
setelah melewati perbatasan wilayah Hibrid, Lucas mengeluhkan pemeriksaan yang begitu ketat bahkan kini terang-terangan untuk mencari sekelompok pengembara yang beranggotakan 3 orang pria dan seorang perempuan.
di tambah lagi mereka menaruh curiga pada siapapun yang menyebabkan keempatnya harus menjaga ekspresi agar tidak di curigai.
untung saja mereka lolos dari pemeriksaan berkat penyamaran Eden sebagai seorang remaja putra dan sedikit tambahan tahi lalat di wajah.
sepanjang perjalanan dalam benak Eden terngiang suara pria yang tidak asing di perbatasan tadi.
bahkan Eden sempat menggelengkan kepalanya seolah meyakinkan diri bahwa suara pria tersebut bukanlah suara orang yang ia kenal.
karena sudah larut malam dan perjalanan masih cukup jauh maka mereka memutuskan untuk mendirikan tenda di sekitar.
tujuan mereka yang sebenarnya adalah pergi ke hutan Tsingy, dimana wilayah hutan tersebut terdiri dari bukit bebatuan yang runcing ke atas dengan beberapa pepohonan yang tumbuh di setiap batu-batu besar di hutan tersebut.
Lucas mengetahui bahwa wilayah tersebut jarang dikunjungi oleh pengembara dari manapun.
jalan yang terdiri dari bebatuan terjal, lalu medan yang begitu curam sehingga tak ada satupun kereta yang dapat melewati wilayah hutan Tsingy.
selain itu alasan kenapa hutan Tsingy jarang dilalui oleh pengembara ialah karena serigala jenis Arctic hidup secara berkelompok di dalam hutan tersebut.
bagi Lucas wilayah hutan tersebut sangat cocok untuk ditinggali sementara selama mereka melatih fisik dan kemampuan Eden.
keesokan harinya, mereka berangkat menuju ke wilayah hutan Tsingy.
dengan pertimbangan yang cukup matang, Lucas memutuskan melewati jalur memutar untuk berjaga-jaga bila ada orang-orang yang mencari Eden di pusat kota, sedangkan yang lain setuju dengan saran Lucas tersebut.
perjalanan menuju hutan Tsingy memakan waktu kurang lebih 2 hari satu malam, benar perkiraan Lucas meskipun harus melalui rute yang memutar namun perjalanan mereka cukup lancar tanpa halangan apapun.
sesampainya di wilayah Tsingy, mereka sudah di sambut oleh sekelompok serigala yang tepat menghadang di depan mereka.
Eden mulai waspada dengan hadirnya sekelompok serigala tersebut, namun Lucas menenangkan Eden.
tak lama setelah itu, ke dua serigala peliharaan Lucas datang mendekati Eden dari arah sekelompok serigala tersebut.
ternyata serigala peliharaan lucas merupakan serigala jenis Arctic yang mendiami wilayah Tsingy.
kedatangan Lucas, Justin, Marco dan Eden di sambut oleh sekelompok serigala yang mendiami wilayah tersebut.
mereka kemudian bergegas masuk wilayah hutan Tsingy dan mencari tempat yang strategis untuk tinggal sementara.
sebuah goa yang berada di dekat bukit batu menjadi pilihan yang tepat untuk mereka tinggal, Lucas, Marco dan Justin mulai merapihkan goa tersebut dan menyiapkan api untuk menghangatkan tubuh mereka.
sedangkan Eden mendekati kawanan serigala, ia mencoba untuk berinteraksi dengan serigala berbulu putih tersebut.
salah seorang serigala yang terlihat seperti pemimpin kelompok mulai mendekati Eden dan mengendus-endus tubuh Eden.
"senang bertemu dengan anda nona"
ucap serigala tersebut.
betapa terkejutnya Eden mendengar kalimat keluar dari serigala yang tepat berada di depannya.
ekspresi wajah Eden tak dapat disembunyikan lagi, Lucas yang memergoki Eden kemudian mendekat padanya dan memeriksa ada hal apa yang membuat Eden terkejut.
