
Pasukan yang dikirim oleh Dewan Keamanan Wilayah sepertinya tidak main-main dalam melaksanakan tugas yang telah diperintahkan oleh pemimpin mereka, bahkan mereka dapat mengelak larangan yang sempat diserukan oleh Raja Louise.
“Kakak! Seharusnya kau mencegah mereka. Bagaimana jika Eden sampai tahu?!” seru Pangeran Arthur tidak setuju dengan Raja Louise yang membiarkan pasukan Dewan Keamanan Negara masuk begitu saja.
“Karena itulah, tugas mu mencegah siapapun untuk
memberitahu Eden, aku akan segera menyelesaikannya sebelum Eden kembali” menjawab Pangeran Arthur akan tetapi fokusnya melayang entah kemana seperti sedang mengingat
sesuatu dan Raja Louise menemukan cara, setidaknya ia ingin menahan Adel untuk sementara.
“Hansel dan Jose carikan aku dokumen tentang
perjanjian lama wilayah Anotherworld, sedangkan kau Arthur bawalah beberapa pasukan ke Istana Vie Rose” segera memberi perintah dan lantas pergi menyusul pasukan Dewan Keamanan Wilayah yang saat ini tengah menuju ke Istana Vie Rose untuk membawa paksa Adel.
***
“Waaahhh buku sastra klasik memang yang terbaik”
seru Alejandro yang telah menyelesaikan satu buku bacaan hanya dalam waktu 4 jam saja.
“Membaca bagimu seperti minum air, bagaimana bisa secepat itu menyelesaikan satu buku? Aku sangat iri pada mu” sedikit cemberut saat berbicara pada Alejandro.
“Entahlah mungkin karena sudah terbiasa membaca
sejak kecil jadi satu buku bisa selesai terbaca” seraya meletakkan buku di atas meja kemudian merenggangkan otot-ototnya.
“Ngomong-ngomong selain membaca buku apa kau tidak memiliki kegiatan apapun?” sambil menegakkan posisi duduk setelah selesai melakukan peregangan.
“Aku benci untuk membahasnya tapi hari ini adalah
hari liburku, selama enam hari dalam satu minggu kakak mengatur jadwal agar aku bisa belajar mengenai etika bangsawan, kelasnya jauh lebih rumit dibanding pelajaran matematika dan fisika. Aku sempat menyesal karena pernah benci pada pelajaran matematika dan fisika” seraya menghela nafas kemudian menutup buku dan meletakkannya di atas meja.
“Lalu apa kau ingin kembali?” tanya Alejandro pada
Adel.
“Tentu saja tidak, aku sudah pergi sejauh ini untuk
menemukan kakak dan hidup bersama dirinya adalah pilihanku” seraya tersenyum lantas mengambil gelas berisi teh kemudian menyeruputnya sedikit.
Saat tengah asik menikmati waktu istirahat tiba-tiba
seseorang datang membuka pintu secara terburu-buru, dia adalah Cecilia dengan wajah ketakutan menghampiri Adel dan Alejandro, “Nona.. anda.. anda harus segera pergi nona” dengan mata berkaca-kaca Cecilia menarik tangan Adel agar ia
segera bangkit.
“Tunggu dulu.. aku bilang tunggu dulu”seru Adel
seraya melepas paksa pegangan erat tangan Cecilia dan kini keduanya berhenti berjalan. “setidaknya jelaskan alasannya kenapa kau menarikku seperti ini” imbuh Adel sambil memegang tangannya yang kesakitan karena tarikan tangan Cecilia.
Cecilia lantas mendekati Adel kemudian memegang
kedua pundak Adel, “Nona, Dewan Keamanan Wilayah sedang menuju kemari untuk menangkap anda karena anda telah menyusup ke wilayah ini” tutur Cecilia dengan suara yang terdengar bergetar.
“Apa kau bilang?!” seru Alejandro sambil berjalan
mendekat ke arah Adel dan Cecilia setelah mendengar keduanya berbicara.
“Karena itulah, nona anda harus pergi, mereka sedang menuju kemari” kembali meyakinkan Adel agar mau pergi untuk bersembunyi.
