu bahwa Naga Api adalah makhluk mitologi terkuat yang membawa sifat baik dan buruk sekaligus, tergantung dengan siapa ia saat


itu, bila hati mu dipenuhi amarah maka ia akan mendukung amarahmu sampai puncak. Begitupun kejadian yang sedang kalian alami saat ini” jelas Damian sambil berjalan menuju ke tempat Eden berada.


Beberapa saat sebelumnya Damian keluar dari Gate dan langsung di sambut oleh Hansel, tak sengaja keduanya bertemu dengan rekan Eden yang lain. Karena ia melihat banyak orang yang dapat dimintai bantuan maka Damian segera memberikan arahan untuk menggali tanah di tempat yang tidak berpenghuni. Hansel memberikan arahan untuk menggalinya di taman pribadi Raja Louise yang tidak bisa dimasuki sembarang orang karena itulah saat ini Hansel, Marco, Justin, Lucas, dan Kate tengah dalam perjalanan menuju taman pribadi Raja Louise sesuai yang diperintahkan. Sedangkan Adel, Cecilia, Diana dan Juga Laura pergi mengantar Damian menuju kamar pribadi Raja Louise.


“Kalian berdua tolong menjauhlah” seru Damian sesaat setelah berhasil memisahkan Raja Louise dan Pangeran Arthur. Ia pun perjalan menuju kamar mandi tempat Eden berada, “Kau sudah sejauh ini” Gumam Damian sambil berjalan mendekati Eden, ia tidak menyangka bahwa naga api sudah hampir menguasai seluruh tubuh Eden. Tanpa berlama-lama Damian segera mengeluarkan kekuatan suci yang ia miliki melalui


tangan yang kemudian ia arahkan pada Eden, kekuatan spesial yang dimiliki oleh Damian berupa cahaya berwarna biru cerah yang sengaja ia salurkan untuk menjalankan fungsinya sebagai penenang kekuatan Naga Api. Sepuluh menit berlalu pancaran panas mulai mereda dan sepenuhnya hilang lima menit kemudian, bahkan bagi Damian tidak akan mudah untuk menenangkan Naga Api meskipun ia memiliki kemampuan spesial yang diturunkan oleh Dewa.


Kini Eden terkulai lemah tak berdaya di lantai, tubuhnya telanjang sepenuhnya dan tak tertutupi sehelai kain pun, agar semua orang tak mendekat Damian lantas memperingatkan orang-orang di sekitar, “Berhenti! Tunggu di sana. Ada sesuatu hal yang tidak boleh kalian lihat” sadar dengan peringatan Damian membuat langkah Pangeran Arthur, Adel, Cecilia dan Jose terhenti.


“Hamba akan membantu pendeta” seru Cecilia yang mengikuti Raja Louise untuk mencari kain yang akan diberikan pada Eden. Tetapi ia sudah terlambat karena Damian telah menutupi seluruh tubuh Eden menggunakan jubah yang ia miliki, saat ini Damian menggendong tubuh Eden dan berjalan keluar dari


kamar mandi menuju kamar pribadi Raja Louise.


“Tunjukkan jalan menuju taman pribadi Raja” ucap Damian meminta tolong pada siapa saja yang bisa dimintai tolong.


“Kakak!!” seru Adel berlari mendekat sesaat setelah ia melihat Damian menggendong Eden yang sedang dalam kondisi tak sadarkan diri.


“Berhenti!!” sedikit membentak agar Adel tidak mendekati Eden.


Teriakan Damian membuat Adel sontak menghentikan langkahnya, “Ta.. tapi.. kakak..” dengan berlinang air mata Adel terlihat sangat sedih dan ingin memastikan kondisi kakaknya dari dekat.


Melihat Adel yang tampak asing membuat Damian mengernyitkan alisnya, ia bisa merasakan aura yang dipancarkan Adel bukan berasal dari wilayah ini, “Kau.. bagaimana bisa kau datang ke sini! Penyusup!” Damian sedikit menggertak Adel dan memberinya tatapan tajam penuh kebencian.


