LALUNA: In To The New World

LALUNA: In To The New World
Penculikan



(kejadian sebelum raja Raja


Louise datang ke goa persinggahan Laluna)


 


 


sehari setelah Lucas terluka kondisinya berangsur membaik dan


kini ia pun siuman dari masa kritis yang telah dialami.


"e.. Laluna"


ucap Lucas lirih memanggil Laluna yang berada di sampingnya,


ia seolah ingin meminta bantuan untuk membangunkan tubuhnya


"Lucas"


seru Laluna yang kemudian membantu Lucas untuk duduk, ia lalu


memberikan minum pada Lucas.


tak berselang lama Marco dan Justin masuk keduanya sangat


bersyukur karena Lucas telah sadar dari masa kritisnya.


"Lucas..."


seru Marco segera menghampiri Lucas yang di ikuti oleh Justin


di sampingnya


"sykurlah kau telag siuman.. kami sangat takut bila.."


"takut bila aku mati maksud mu?"


ucap Lucas memotong perkataan Justin


"kau ini masih saja merehkan ku"


imbuh Lucas melanjutkan ucapannya


"aku rasa kita harus segera pindah karena situasi di


wilayah aksum tidak menguntungkan bagi kita, apalagi saat ini berita mengenai


pembantaian para penjahat di bar menjadi perbincangan hangat dikalangan para


blood Hunter, jika terus bertahan maka bukan hanya Laluna yang dalam bahaya


tetapi kita semua"


ucap Justin


"aku setuju"


ucap Marco


"iya aku juga, lagi pula tidak ada gunanya berlama-lama


di wilayah ini"


imbuh Laluna sambil tersenyum


"baiklah kami berdua akan mulai berkemas, kau membantu Marco


mempersiapkan dirinya"


ucap Justin membagi tugas dan peranan masing-masing, dan


mereka pun mulai berkemas.


sembil membereska barang-barang ketiganya sempat


mendiskusikan akan berpindah kewilayah mana dan sudah di putuska kota Assiria


menjadi tempat persinggahan selanjutnya.


selama berkemas perasaan tidak senang muncul dalam hati Laluna


raut wajah nya menunjukkan dengan jelas, ia memikirkan janji yang sudah ia buat


dengan pria yang memberinya ramuan middlemist camelia.


ia merasa harus pergi namun ia tidak bisa meninggalkan


temannya walau hanya sejenak,


'siapa ya nama pria itu, apakah Liam, atau Leandro, tapi


sepertinya bukan keduanya, Louise? apakah benar namanya Louse?'


gumam Laluna sambil menata perlengkapan miliknya dan sesekali


menggelengkan kepala.


"ada apa?"


tanya Lucas


"ahh tidak, aku hanya lupa menaruh barang.. ini sudah


ketemu"


ucap Laluna mengelak dari pertanyaan Lucas sambil menunjukkan


sebuah buku.


kini semuanya telah selesai berkemas, waktu keberangkatan


telah tiba yaitu dini hari, waktu ini dipilih untuk menghindari para penjaga tak


curiga terhadap mereka, kali ini Laluna memutuskan menaiki kuda bersama Lucas


untuk berjaga karena kondisinya masih belum pulih sepenuhnya.


selama perjalanan berlangsung tak ada halangan yang berarti


namun sesampainya Assiria, mereka berempat melakukan proses pemeriksaan, sempat


dicurigai tapi akhirnya mereka berempat lolos juga.


Namun tak berselang lama ada salah satu penjaga yang


menyadari sesuatu hingga ia bergegas menuju kerajaan untuk melapor pada raja


Noah.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang mereka


berempat pun tiba di pusat kota Assiria.


“tunggulah disini, aku akan mencari penginapan”


Ucap Marco


“aku ikut”


“tidak, tunggulah disini.. aku akan segera kembali”


Ucap Marco menolak keikutsertaan Laluna, bukan tanpa alasan Marco


meminta ketiganya untuk menunggu karena pergi secara bergerombol dapat


menimbulkan rasa curiga orang lain.


Tak ada pilihan lain Justin dan Laluna menuruti keinginan Marco,


keduanya kemudian turun dan membantu Lucas untuk duduk di kursi taman.


Sambil beristirahat Laluna memperhatikan sekeliling, ia


melihat bahwa Assiria memiliki peradaban yang begitu maju berbeda dengan kota


lain di wilayah another world, Assiria memiliki sebuah pusat kesenian dan


gedung pertunjukan yang besar.