Adel diam seribu bahasa, otaknya tidak bisa berpikir
jernih karena ia sangat terkejut setelah mendengar hal yang disampaikan oleh Cecilia, dalam hatinya ia merasakan takut yang luar biasa hebat sehingga
menyebabkan dirinya tidak bisa memutuskan harus berbuat apa, Adel tenggelam dalam pertimbangan-pertimbangan yang muncul dalam benaknya. Karena terlalu lama berkpikir membuat Cecilia kembali menarik tangan Adel dan membawanya untuk berjalan kembalim namun keduanya tiba-tiba berhenti setelah sekumpulan pasukan menghadang mereka tepat di depan tangga, mereka adalah pasukan Dewan Keamanan Wilayah.
“Jadi siapa di antara kalian yang bernama Adel?”
tanya salah seorang perwakilan seraya membuka gulungan berisi surat perintah penangkapan.
Merasa bertanggungjawab atas keselamatan Adel lantas membuat Cecilia memberanikan diri untuk maju, ia berniat mengaku bahwa dirinya
adalah Adel, akan tetapi hal ini berhasil digagalkan, “Aku orangnya” Seru Adel dengan wajah penuh ketakutan menatap salah satu perwakilan dari Dewan Keamanan Wilayah yang tentu saja membuatnya terpancing untuk maju mendekat.
Melihat bahwa Adel sedang dalam bahaya membuat
Cecilia berjalan mendekati Adel dan memasang badan agar perwakilan Dewan Keamanan Wilayah tidak mendekati Adel.
“Kau hanya seorang pelayan tapi berani juga nyali mu” ucap perwakilan Dewan Keamanan Wilayah yang merendahkan Cecilia atas dasar profesi yang sedang ia lakukan saat ini.
“Kau bahkan berani memelototi ku?! Siapa yang
mengajarkan ketidaksopanan seperti ini?! Ha!” seraya menyentuh dahi Cecilia menggunakan jari telunjuk dan memberikan dorongan sehingga kepala Cecilia terdorong ke belakang.
“Hentikan!” seru Alejandro seraya berjalan mendekati
Adel dan Cecilia yang sedang diintimidasi oleh perwakilan Dewan Keamanan Wilayah.
“Meskipun akan menangkap seseorang setidaknya jangan mengintimidasi yang tidak ada kaitannya dengan tugas mu, apa perlu aku melaporkan tindakan semena-mena mu pada pimpinan Dewan Keamanan Wilayah? Ayahku bersahabat dekat dengannya” seraya merebut surat yang ada di tangan perwakilan Dewan Keamanan Wilayah, ucapan dari Alejandro sempat membuat si perwakilan ciut,
karena ia segera sadar bahwa yang sedang dihadapi olehnya adalah putra dari Pangeran Oscar. Seingatnya dulu Pangeran Oscar bukan orang yang mudah untuk ditangani jadi ia menduga hal yang sama terhadap putranya yang saat ini sedang berdiri dihadapannya.
“Surat ini Asli” seraya mengembalikan Gulungan surat perintah dan lantas mendekati Adel.
“Kita tidak bisa mengelak, kau harus pergi dulu, aku
berjanji akan menolong mu” imbuh Pangeran Alejandro yang berusaha meyakinkan Adel.
“Tapi, berjanjilah satu hal. Jangan sampai kakak
tahu akan hal ini, aku hanya tidak ingin mengganggu latihannya ucap Adel seraya menatap Alejandro yang kemudian direspon dengan anggukan kepala. Alejandro lantas memeluk erat Adel sebelum ia pergi, setelahnya perwakilan Dewan Keamanan Wilayah memerintahkan pasukan untuk membawa Adel, kedua tangannya diikat, ia berjalan degan didampingi oleh pasukan yang mengitarinya.
“Adel!” seru Lucas yang tengah berlari mendekati
Adel, namun dengan sigap pasukan Dewan Keamanan Wilayah segera memblokir jalan dan
membuat Lucas tidak bisa mendekat.
“Hei! Apa yang kau!” berusaha memberikan serangan
pada salah seorang pasukan akan tetapi segera dicegah oleh Justin dan Marco, “Hentikan, tahan emosi mu. Kita tidak bisa memberikan perlawanan pada mereka” seraya menahan tubuh Lucas kemudian menariknya untuk menjauh.
“Hentikan!” suara lantang Raja Louise memecah
kekacauan situasi kala itu.
“Aku masih memiliki wewenang untuk menangani masalah ini karena belum lewat dari tenggat waktu yang telah disepakati dalam perjanjian lama” seru Raja Louise sambil berjalan mendekati perwakilan Dewan Keamanan Wilayah yang membuatnya lantas menoleh ke arah Raja Louise kemudian berjalan mendekat.
