LALUNA: In To The New World

LALUNA: In To The New World
Alasan Kedatangan Beatrice



(Mansion Lily)


tempat di mana Beatrice tinggal, hari-hari membosankan dilalui oleh Beatrice dengan melatih kemampuan beladirinya dan hari ini ia baru saja selesai berlatih pedang dengan pelatih pribadi yang sengaja ia datangkan dari Eufrat. Semenjak datang ke Istana The Great Aztectak tak ada hal mulus yang terjadi seolah segala usaha dan pengorbanannya hanya sia-sia belaka karena tidak mendapat respon baik dari Raja Louise seperti yang ia inginkan. Sempat merasa frustasi karena ditolak terus menerus tak membuat Beatrice kehilangan akal, ia berusaha mencari cara agar bisa bebas keluar masuk Istana matahari (Istana tempat tinggal Raja Louise) dan berkat bantuan seseorang ia berhasil menembus akses ke sana. Satu-satunya hal yang membuatnya merasa senang ialah ketika berhasil masuk ke Istana Louise dan membuat Eden salah paham, meskipun cara ini sedikit kotor namun ia merasa cukup puas karena telah menimbulkan kesalahpahaman di antara keduanya sehingga kejadian semalam bisa memuluskan aksi selanjutnya.


"Putri Beatrice, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" Ucap seorang pelayan meminta izin pada Beatrice, lalu setelahnya pergi meninggalkan Beatrice dan orang tersebut. Sosok yang berada dihadapan Beatrice tampak asing baginya, dia


adalah seorang perempuan berusia sekitar 23 tahun. "Salam hormat putri Beatrice,


perkenalkan nama hamba Charlotte, nyonya Rosemary mengirim hamba ke sini untuk


membantu anda putri".


"!!!!!" Beatrice terkejut mendengar bahwa orang yang ada dihadapannya merupakan pesuruh


Rosemary, hal ini mengingatkannya pada kejadian beberapa waktu sebelum ia


datang ke The Great Aztec, kejadian ini sempat menjadi pemicu menggeloranya


ambisi Beatrice yang telah lama ia pendam mengenai menaklukkan Sang Naga Api.


(di Istana Eufrat beberapa minggu sebelum keberangkatan menuju The Great Aztec)


Dikenal sebagai putri sekaligus kesatria tangguh negara Eufrat, Beatrice mengukuhkan posisinya sebagai calon pewaris takhta Kerajaan mengalahkan adik-adiknya. Meskipun terlahir sebagai seorang putri, Beatrice unggul disegala bidang sepertipergaulan kelas atas, kegiatan sosial, bidang militer bahkan ketatanegaraan semuanya ia kuasai, maklum saja sebagai putri pertama ia memiliki ambisi besar terhadap masa depannya sendiri. Sempat mengalami kegagalan dalam misi gunung Tarsa membuat Beatrice merasa frustasi karena ia sudah mengorbankan banyak hal termasuk lamaran dari kekasihnya yaitu Raja Louise dua tahun yang lalu, sudah tak ada jalan untuknya kembali pada Louise.


Kala itu sebelum melamar, Louise mengatakan hanya akan melamar Beatrice satu kali saja, bila Beatrice menolak maka tidak ada lamaran untuk kedua kalinya, Beatrice muda memiliki ambisi besar terhadap dirinya sehingga dengan yakin Beatrice langsung menolak lamaran Raja Louise. Beberapa tahun merasa terpuruk setelah kegagalan yang dialami, Beatrice pun mencoba bangkit kembali dan tak sengaja ia mendengar berita bahwa Raja Louise sedang mengadakan sebuah kompetisi yang bertujuan untuk memilih calon istri bagi dirinya, syarat yang di ajukan persis dengan karakter Beatrice yaitu pandai bertarung. Merasa akan ada sebuah kesempatan kedua Beatrice pun berangkat menuju ke The Great Aztec untuk mendaftarkan dirinya, ia yakin kompetisi ini sengaja dibuat oleh Louise agar bisa menarik perhatian dirinya, karena itulah Beatrice merasa sangat percaya diri akan kemampuan dirinya kali ini. ia pun berangkat menuju The Great Aztec untuk mendaftarkan dirinya sebagai peserta, sesampainya di The Great Aztec ia sama sekali tak menyangka bahwa jumlah peserta yang mendaftar begitu banyak sehingga membuatnya harus ikut mengantri.