Kebetulan hari ini bertepatan dengan acara ulang tahun raja


Assiria sehingga festival besar diadakan di pusat kota Assiria, orang-orang


bernyanyi dan menari begitu meriah merayakan hari ulang tahun raja mereka.


suara pengumumanpun terdengar, kabarnya malam ini akan ada


pertunjukan orkestra kerajaan dimana akan menghadirkan salah satu violinist


terkenal di another world.


Laluna sedikit tertarik dengan pengumuman tersebut, ia


berjalan mendekati arah suara berasal,


“luna... heii.. kau mau kemana”


Seru Justin memanggil Laluna namun tak dihiraukan olehnya.


“hei.. biarkan saja.. dia sudah besar”


Ucap Lucas menghalangi Justin yang berusaha mengejar Laluna


pergi.


tak terasa langkahnya sudah begitu jauh, Laluna berada diantara


kerumunan orang-orang yang membuatnya sadar bahwa ia tersesat.


Laluna terus melihat sekeliling, ia tidak ingat dengan pasti


jalan yang dilalui sebelumnya namun tetap berusaha untuk menemukan arah kembali


ke taman, saat sedang berputar kearah sebaliknya tak sengaja ia bertabrakan


dengan seseorang yang menggunakan mantel.


“ah maaf”


Ucap Laluna buru-buru pada orang yang ia tabrak namun orang


tersebut buru-buru pergi tanpa menghiraukan permintaan maafnya.


Setelah diperhatikan dari pakaian yang orang tersebut kenakan


Laluna bisa menebak bahwa dia adalah seorang petarung sepertinya,


“sepertinya kami memiliki latar belakang yang sama”


Gumamnya lalu setelah itu Laluna pun kembali mencari jalan


pulang


Dari kejauhan ia melihat Marco berdiri seolah sedang menunggu


seseorang namun Marco terlihat seperti sedang mengkhawatirkan seseuatu.


“Marco”


Seru Laluna memanggil nama rekannya tersebut sambil berlari


menghampirinya


“hei.. kau dari mana saja, aku mencari mu.. kau membuat ku


khawatir saja”


ucap Marco


“aku hanya berjalan-jalan sebentar dan sempat tersesat tapi


sekarang aku disini”


khawatir


“lebih baik kita segera ke penginapan”


Ucap Marco mengajak eden dan rekan lainnya pergi ke


penginapan.


* * *


(disebuah tempat di sudut kota Assiria)


orang yang menggunakan mantel dan bertabrakan dengan Laluna


adalah Kate, ia mendapat tugas untuk mencari inormasi di wilayah ini, kurang


lebih sudah 2 bulan ia berada di Assiria.


sebenarnya saat pembagian tugas wilayah Kate sangat ingin


pergi ke cemos untuk menemui Diana namun Chris tak mengizinkan dan meminta Kate


untuk tetap berjaga di wilayah assiria, Kebetulan hari ini Kate memiliki janji


untuk bertemu dengan Chris dan Cecilia, ketiganya akan berbagi informasi dan


menyusun rencana selanjutnya.


sudut kota mereka pilih untuk bertemu, mengingat penjagaan


Assiria sangat ketat sehingga mereka harus menyembunyikan jati diri sebagai


orang dari the great Aztec.


setelah bertemu, ketiganya bergegas mencari tempat untuk


menginap dan menyusun rencana.


Selama bersama ketiganya bertukar informasi mengenai blood


hunter bernama Laluna, terutama Chris yang telah mengumpulkan informasi dan


menduga bahwa Laluna kini sedang dalam perjalanan menuju kota lain.


beberapa waktu lalu ia mendengar informasi bahwa ada


pembantaian yang dilakukan oleh seorang blood Hunter wanita dengan menggunakan


sebuah anak panah dan ciri-ciri rambut orang tersebut berwarna pirang.


“kemampuan memanah si blood hunter bukanlah kemampuan biasa,


dan sejauh ini kemampuan memanah terbaik hanya nona eden yang memilikinya aku


yakin mungkin saja Laluna dan nona eden adalah orang yang sama”


“tapi ini masih ambigu.. jika Laluna memang nona eden


seharusnya dia segera kembali ke the great aztec dan tidak berkarir sebagai


blood hunter”


Kate mencoba menyanggah argumen spekulati yang di utarakan


chris


“iya kate benar, untuk apa nona eden melalang buana menjadi


blood hunter bukankah tujuannya masuk ke istana sudah jelas”


Imbuh cecillia setuju pada pendapat kate


“tapi entah mengapa firasat ku mengatakan mereka adalah orang


yang sama. Cepat atau lambat kita harus menumui Laluna agar semua dugaan ku


bisa terjawab”


Ucap chris


“lalu assiria, aku yakin Laluna berada di wilayah ini


sekarang karena jaraknya cukup dekat dengan aksum dan ku dengar salah satu


rekannya terluka jadi tidak mungkin bagi mereka untuk pergi jauh”


Tutur chris berdasarkan laporan lain yang dikumpulkan oleh


Diana dan Laura, untuk itu ketiganya sepakat akan menyusuri kota malam ini.


