LALUNA: In To The New World

LALUNA: In To The New World
Pria Misterius



Arthur pergi menuju istana Vie rose, ia menanyakan pada pelayan yang selalu melayani Eden.


ada satu pelayan yang bersaksi bahwa ia melihat Eden terburu-buru setelah pergi dari taman.


menurut si pelayan tidak ada hal aneh yang terjadi sebelum ia pergi, karena Eden hanya duduk sendirian di bawah pohon.


Arthur berinisiatif untuk pergi ke taman, tempat terakhir Eden berada.


ia berusaha mencari sebuah petunjuk, namun tidak ada hal mencurigakan di taman, ia kemudian pergi menuju sebuah pohon besar dan menemukan sepucuk surat yang telah jatuh di rerumputan.


Arthur membaca surat tersebut, ia terkejut dengan isi surat hingga membuat nya terburu-buru pergi mencari raja Louise.



surat yang membuat Eden pergi terburu-buru adalah mengenai kedatangan Adam lewis.


dalam surat tertulis bahwa Adam lewis menunggu Eden di hutan secret.


tak ingin melewatkan kesempatan untuk balas dendam, Eden pun pergi sendiri tanpa berpamitan, ia menunggangi kuda menuju hutan secret.


sepanjang perjalanan Eden berkonsentrasi untuk mengarahkan laju kudanya dengan cepat, bahkan ia sampai tidak sadar bahwa kakinya lecet.


hutan secret berada di wilayah the great Aztec, letaknya tak jauh dari hutan Amona, kurang lebih membutuhkan waktu tiga jam perjalanan untuk menuju ke hutan tersebut. sesampainya di hutan secret, Eden segera mengehentikan laju kudanya.


ia menoleh dan memutar kudanya sambil melihat sekitar namun tidak ada seorangpun yang di sana, sunyi, sepi, itulah gambaran suasana hutan secret saat itu.


Eden pun memutuskan untuk turun dari kudanya, ia memilih berjalan kaki memasuki hutan secret, pelan-pelan ia menyusuri hutan dengan waspada, hingga sampailah ia di tengah hutan.


'krak...'


Eden tak sengaja menginjak sebuah ranting pohon.


'jebakan!!'


gumam Eden yang tak sempat menghindar dan hanya berpindah sedikit dari tempat ia berdiri.


anak panah menghujami tubuh Eden hingga membuat sekujur tubuhnya terluka.


sial, benar-benar malang nasib Eden malam itu, ia sama sekali tak membawa senjata, bahkan ia tak mampu mengeluarkan senjata dari dalam cincin karena luka di tubuhnya yang menyebabkan darah terus mengalir keluar.


seseorang memukul kepala Eden dari belakang membuat Eden jatuh terkapar, ia kini hampir kehilangan kesadaran.


Eden berusaha untuk tetap terjaga, sedikit berkedip pelan, pandangan mata yang sayup-sayup seperti melihat seorang pria berjalan kearahnya.


'apakah dia Adam Louise, aku tidak bisa melihat begitu jelas'


ucap Eden dalam hati.


kemudian datang seorang wanita mendekat, terlihat sepatu mewah dan juga gaun yang dikenakan oleh si wanita, namun Eden tidak mengenali keduanya.


ia hanya bisa mendengar suara.


"tinggalkan saja dia disini, bau darah akan memancing hewan buas untuk memakannya" ucap pria paruh baya itu sambil memeriksa dengan menggoyangkan tubuh Eden menggunakan kaki.


'!!!!!! tunggu dulu, suara ini tidak asing, aku


pernah mendengar nya'


ucap Eden dalam hati sambil terus berusaha untuk tidak kehilangan kesadaran


'tuuk'


suara benda yang di lemparkan ke depan Eden, seorang wanita mendekati Eden, menjambak rambutnya agar wajahnya mengarah pada si wanita,


"akan ku tinggalkan gelang ini di sini, jika tubuh mu habis di makan hewan buas maka gelang ini akan menjadi petunjuk kematian mu"


ucap si wanita yang kasar pada Eden.


'aku tau suara wanita ini, Liliana..!!!!! ciihhh' sambil meludahkan darah dalam mulut Eden ke wajah Liliana.


perlakuan Eden pada Liliana sontak membuatnya marah dan memukulkan kepala Eden ke sebuah batu yang tidak jauh dari tubuh Eden tergeletak.


"daakk"


hantaman kepala Eden yang cukup keras mengenai batu, Liliana kemudian melepas pegangannya dari rambut Eden.


"akan ku bunuh kau!!!!"


'srrrkkkkk'


sambil mengambil pedang salah seorang pengawal, belum sempat mengarahkan pedang, tindakan brutal Liliana itu sempat di cegah oleh pria paruh baya yang bersamanya,


"jangan kotori tangan mu, sebaiknya kita segera pergi karena hewan buas akan datang"


ucapan si pria sambil menghalau dengan merentangkan tangan kanannya di hadapan Liliana, hal itu membuat Liliana menghentikan tindakannya.


ia kemudian memutuskan untuk pergi bersama para pengawal pribadinya dan meninggalkan Eden sendiri di dalam hutan.