 "Tak apa, toh Louise akan memilih ku juga" gumam Beatrice yang terus percaya diri saat ikut mengantri, dan beberapa jam berlalu ia pun selesai mendaftarkan dirinya, petugas sempat mengatakan bahwa peserta yang lolos seleksi akan diumumkan besok lalu ia pun kembali ke penginapan. Siang hari ia pergi menuju Istana


untuk melihat pengumuman yang tertempel, ia masih saja percaya diri akan lolos dengan mudah, namun setelah melihat papan pengumuman ia terdiam. Hal ini dikarenakan dirinya yang terkejut karena tak lolos seleksi, ia merasa ada yang tidak beres lalu meminta penjelasan pada petugas di sekitar lokasi.


 "Ada apa ini? kenapa kami tidak lolos!!" ucap seorang peserta yang protes. "Benar kenapa kami tidak lolos" seru wanita lainnya yang juga memprotes ketidakadilan tersebut. "Kenapa saya tidak lolos, apakah anda bisa menjelaskannya?" tanya Beatrice pelan pada seorang petugas.


Karena tidak bisa menjawab satu persatu si petugas pun lantas menjelaskannya sekaligus, "Begini nona, sistem seleksi di buat oleh Raja Louise lalu proses seleksi juga di lakukan oleh Raja Louise jadi secara keseluruhan beliaulah yang memilih peserta sendiri" ucap seorang petugas membuat semua peserta terdiam, mereka tahu benar bila Raja Louise yang terjun secara langsung maka keputusan yang dibuatnya adalah mutlak, tidak bisa di protes. "Apakah anda yakin?" tanya Beatrice sekali lagi memastikan ucapan si petugas mengenai Raja Louise. "Tentu saja nona, anda bisa melihat bahwa daftar nama peserta yang lolos telah di cap


menggunakan stempel pribadi raja yang jarang terpublikasi dan hanya untuk dokumen penting, itu membuktikan bahwa keputusan pelolosan peserta di buat sendiri oleh Raja Louise dan bukan petugas maupun asisten beliau" mendengar penjelasan ini membuat Beatrice sangat kecewa, ia berpikir bahwa Louise tidak mungkin melupakan dirinya mungkin saja Louise hanya sedang marah padanya sedikit saja, ia masih memiliki pikiran positif akan hubungannya dan Louise.


Beberapa hari berlalu, Beatrice masih tinggal di The Great Aztec, ia menginap di sebuah penginapan setelah sebelumnya ia mengirim surat untuk Raja Louise menggunakan burung pos. Dengan penuh harap Beatrice menanti balasan dari Louise, ia dengan sabar tetap bertahan di kota hingga Louise membalas suratnya, selain itu ia juga memang berniat untuk melihat pertandingan yang akan dilangsungkan hari ini di hutan Kerajaan. Kali ini adalah kesempatan emas baginya agar dapat bertemu dengan Louise secara langsung dan meminta penjelasan mengapa dirinya tak lolos, mungkin saja ia bisa menjadi peserta di final jika berbicara  dengan Louise.


Sesampainya di lokasi pertandingan Beatrice menunggu kesempatan agar bisa menyapa Louise


juga Arthur, ia terus memperhatikan Louise dari kejahuan di tengah kerumunan orang yang juga menyaksikan pertandingan siang itu. Bahkan saat terjadi konflik di akhir pertandingan di mana salah seorang peserta diminta untuk gugur, mata Beatrice tak lepas memandang Louise dari kejauhan, ia melihatnya dengan jelas, Louise memberikan tatapan tak biasa pada seseorang. Sadar akan hal tersebut membuat Beatrice mencari ke arah mana Louise menatap dengan intens, disanalah orang tersebut, berdiri di fitnah banyak orang karena dikira curang. Beatrice masih belum yakin apakah benar dia orangnya sampai membuat Pangeran Arthur turun tangan untuk membeberkan analisisnya mengenai jantung rusa. "huuuuhhhh" helaan nafas panjang dari Beatrice membuatnya merasa lega karena Louise menatap si gadis bukan karena suka melainkan untuk keadilan.


Penasaran dengan permasalahan yang sedang terjadi membuat Beatrice mencari seseorang yang bisa


Beatrice merasa sangat yakin bahwa pertandingan ini hanyalah sebuah formalitas dan pada akhirnya nanti tidak akan ada peserta yang lolos maupun terpilih menjadi pendamping Louise karena di antara semua peserta tak satu pun yang memenuhi kriteria sebagai pendamping Raja meskipun Beatrice sendiri harus mengakui bahwa kemampuan para peserta sangat baik.