“Bisakah Yang Mulia menunjukkannya pada hamba isi dari perjanjian lama yang anda maksud mengenai tenggat waktu” tanya seorang perwakilan Dewan Keamanan Wilayah pada Raja Louise. Tak berselang lama Hansel pun datang menyerahkan sebuah berkas pada Raja Louise, “Silahkan, anda
baca dengan seksama nomor 4 poin 6 mengenai tenggat waktu” ucap Raja Louise seraya memberikan berkas yang ia dapat dari Hansel.
Sesuai arahan yang diberikan oleh Raja Louise perwakilan Dewan Keamanan Wilayah pun membaca pada poin yang disebutkan, “Anda benar Yang
Mulia, maaf atas keteledoran kami” buru-buru meminta maaf pada Raja Louise.
“Biarkan kami yang menangani masalah ini, Arthur”
seru Raja Louise memberi perintah pada Pangeran Arthur yang baru saja sampai membawa beberapa pasukan seperti yang diperintahkan oleh Raja Louise sebelumnya.
“Sesuai dengan hukum The Great Aztec maka mulai hari ini Adel merupakan tahanan resmi negara, perlakukan dia sebagaimana mestinya” seru Raja Louise memberi perintah yang segera ditindak lanjuti oleh Pangeran Arthur dengan mengambil alih penangkapan Adel kemudian membawanya pergi.
Merasa telah dipermalukan membuat perwakilan Dewan Keamanan Wilayah pun melempar tatapan tajam pada Raja Louise, sejujurnya dalam hati ia sangat kesal, akan tetapi dia tidak boleh menunjukkan emosinya dihadapan semua orang, ia lantas segera berpamitan pergi tanpa mengucap kata lain.
***
Ruang Nol saat ini menunjukkan hari mulai larut,
pelatihan ini adalah menyesuaikan elemennya, panas akan lebih aktif pada hari terang, sedangkan elemen dingin akan lebih aktif pada hari gelap. Alasan mengapa ruang nol sengaja dibentuk dengan air dan hutan yang mengelilingi adalah karena alam dapat memberikan pasokan Energi yang lebih untuk menetralkan hawa panas yang mungkin saja dapat timbul ketika latihan sedang berlangsung. Eden sudah mempersiapkan diri di lokasi latiah, ia berdiri di atas batu dan menunggu arahan dari Damian. Dari kejauhan Damian sedang memperhatikan sesuatu, akan tetapi lama-kelamaan bila diperhatikan pandangan mata Damian terlihat kosong, Eden
menduga bahwa, mungkin saja Damian sedang melamun. Sempat terbersit dalam benaknya ingin membangunkan Damian dari lamunannya, akan tetapi urung ia lakukan karena ia tidak berani mengganggu kegiatan Damian saat itu. Sedikit
merasa bosan membuat Eden lantas duduk merendamkan kedua kakinya ke dalam air
yang lantas membuatnya mendapatkan teguran keras dari Damian, “Apa yang kau lakukan!” seru Damian membentak tindakan Eden yang sontak membuatnya langsung berdiri tegap, pelatihan dengan Damian serasa seperti pelatihan militer.
“Eden, kau harus mengingat hal ini, jangan pernah
memasukkan tubuh mu ke dalam air saat dalam masa pelatihan kecuali saat kau ingin membersihkan diri saja” ucap Damian seraya menunjuk ke arah air kemudian menurunkan tangannya.
“Bagiaman dengan mencuci muka?” tanya Eden secara acak.
“Mencuci muka diluar membersihkan diri atau mandi
tidak boleh” dengan tegas melarang Eden.
“Bagaimana dengan minum?” kembali bertanya pada
Damian.
“Minum tentu saja boleh tapi jangan berlebihan”
menjawab pertanyaan Eden lagi.
“Bagaimana denga..”
“Sudah cukup” seru Damian membuat Eden tidak jadi
bertanya lagi.
“Kita mulai latihannya, hal pertama yang harus kau
lakukan adalah mengeluarkan kekuatan Naga Api melalui pembuluh darah mu, berusahalah untuk membuatnya keluar. Sebelumnya kau sudah bisa membuat Gate hanya dengan satu kali arahan, seharusnya sekarang kau bisa mencobanya. Ingat jangan berlebihan” Damian mulai memberikan arahan pada Eden yang lantas segera
dilaksanakan oleh Eden, ia memejamkan mata merasakan kekuatan yang saat ini sedang bersarang dalam tubuhnya, kekuatan itu berpusat di tengah tubuhnya. Awalnya terasa ada sebuah titik panas kecil, namun lama kelamaan titik itu menyembur
keluar dan sontak membuat tubuh Eden terpental dan hampir membentur bebatuan disekitar. Kejadian ini berhasil dicegah oleh Damian yang menggunakan kekuatannya untuk menahan Eden agar tidak membentur batu, ia mengembalikan Eden pada posisi semula, dimana ia berdiri sebelumnya.