Mendapat gertakan dan tidak mendapat sambutan baik oleh Damian membuat tubuh adel bergetar, baru kali ini ia melihat seseorang yang memiliki tatapan menyeramkan seperti Damian, hal ini lantas membuat Adel mematung dan tidak bisa bergerak.


Mendapati Adel yang ketakutan lantas membuat Pangeran Arthur segera menghalangi pandangan mata Adel dengan cara berdiri dihadapannya, “Cecilia, tolong bawa Adel pergi” ucap Pangeran Arthur, segera setelahnya


Cecilia menarik tangan Adel lalu membawanya keluar dari kamar pribadi Raja Louise.


“Lewat sini” ucap Raja Louise menunjukkan sebuah jalan rahasia yang berada di perpustakaannya.


“Biar aku saja yang menggendongnya” Raja Louise menawarkan diri untuk membantu Damian karena ia merasa tidak nyaman Damian menggendong tubuh yang hanya tertutup jubah putih.


“Tidak, bahkan anda pun tidak akan kuat menahan panas tubuhnya”


Mendengar hal ini lantas membuat Raja Louise mengalah, ia tidak ingin berdebat pada situasi saat ini dan segera menunjukkan jalan menuju taman pribadinya.


“Dengarkan aku, apapun yang terjadi kalian tidak boleh menghalanginya karena aku harus mengubur Eden dalam tanah”


“Kau sudah gila ya!!” seru Raja Louise menoleh ke arah Damian dan berusaha meraihnya untuk memberikan pukulan, namun segera dihalangi oleh Pangeran Arthur.


“Hentikan kak, kita dengarkan dulu penjelasannya” ucap Pangeran Arthur sambil menghalangi kakaknya maju ke arah Damian.


“Air adalah elemen yang dapat menyebabkan api padam, dalam kasus Eden tentu saja Api tidak boleh padam karena ia harus menjadi satu kesatuan yang utuh dalam tubuhnya. Lalu angin adalah elemen yang dapat membuat api semakin berkobar, tentu elemen ini tidak dapat membantu Eden, lantas tanah


adalah elemen yang tepat untuk meredam panas tubuh dan dapat membantu Eden dalam menstabilkan proses penyatuan kekuatan Naga Api dalam tubuhnya. Lagi pula aku tidak akan benar-benar mengubur seluruh tubuhnya, bagian kepala akan ku biarkan terbuka” setelah mendengar penjelasan dari Damian membuat Raja Louise segera kembali melanjutkan langkahnya, ia hanya diam dan tidak berkata apa-apa karena telah salah paham sebelumnya.


Mereka berempat berjalan melalui lorong setapak hingga sampailah di taman pribadi Raja Louise, Marco, Justin, Lucas, Kate, Diana, Laura dan Hansel telah menunggu kedatangan Damian,  penggalian di tanah juga telah selesai dikerjakan sesuai perintah.


“Sekali lagi ku ingatkan tolong menjauhlah” ucap Damian memperingatkan orang-orang yang berada di taman pribadi Raja sambil melihat sekitar dan sepertinya Damian tidak puas dengan orang-orang yang mundur kurang jauh.


“Biar aku saja kak, emosi mu tidak stabil” ucap Pangeran Arthur menawarkan diri menggantikan kakaknya.


“Kalau boleh tahu mengapa kami tidak boleh di sini ?” karena penasaran membuat Marco spontan bertanya yang kemudian membuat Justin sedikit menyenggol lengan Marco  karena pertanyaannya bisa saja menyinggung Damian.


“Karena enegi kalian bisa terserap, alasan mengapa pendeta Damian memilih taman pribadi Raja adalah karena di sini banyak tumbuh tanaman yang dapat memberikan energi alam bagi Eden, selain itu kenapa hanya antara aku dan Raja Loiuse adalah karena kami adalah orang spesial, aku yakin kalian pernah mendengarnya bahwa dalam tubuh Raja juga mengalir darah Dewa. Karena tubuh spesial ini membuat kami tidak akan terserap energinya seperti orang biasa.” jelas Pangeran Arthur pada Marco.