Pertandingan final pun berlangsung, hari ini peserta yang lolos akan bertanding menaklukan Kerberos di arena pertandingan, tentu saja Beatrice tak ingin melewatkan momen ini karena itulah ia ikut menyaksikan melalui tribun penonton. Suasanya begitu ramai, sorakan penonton terdengar menggelegar mendukung masing-masing peserta agar menang, bahkan tak sedikit yang menjadikannya sebagai ajang perjudian, sementara ini dukungan penonton paling banyak terpusat pada Kate kesatria perwakilan dari keluarga Thompson, mereka bertaruh bahwa Kate akan memenangkan pertandingan ini. 'Cihh.. dasar orang-orang bodoh.. mereka tak tahu bahwa pertandingan ini hanya formalitas saja' gumam Beatrice sambil tersenyum meremehkan orang-orang yang mengira bahwa hari ini adalah pertandingan sungguhan.


pertandingan berlangsung sangat seru dan juga sengit satu peserta di serbu oleh tiga peserta lain yang membuat semua orang terheran, mereka sempat meremehkan peserta tersebut karena bukan berasal dari keluarga bangsawan kelas atas. "Aku rasa nona Eden adalah lawan yang kuat bagi ketiganya" ucap seorang


penonton yang tak sengaja di dengar oleh Beatrice 'Eden?' gumam Beatrice dalam hati seraya mengernyitkan alis setelah mendengar nama Eden disebutkan, tak berselang lama keberhasilan Eden menaklukan Kerberos membuat semua orang bersorak dengan hasil tak terduga itu, ditambah lagi Kerberos kini menuruti perintah Eden bahkan sampai berlari keluar stadion hanya untuk benda yang di lemparkan keluar arena pertandingan, Kerberos berlari kemudian melompati penonton dan Beatrice yang berada di bangku penonton ikut terkejut


karena kemampuan luar biasa Eden. Kejadian ini membuat Beatrice mulai melihat ke arah Louise, ia sedang duduk bersama Arthur di Tribun para bangsawan, terlihat jelas arah pandangan Louise hanya tertuju pada arena pertandingan seolah ia tengah menikmati kemenangan seseorang. Beatrice yang mendapati hal tersebut lantas melihat ke arah Eden dengan sinis, ia merasa cemburu sekaligus tak suka bila Eden menjadi pemenang, firasatnya mengatakan bahwa kenyataan yang sesungguhnya adalah berbanding terbalik dengan yang ia duga selama ini.


Pikirannya kini mulai kacau, ia sedikit gemetar, merasa benar-benar takut bila Louise jatuh cinta pada seseorang yang saat ini bertanding dan bisa saja Louise sudah melupakannya. Karena sedang tidak berkonsentrasi Beatrice melewatkan pertandingan dan kini sudah muncul pemenangnya, salah satu juri mengumumkan dengan lantang bahwa Edenlah yang menjadi pemenang. Beatrice menjadi semakin tak senang, setelah melihat Louise secara langsung turun dari singgasana untuk menghampiri pemenang Beatrice


benar-benar ingin menggagalkan kemenangan Eden. Tangannya menggenggam erat, giginya juga menggerat, ia spontan berdiri lalu berjalan melewati para penonton, yang ia pikirkan saat itu adalah masuk ke arena pertandingan agar Louise dapat melihatnya secara langsung dengan begitu mungkin saja Louise membatalkan kemenangan Eden. Tetapi hal di luar dugaan kembali terjadi, Eden pingsan seketika membuat Louise meraih tubuhnya secara langsung lalu menggendongnya masuk. Kali ini Beatrice benar-benar kehilangan kesempatan untuk muncul dihadapan Louise, dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan Louise si pria dingin tengah menaruh hati pada wanita lain selain dirinya.


'Tidak mungkin' ucap Beatrice dalam hati tak percaya dengan apa yang ia lihat namun semuanya sangat nyata di depan mata. Semenjak kejadian itu Beatrice mulai murung, ia begitu sedih dan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan sebelumnya untuk bisa bersama Louise, kali ini ia sudah benar-benar kehilangan sosok pria yang mencintai dirinya dengan tulus. Sempat merasa frustasi dan menjalani hidup tak menentu pada akhirnya Beatrice dapat menerima kenyataan dan mulai untuk hidup lebih baik lagi, namun di tengah kehidupan damainya muncul seseorang yang menawarkan kerja sama cukup menggiurkan. Orang tersebut adalah Rosemary, ia datang sendiri ke Eufrat menghadap langsung pada Beatrice dengan maksud tertentu, cikal bakal datangnya Beatrice sebagai upeti adalah bagian dari rencana kerjasama keduanya.