“Perlahan-lahan atur nafas mu” ucap Damian kembali mengarahkan Eden agar tetap tenang menghadapi situasi saat ini.
Tubuh Eden yang diluar kendali barusan merupakan
asalah satu akibat dari kontrol dirinya yang tidak sepenuhnya ia kuasai setelah sempat hampir direbut pada kejadian beberapa waktu lalu.
“Awalnya memang terasa sulit, tapi sabarlah kau akan menguasainya bila bisa mengendalikannya dengan tenang” Damian kembali mencoba untuk menenangkan Eden agar ia tidak tergesa-gesa dalam mempelajari sesuatu.
“Tunggu dulu, apakah ada sesuatu yang sedang membuat mu marah? Maksudku sesuatu yang mengganjal dalam hati mu bisa saja menyebabkan
kontrol diri mu tidak kau kuasai sepenuhnya”
Mendengar pertanyaan dari Damian sontak membuat Eden terkejut, ia lantas mengingat-ingat adakah yang membuatnya kesal dan ia menemukan sumbernya, sebuah kenangan tiba-tiba melintas dalam pikiran Eden, ketika ia melihat Raja Louise dan Beatrice berdua.
“Tunggu dulu, kejadian ini sudah lama” gumam Eden
yang bingung kenapa ingatan semacam itu bisa muncul. Ada kemungkinan ingatan ini yang membuat Eden kesal dan masih memedam rasa itu hingga sekarang karena Raja Louise seperti tidak memberikan penjelasan terhadap dirinya kala itu.
“Kau sudah menemukannya? Kalau begitu ceritakanlah, siapa tau aku bisa bantu” ucap Damian yang mencoba menawarkan bantuan, namun
Eden malah melempar tatapan tajam tehadap dirinya yang sontak membuat Damian mengurungkan niatnya, “Ah maaf.. kau harus menyelesaikannya sendiri” seraya memalingkan wajah. “Aku memberikan mu waktu selama 1 jam kedepan, hilangkanlah amarah mu, aku akan membantunya dengan ini” kemudian mengarahkan tangannya
menunjuk ke Goa dan sebuah kilatan cahaya masuk ke dalamnya. “Kau dapat berendam dalam air di dekat pohon yang tumbuh di dalam goa, air itu merupakan air yang berasal dari danau suci. bukankah aku..”
Tanpa mengindahkan kalimat terakhir dari Damian,
Eden pun segera masuk, ia berlari sevcepat kilat meninggalkan Damian sendirian di luar.
“sangat hebat. Dia bahkan tidak ingin mendengarkan
kalimat terakhirku” melanjutkan ucapannya yang sempat terpenggal karena Eden buru-buru masuk tanpa mendengarkan Damian yang belum selesai berbicara. “Anak muda jaman sekarang memiliki semangat yang berapi-api ya” bergumam sendiri
seraya melihat sekeliling seolah sedikit merasa kecewa karena Eden bersikap cuek padanya.
“Pendeta terimakasih” seru Eden yang kembali keluar hanya untuk mengucapkan terimakasih secepat kilat, dan lantas kembali masuk.
“Sama-sama, ternyata dia masih memperhatikan
kehebatanku. Baguslah” kembali bergumam sendiri sambil tersenyum kecil.
***
Malam ini sedang diadakan rapat dadakan di Istana
Vie Rose. Turut hadir Lucas, Marco, Justin, Cecilia, Chris, Kate, Diana, Laura, serta Pangeran Arthur yang bertugas memimpin rapat, dan Alejandro sebagai
penasehat. Rapat kali ini akan membahas mengenai penangkapan Adel dan juga rencana-rencana yang aka mereka laksanakan kedepannya. Sebelum rapat Dimulai, Pangeran Arthur menjelaskan kronologi yang terjadi di halaman utama Istana saat Dewan Keamanan Wilayah datang siang tadi, dan ditutup dengan larangan yang berlaku setelah rapat hari ini selesai, “Ingatlah untuk tidak memberitahukan
masalah ini pada Eden. Meskipun kita semua tahu bahwa Eden adalah wali dari Adel akan tetapi mengingat bahwa ia juga sedang melaksanakan latihan demi tugas di masa depan maka aku secara pribadi menegaskan agar kita tidak melibatkan
Eden dalam uruan ini” tutur Pangeran Arthur menutup penjelasannya.