Eden kini benar-benar tidak berdaya, tubuhnya begitu lemah, pengelihatan nya mulai kabur, darah yang terus keluar dari tubuhnya membuat Eden kehilangan kesadaran.


bau darah Eden yang khas dan begitu menyengat mengundang kawanan cheetah untuk mendekat.


seperti naluri hewan buas pada umumnya, gerombolan ceetah tersebut bersiap untuk menerkam Eden namun urung dilakukan, karena hewan lain juga turut datang yaitu dua ekor serigala putih.


sempat terjadi perang dingin antara kedua jenis hewan tersebut yang berlanjut dengan saling serang.


srigala putih mengawali untuk menyerang, mereka tak segan menggigit seekor ceetah hingga membuat gerombolan ceetah yang lain tidak berani untuk mendekat.


akhirnya kawanan ceetah memilih untuk pergi meninggalkan Eden.


ke dua serigala itu mulai mendekat dan mengendus-endus tubuh Eden.


salah satu serigala mulai menggigit baju Eden kemudian meletakkan tubuh Eden di atas punggung serigala yang satunya dan memilih untuk membawanya pergi dari hutan secret.



(di depan gerbang utama kerajaan)


Louise bergegas menanyai pengawal yang menjaga di gerbang utama.


Louise benar-benar terlihat kacau, dengan bringas mengayunkan pedang pada penjaga yang ada di sana.


'srraakkk...'


dengan mudahnya Louise menebas para pengawal di depan gerbang utama istana.


Louise memang tak kenal ampun pada siapapun, ia melampiaskan kemarahannya pada semua orang yang ada di hadapannya saat itu.


keributan itu segera dihentikan oleh Arthur, ia mendekati Louise lalu menceritakan penyebab Eden pergi terburu-buru.


yaitu karena sepucuk surat dari seseorang yang mengangku sebagai Adam Lewis.


Arthur kembali menjelaskan bahwa Eden menuju hutan secret, dan celakanya Arthur juga menjelaskan bahwa Eden tidak membawa senjata apapun kecuali sebuah cincin yang merupakan tempat berdiamnya panah bumerang milik Eden.


tak berlama-lama Louise pun segera menaiki kuda dan melaju menuju hutan secret.


begitu pun Noah yang juga ikut menyusul bersama Louise, Louise berharap agar Eden tidak terluka.


masalah terbesar yang dikhawatirkan oleh keduanya adalah karena hutan secret merupakan kawasan tempat bersarangnya binatang buas.


sekali masuk ke dalam tidak ada yang bisa selamat, bahkan mayat pun tidak akan ditemukan karena hewan di sana selalu lapar setiap waktu.


Louise dan Noah menunggangi kudanya masing-masing selama kurang lebih tiga jam, hingga sampailah di hutan secret.


seekor kuda terikat di sebuah pohon, mereka menduga bahwa kuda tersebut yang di bawa Eden dari kerajaan.


dengan berbekal senjata seadanya, Louise dan Noah masuk kedalam hutan dengan waspada.


tak berselang lama Arthur membawa pasukan dari kerajaan dan ikut masuk ke hutan secret sambil membawa obor.


suara burung hantu terdengar sayup, Louise terus melangkah bersama Noah, hingga sampai ke tengah hutan.


di tempat tersebut terdapat banyak anak panah yang berlumuran darah.


Louise memeriksa sekitar dan menemukan sebuah gelang, ia memeriksa gelang tersebut dan tidak salah lagi, gelang itu merupakan milik Eden hal itu terlihat dari ukiran khas bunga middlemist Camelia yang melingkar.


Louise semakin kacau, ia berusaha menerobos masuk lebih dalam ke hutan namun langkahnya terhenti ketika sekawanan ceetah datang untuk menghampiri.


kawanan ceetah tersebut mengelilingi Louise dan Noah, ceetah tersebut menggeram sambil menunjukkan gigi tajamnya dan mulai menyerang Louise dan Noah.


keduanya bekerja sama melawan dengan menggunakan kayu-kayu yang berada di sekitar lokasi tersebut.


Louise sempat terkena cakaran dari ceetah namun berhasil menghindar.


dari kejauhan Arthur dan prajurit menghujani ceetah dengan panah api hingga membuat kawanan itu pergi.


Louise kemudian berdiri, ia berusaha melangkah lebih jauh kedalam hutan namun di cegah oleh Arthur.


Louise benar-benar terlihat kacau ia terduduk lemas tak berdaya.


berkat nasihat Arthur, Louise pun akhirnya menyerah dan memilih untuk pulang bersama rombongan.



Eden terluka sangat parah, darahnya tak henti mengalir dari tubuhnya.


salah satu serigala tersebut terus berjalan sambil membawa Eden di atas punggungnya, sedangkan yang lain mengawasi dari belakang.


ke dua srigala tersebut seolah ingin menyelamatkan Eden hingga sampailah ke dua serigala tersebut di sebuah goa.


keduanya masuk, di dalam sudah menunggu tiga orang pria yang sepertinya sedang beristirahat.


salah seorang pria terkejut melihat serigala peliharaan nya membawa seseorang yang terluka di punggungnya.


serigala tersebut meletakan tubuh Eden di tanah, kemudian si pria mencoba memeriksa denyut nadi Eden


'!!!! dia masih hidup, dengan luka yang separah ini'


bergumam dalam hati sembari menyentuh untuk melihat luka di sekujur tubuh Eden


"baiklah aku akan menolongnya"


ucap si pria sambil mengelus-elus kepala serigala tersebut dengan lembut.


untuk ke dua kali, Eden selamat dari kematian.