Pada awalnya semua berjalan lancar sampai pada suatu ketika atas sikap Beatrice yang ceroboh dan sembrono membuat Rosemary mulai memikirkan rencana baru dan hari ini ia mengirimkan seorang asisten pribadi untuk Beatrice, selain sebagai pengarah sang asisten juga memiliki tugas untuk mengeksekusi buruan yang mereka cari. Pertemuan ini berlangsung tidak nyaman, mengingat Beatrice adalah tipe orang yang tidak


suka diawasi terlebih pengiriman asisten bukan bagian dari rencana antara dirinya dan Rosemary, ia menunjukkan rasa kesal dihadapan sang asisten tetapi ia mencoba meredam amarah untuk saat ini agar posisinya di Istana tidak dicurigai.


"baiklah, selamat datang Charlotte, ku harap kau benar-benar akan membantu ku" ucap Beatrice yang mau tak mau menerima kehadiran sang asisten "baik putri, mohon bantuannya" ucap Charlotte dengan sopan terhadap sambutan Beatrice


***


"Tunggu dulu" ucap Raja Louise menghentikan langkahnya tiba-tiba saat tengah berjalan menuju arah yang tidak jelas, sepertinya Raja Louise sedang memiliki banyak pikiran. "ada apa kak?" tanya Pangeran Arthur yang juga menghentikan langkah sesaat setelah sang kakak berhenti. "Aku harus menyiapkan sesuatu untuknya, aku akan ke Istana Vie Rose" ucapan Raja Louise kemudian berbalik arah, hal ini tentu saja membuat Pangeran Arthur kebingungan karena tak biasanya Raja Louise berinisiatif mempersiapkan semacam hadiah untuk seseorang. Tak ingin merusak rencana kakaknya, Pangeran Arthur pun memutuskan untuk menunggu Eden di Gate yang telah terbentuk, ia berpikir akan lebih baik bila dirinya sedikit mengulur waktu agar kakaknya selesai melakukan persiapan.


di halaman Istana sudah banyak yang menantikan kedatangan Eden kembali, terlebih keberhasilan


misi yang dilaksanakan menjadikan Eden sebagai sosok yang paling dikagumi dan dihormati oleh seluruh masyarakat Anotherworld saat ini. Pangeran Arthur pun ikut bergabung bersama chris dan kawan-kawan, "dimana Raja Louise?" tanya Marco, "apa beliau sedang sibuk?" tanya Justin, keduanya seolah sedang mengintrogasi Pangeran Arthur. Menanggapi pertanyaan berantai ini Pangeran Arthur hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya, "tidak, kakak sedang menyiapkan sesuatu", menjawab pertanyaan Marco dan Justin sembari berbisik perlahan yang direspon anggukan kepala oleh yang mendengar jawaban Pangeran Arthur tersebut, mereka semua mengerti persiapan yang dimaksud oleh Pangeran Arthur.



Saat ini Gate telah terbentuk sempurna, bentuk dan ukiran Gate kali berbeda dan jauh lebih besar dari Gate yang dimiliki oleh masing-masing negara di Anotherworld. Pemandangan yang sempat membuat mata yang melihat kagum akan kemegahan Gate milik Eden ini. Tak berselang lama seseorang keluar melalui Gate


tersebut, seseorang itu adalah Eden yang berjalan sendiri, sejujurnya Eden tak menduga kedatangannya disambut riuh sorak orang-orang yang telah berkumpul di halaman Istana, mereka semua meneriakan namanya. Mendengar sorakan ini membuat Eden sempat terdiam karena bingung harus merespon bagaimana, hari ini kedua kali ia mendapat sambutan positif setelah sebelumnya ia pernah mendapat sorakan meriah karena memenangkan pertandingan beberapa tahun lalu. Tak ada pilihan lain, Eden


pun merespon dengan menundukkan kepala seolah berterimakasih lalu menegakkan kepalanya berjalan sambil melambaikan tangan dan tersenyum, perasaan hangat kini menyelimuti hatinya karena senang terhadap respon yang ditunjukkan saat kedatangan dirinya hari ini.