“Maafkan kami sudah salah sangka, kami akan pergi” ucap Justin segera berpamitan lalu pergi keluar bersama Marco, Lucas, Kate, Diana, Laura, Hansel dan Jose.


Bukannya pergi, Raja Louise tetap diam mematung dan tidak beranjak dari tempatnya sekarang, hal ini sempat mengusik pikiran Damian hingga membuatnya angkat bicara, “Tenanglah Yang Mulia, kami sudah tidak memiliki nafsu baik itu nafsu dalam diri maupun nafsu terhadap dunia. Hanya anda saja keturunan dewa di dunia ini yang masih memiliki nafsu” sambil meletakkan tubuh Eden pada lubang galian namun belum benar-benar membuka seluruh kain yang menutup tubuhnya.


“Sudah kak, kau keluar saja” Pangeran Arthur berusaha mengusir Raja Louise dengan membalikkan tubuh lalu mendorongnya ke pintu keluar.


“Baiklah, aku percaya padamu” ucap Raja Louise kemudian berjalan keluar dan menutup pintu taman pribadinya dari luar.


“Sebelum ke sini tolong balikkan tubuh mu, aku akan melepas kainnya” ucap Damian mencegah agar Pangeran Arthur tidak mendekat, ia berusaha melindungi privasi Eden.


“Sudah” seru Damian sehingga membuat Pangeran Arthur segera berjalan mendekat dan melihat tubuh Eden kini telah tertutup hampir separuhnya, ia lantas membantu Damian menutup bagian kaki hingga seluruhnya telah tertutup rapat kecuali bagian kepala.


“Untuk mengembalikan tubuh agar stabil aku akan menyalurkan seluruh energi alam yang berada di sini, mungkin akan membuat beberapa tanaman menjadi layu. Lantas tugas mu adalah membuat ratai pelindung. Ku dengar Sri Isaac Xavier telah mengajarkan caranya pada mu” mendengar penjelasan Damian membuat Pangeran Arthur merespon dengan anggukan kepala dan langsung dilaksakan dengan membuat lingkaran mantra kemudian mengeluarkan rantai pengikat yang langsung terkait pada kaki dan tangan Eden di dalam tanah.


“Ingatlah kau harus menahannya, meskipun menggunakan rantai pelindung dia bisa saja mengamuk dan membuat mu kuwalahan” imbuh Damian memperingatkan Pangeran Arthur agar berhati-hati.


“Baik, saya mengerti” jawab Pangeran Arthur yang telah memegang rantai pelindung dengan erat menggunakan kedua tangannya sambil melakukan kuda-kuda dan memperkuat posisinya saat ini.


***


Di luar taman pribadi Raja rekan-rekan Eden telah menunggu dengan cemas, mereka terlihat gelisah dan mondar-mandir ke sana kemari karena khawatir dengan kondisi yang dialami oleh Eden, sejujurnya mereka tidak menyangka bahwa Eden harus mengalami hal seperti ini setelah melakukan ikatan dengan Sang Naga Api. Kondisi yang tidak bisa diterima oleh akal sehat namun pada kenyataannya harus dijalani oleh Eden tanpa sepengetahuan mereka.


“Sepertinya kami berdua akan menyusul nona Adel, hamba permisi dulu Yang Mulia” ucap Laura berpamitan pada Raja Louise dan rekan-rekannya kemudian berjalan pergi.


“Pantas saja, nona Eden berbeda setelah kembali dari gunung Tarsa.. kekuatannya bertambah besar saat kita melakukan latihan bersama” gumam Lucas yang baru menyadari kekuatan luar biasa Eden bersumber dari kekuatan Naga Api.