"lama sekali tak berjumpa dengan mu"
ucap Lucas sambil mengelus-elus srigala tersebut dan juga memperhatikan ekspresi wajah Eden.
"seharusnya anda sering datang kemari"
ucap srigala yang menjawab pertanyaan Lucas.
benar saja Lucas mendapati ekspresi wajah Eden seolah terkejut karena jawaban srigala yang ada di hadapannya, kini Lucas sudah dapat memastikan bahwa Eden bisa mendengar suara dari serigala tersebut.
dalam benaknya Lucas menyimpulkan bahwa Eden bukanlah orang sembarangan, karena itulah banyak orang asing mencarinya.
entah orang asing tersebut baik atau jahat, Lucas merasa harus melindungi Eden sampai ingatannya pulih.
Lucas memahami kebingungan yang ada dihadapan Eden, ia kemudian mencoba menjelaskan bahwa serigala jenis Arctic bisa berkomunikasi dengan seseorang,
"tak perlu bingung seperti itu"
ucap Lucas sambil terus melihat ke arah Eden
"iya?"
jawab Eden bingung sambil menoleh ke arah Lucas
" sepertinya kau bukan orang sembarangan, karena hanya orang-orang tertentu yang dapat mendengar mereka berbicara termasuk aku. sedangkan Justin dan Marco tidak dapat berkomunikasi dengan serigala nya"
menjelaskan pada Eden sambil terus mengelus srigala yang ada dihadapannya.
Eden kembali menatap srigala yang ada di hadapannya, ia kemudian ikut mengelus-elus kepala srigala tersebut.
"kau harus membiasakan diri terhadap serigala yang dapat berbicara seperti dia"
imbuh Lucas
"bagaimana dengan white dan blue? apakah mereka bisa berbicara seperti dia?"
tanya Eden penasaran terhadap ke dua srigala yang pernah menolong nya
"white? blue?"
berbalik menanyakan ke dua nama yang asing baginya
"ahh aku menamai srigala yang menolong ku dengan nama tersebut, apakah mereka juga bisa berbicara?"
ucap Eden sambil sedikit tersenyum
"ya mereka bisa, tetapi belum saatnya karena mereka belum cukup umur"
"ahhh jadi begitu"
ucap Eden menutup percakapan malam itu.
(di wilayah Aksum)
ia mendapat informasi dari kepala pelayan istana bahwa si pelayan telah pindah dan tinggal di pinggiran wilayah aksum.
mendengar informasi itu, dengan sigap prajurit tersebut pergi ke wilayah Aksum untuk mencari tahu kebenaran siapa yang telah mengirim surat pada eden.
sampailah prajurit tersebut di sebuah rumah kayu.
ia mencoba mengetuk pintu namun tak ada yang menjawab, ia kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.
pintunya tidak terkunci, ia kemudian menerobos masuk dan melihat sekeliling.
rumah tampak bersih dan rapih, bahkan tercium bau masakan yang baru saja disajikan di atas meja.
sang prajurit meneruskan langkahnya dan mencoba membuka pintu kamar.
ia terkejut dengan apa yang dilihatnya, seorang wanita gantung diri di dalam kamar.
ia kemudian menurunkan wanita Tersebut dan memastikan si wanita masih hidup atau sudah mati.
setelah ia memeriksa bagian tubuh luar terdapat memar di bagian leher, namun memar tersebut berbekas seperti tangan seolah si wanita sengaja di cekik sampai mati.
si prajurit pun menyimpulkan bahwa ada seseorang yang tidak ingin rahasia nya terbongkar sehingga ia membunuh saksi kunci atas hilangnya Eden.
setelah selesai memeriksa, sang prajurit mengirimkan pesan pada raja dan pangeran Arthur melalui burung pos.
ia kemudian bergerak mencari bukti-bukti lainnya.