* * *


malam pun menjelang, suasana kota Assiria semakin ramai


dengan perayaan besar-besaran semua orang di kota begitu bahagia, kecuali Laluna


yang terlihat murung karena masih memikirkan pria yang ia temui sebelumnya,


sedih hatinya karena ia tidak begitu mengingat nama pria tersebut.


entah kenapa setelah bertemu dengan si pria seolah pikiran Laluna


teralihkan padanya padahal Laluna merasa baru bertemu, tapi tatapan mata si


pria seolah tak asing baginya.


Tanpa sadar Lucas memperhatikan Laluna sedari tadi, ia


melihatnya begitu murung, Lucaspun segera meminta Marco dan Justin untuk


mengajak Laluna keluar untuk berjalan-jalan.


“pergi dan ajaklah Laluna keluar”


Ucap Lucas


“aku tetap disini, Justin saja yang pergi”


Ucap Marco ketus


“hei kau saja yang pergi”


Ucap Justin yang juga menolak perintah Lucas


“kalian berdua pergilah bersama-sama, Laluna sudah bersama


kita cukup lama, aku belum pernah melihatnya murung seperti sekarang ini”


Ucap Lucas yang seolah sedang mengkhawatirkan Laluna


“huuhhh... baiklah kami akan pergi, kau jaga diri baik-baik.


Kami tidak akan lama”


Ucap Justin menuruti keinginan Lucas begitupun Marco yang


mengikuti Justin, kini keduanya mengajak Laluna untuk keluar.


“mau berjalan-jalan sebentar?”


tanya Justin sambil menghampiri Laluna di balkon hotel


“tidak kau saja”


Ucap Laluna menolak namun Marco tiba-tiba mendekat dan


berbisik yang membuat Laluna menganggukkan kepala setuju, dari ucapan Marco ia


memilih pergi karena tak ingin membuat Lucas semakin mengkhawatirkan nya.


mereka bertiga pun pamit lalu berjalan menuju pusat kota


Assiria, tak sengaja Laluna melihat pamflet mengenai pertunjukan orkestra,


“apa kalian ingin melihat pertunjukan violin di gedung utama?”


Ucap Laluna mengutarakan keinginannya


“kau ingin melihatnya?”


tanya Justin yang di respon anggukan oleh Laluna


“baiklah ayo kita kesana”


Marcopun mengabulkan keinginan Laluna.


“berjalan lah di dekat ku, aku taku kau menghilang lagi”


Ucap Marco


“aku akan berjalan dibelakang kalian berdua”


Imbuh Justin


mereka pun masuk ke gedung utama kebetulan acaranya belum di


mulai namun penonton sudah banyak yang datang dan menempati tempat duduk


masing-masing.


karena gedung pertunjukan berbentuk colloseum mereka


memutuskan untuk duduk di pinggir pada baris nomor 5 dari depan panggung,


sambil menunggu pertunjukan mulai, semua orang membicarakan violinist yang akan


tampil malam ini.


kabarnya sebagai bagian dari hubungan diplomasi yang terjalin


antara the great Aztec dan Assiria, raja The Great Aztec mengirimkan salah satu


pemain biola terkenal di another world sebagai hadiah ulang tahun untuk raja


Assiria.


pemain biola terkenal itu tidak lain merupakan adik dari raja


the great Aztec yaitu pangeran Arthur dan tak banyak orang assiria yang


mengetahui bahwa pangeran dari The Great Aztec mahir dalam memainkan biola.


* * *


(di penginapan)


Kini Lucas sedang duduk termenung melihat ke luar jendela, ia


menikmati suasana malam itu meskipun lukanya belum terlalu sembuh namun dirinya


sudah dapat berjalan dengan baik.


setelah dirasa cukup menikmati suasana malam itu membuat Lucas


ingin segera beristirahat, ia kemudian berjalan menuju ranjang.


'duuugggggg'


seseorang memukul bagian belakang kepala Lucas hingga ia


jatuh pingsan.


Tanpa disadari seseorang telah menyusup ke dalam kamarnya,


setelah berhasil menjatuhkan Lucas orang asing tersebut kemudian meninggalkan


secarik kertas lalu membawa Lucas pergi dari penginapan tanpa sepengetahuan


rekannya yang lain.