“Bahkan menyedot energi yang ada di sekitar, aku baru mengetahui fakta ini” imbuh Marco yang tidak menyangka akan fakta yang diungkap oleh Pangeran Arthur.


“Ngomong-ngomong tuan Jose siapa pendeta tadi?” tanya Justin pada Jose karena penasaran dengan sosok berbaju putih yang menolong Eden.


“Damian Xavier, beliau merupakan penerus dari Sri Isaac Xavier. Secara khusus ditugaskan menjadi pendamping nona Eden untuk sementara waktu” Jose menjelaskan secara singkat mengenai sosok pendeta Damian.


“ahhh.. Pantas saja, kami tidak mengenalinya dan sejujurnya kami juga baru melihatnya” ucap Justin seraya menganggukkan kepala dua kali.


“Akan tetapi, meskipun terlihat muda namun usianya sudah tua, bahkan jauh lebih tua dariku” imbuh Jose memberi peringatan agar bisa berlaku sopan terhadap pendeta Damian.


“Benarkah?!” ucap Justin, Marco, dan Lucas secara serentak yang terkejut mendengar cerita Jose.


“Yang dikatakan oleh Jose benar, sebagai keturunan Sri Isaac Xavier tentulah beliau mewarisi kekuatan yang sama dengan Sri Isaac Xavier, awet muda merupakan augerah yang beliau terima sejak lahir, dan kekuatan yang beliau miliki juga tidak bisa dianggap remeh” imbuh Hansel menyempurnakan cerita Jose yang membuat ketiganya menganggukkan kepala.


Di antara percakapan yang intenst terdapat situasi yang berbeda, karena sedari tadi Raja Louise terlihat murung dan tidak ikut bergabung dengan yang lainnya. Meskipun ia juga ikut menunggu, tetapi ia sedang


merenung sendiri karena kondisi Eden membuatnya sangat khawatir hingga ia tidak berkonsentrasi juga tidak tertarik untuk ikut dalam percakapan orang lain. Sadar akan hal ini membuat Jose lantas mendekati Raja Louise, “Tenanglah Yang Mulia, hamba yakin nona Eden akan kembali pulih” ucap Jose berusaha menenangkan Raja Louise, namun tidak direspon, Raja Louise terus melamun dan tidak memperhatikan sekitar.


***


Adel dan Cecilia kembali ke Istana Vie Rose sesaat setelah Damian membentaknya dengan suara keras, hal ini membuat Adel sangat terkejut hingga membuat seluruh tubuhnya gemetar hebat.


“Nona, duduklah, saya akan mengambilkan anda air” ucap Cecilia meminta agar Adel duduk di kursi dekat perapian yang berada di ruang utama Istana Vie Rose.


“Ini nona” sambil memberikan segelas air yang diterima oleh Adel kemudian ia meminumnya.


“Nona, tenanglah. Meskipun menakutkan tetapi hamba yakin pendeta tidak bermaksud begitu, karena beliau belum tahu bahwa dalam tubuh anda terdapat setengah energi kehidupan nona Eden. Beliau bisa saja salah paham nona” Cecilia berusaha menenangkan Adel sambil memijat salah satu telapak tangan Adel agar ia merasa lebih tenang dan rileks.


Meskipun terlihat canggung, menanggapi ucapan Cecilia membuat Adel sedikit tersenyum, ia lantas memberikan gelas kosong yang ia pegang pada Cecilia, “Kau benar, tidak seharusnya aku memikirkan hal ini..”


“Anda harus tenang nona, yang terpenting sekarang kita hanya perlu menunggu nona Eden kembal pulih” imbuh Cecilia yang kemudian meletakkan gelas kosong di sebelahnya, lalu melanjutkan pijatan kecil pada tangan Adel. Sambil menenangkan diri di ruang utama keduanya kini tengah menunggu proses pemulihan Eden yang sedang dilaksanakan, tentunya keduanya sangat berharap bahwa Eden akan kembali pulih seperti sedia kala.