(hutan Tsingy)
pagi hari, Eden mulai melakukan latihan fisik dengan berlari dan kemampuannya masih sama seperti terakhir kali berlatih.
tahap selanjutnya Marco mulai mengenalkan cara penggunaan senjata seperti pedang, tombak, belati, dan panah.
di antara ke empat senjata tersebut, Eden begitu tertarik dengan panah sehingga Marco mulai membuat target anak panah dengan boneka dari jerami.
setelah selesai membuat boneka jerami, Marco mulai memasangnya pada jarak 100 meter untuk mengecek ketepatan anak panah yang dilesatkan Eden.
pertamakali mencoba, Eden melesatkan anak panah tersebut dengan tepat sasaran.
Marco mulai menaikkan jarak menjadi 200 meter dan lagi-lagi Eden melesatkan anak panah dengan tepat sasaran.
latihan terus menerus dilakukan hingga jarak 500 meter, anak panah yang dilesatkan Eden tepat sasaran lagi.
latihan hari itu di rasa cukup, Marco telah merancang latihan lain untuk hari berikutnya.
malam pun tiba, Lucas, Marco dan Justin akan memulai tugas mereka sebagai blood Hunter, Eden menawarkan diri untuk ikut.
Lucas sempat menolak, namun Marco menyarankan agar Eden ikut sebagai bagian dari latihan.
lucas masih bersikeras untuk menolak keikutsertaan Eden hingga membuat justin ikut memberi nasehat.
akhirnya Lucas menuruti saran yang diberikan oleh ke dua rekannya tersebut.
mereka pun berangkat untuk melaksanakan misi sebagai blood Hunter dan ini merupakan misi pertama untuk Eden.
tujuan mereka adalah menangkap salah satu penjahat kelas Kakap di wilayah Cemos.
menurut informasi, penjahat tersebut sering pergi ke sebuah bar di pinggiran kota.
sesampai nya di bar tersebut, ketiganya mulai membagi tugas masing-masing, Marco dan Eden bertugas menunggu di luar bar, sedangkan Lucas dan Justin bertugas untuk memancing si penjahat keluar.
setelah paham dengan tugas dan peran masing-masing, merekapun segera melaksanakannya.
30 menit berlalu, mulai terjadi keributan di dalam bar, penyebabnya tak lain adalah Lucas dan Marco.
untuk menghindari jatuhnya korban jiwa maka keduanya memancing si penjahat keluar dan memulai perkelahian di depan bar.
tak berselang lama, Eden sudah membidik penjahat tersebut dari jarak jauh.
tanpa komando dari Marco, Eden melesatkan anak panahnya pada si penjahat dan anak panah tersebut tepat menusuk jantung si penjahat hingga membuatnya mati di tempat.
Lucas, dan Justin yang tak menyangka dengan serangan dadakan Eden tentu saja terkejut dan melihat ke arah Eden.
matanya menatap sangat tajam, naluri membunuh seolah tergambar jelas dari raut wajahnya.
bahkan Marco yang berada di sebelah Eden ikut terkejut melihat aksi nekatnya tersebut.
tak berselang lama, Lucas dan Justin memboyong mayat si penjahat menuju tempat kesepakatan dagang yang tak jauh dari bar tersebut.
untuk berjaga-jaga, Marco dan Eden tetap menunggu di dekat bar.
setelah selesai mengambil uang bayaran, Lucas dan Justin pergi menghampiri Eden dan Marco untuk kembali pulang ke hutan Tsingy.
melihat Lucas sedang berjalan kearahnya, Eden pun berbalik dan mulai berjalan pelan didampingi Marco.
hal ini ia lakukan agar tidak terlihat mencolok seperti seolah mereka satu kelompok.
saat sedang berjalan, Eden berpapasan dengan dua orang yang sedang berbicara.
ia kembali mendengar suara yang sama seperti saat di perbatasan kemarin, suara yang tak asing bagi Eden.
langkahnya tiba-tiba berhenti, ia begitu penasaran hingga ingin mencoba menyapa.
Marco yang melihat Eden berhenti kemudian mencoba bertanya,
"kenapa berhenti?"
tanya Marco pada Eden
Eden tak menjawab Marco, si pria yang tak sengaja mendengar Marco kemudian berhenti sejenak dan menoleh ke arah Eden,
"apakah kita pernah bertemu?"
tanya si pria pada Eden.