“Aku setuju, Adel juga berpesan padaku untuk tidak
memberitahukan kejadian ini pada Eden” imbuh Alejandro yang setuju pada Pangeran Arthur.
“Lalu, kapan kita akan memberitahukan masalah ini
pada Eden, dia adalah kakaknya tentu saja dia berhak tau” ucap Lucas menanyakan waktu yang tepat untuk memberitahu Eden.
“Tunggu hingga latihannya selesai, ku dengar dari
Pendeta Damian, latihan itu maksimal selesai seminggu dan bisa jadi lebih cepat dari perkiraan” Pangeran Arthur menjawab Pertanyaan Lucas berdasarkan informasi yang ia ketahui.
“Bagaimana dengan tenggat waktu? Bila masalah Adel tidak segera ditindaklanjuti bukankah berkasnya akan naik hingga ke Dewan Keamanan Wilayah?” ucap Kate mengutarakan analisisnya.
“Kalau begitu, bukankah hukuman yang akan diterima menjadi lebih berat?” ucap Marco merespon perkataan Kate.
“Kalau boleh tahu hukuman apa yang akan dihadapi
oleh Adel Yang Mulia?” tanya Justin pada Pangeran Arthur.
“Dalam perjanjian lama menyebutkan penyusup akan
dihukum dengan 50 kali cambukan dan penjara selama 20 tahun, bila berkas kasus naik sampai ke Dewan Keamanan Wilayah maka hukum cambuk 200 kali, di kembalikan ke negara asal dan yang terparah hukum mati telah menanti Adel di sana” setelah
mendengar ucapan Pangeran Arthur membuat peserta rapat pun terhenyak, mereka terkejut dengan hukuman berat yang akan diterima oleh Adel bila The Great Aztec tidak segera menindaklanjuti kasus ini. Selain itu mereka juga merasa miris dengan hukum yang terkesan berat sebelah dan hanya ingin menyelesaikan dengan cara melukai fisik dari si pelaku. Bila di logika, hukum semacam ini tumpul
bagi Adel, padahal menyeberang wilayah bukanlah suatu kesalahan besar karena tidak merugikan negara manapun, Adel datang ke wilayah ini dengan tujuan ingin menemukan sang kakak, tidak ada yang salah dengan hal itu.
“Dan salah satu perwakilan Dewan Keamanan Wilayah yang datang tadi terkenal sebagai orang yang sulit, sekali menargetkan sesuatu makan ia harus mendapatkannya, mungkin saat ini ia tengah merayu pemimpin Dewan Keamanan Wilayah untuk tetap mengambil alih kasus ini. Inilah alasan mengapa The Great Aztec membuat undang-undang sendiri yang berbeda dengan Dewan Keamanan Wilayah, karena lembaga itu merupakan tempat bersarangnya orang-orang picik dari berbagai negara yang serakah akan kekuasaan dan juga harta benda. Banyak kasus suap terjadi bila berkas sudah masuk ke sana. Senadainya berkas kasus Adel sudah naik ke Dewan Keamanan Wilayah, mereka hanya akan terus memeras dengan ancaman hukuman mati” tutur Pangeran Arthur seraya menyilangkan keduatangannya di depan dada, ucapannya menjadi lebih serius ketika membahas seluk beluk Dewan
Keamanan Wilayah.
“Haruskah aku mencoba menemui pemimpin mereka? Seingatkuendiang ayahku sangat dekat dengannya” ucap Alejandro mengajukan diri untuk
berpartisipasi dengan datang ke kantor pusat Dewan Keamanan Wilayah.
“Aku, Justin dan Marco siap mendampingi anda” ucap Lucas yang turut serta mengajukan diri seraya mengangkat tangan kemudian menunjuk kedua rekannya.
“Pati kau belum tahu, seiring berjalannya waktu orang-orang itu sudah berubah, tidak seperti saat kita masih kecil” ucap Pangeran Arthur membuat Alejandro bingung.
“Apa maksud mu kakak?” tanya Alejandro pada Pangeran Arthur.
“Mereka menuruti keinginan kita ketika kartu itu dikeluarkan, kartu yang hanya dimiliki oleh kesatria terpilih”