
Eden kondisinya lemah tak berdaya, beruntung si pria bersedia merawat Eden dan mengobati lukanya.
sesekali si pria tertegun melihat kondisi tubuh Eden yang terlihat kacau, sekujur tubuh nya penuh luka di beberapa sisi dan juga pakaiannya telah robek.
si pria sangat ingin mengganti pakaian Eden dengan pakaian yang layak namun urung dilakukan karena dia merasa malu untuk mengganti pakaian Eden.
ia lalu mendiskusikan niatnya tersebut kepada dua temannya, di temukanlah sebuah solusi.
mereka memutuskan untuk membawa Eden ke desa terdekat dan meminta bantuan perempuan di sana agar mau mengganti pakaian Eden.
si pria mulai menggendong Eden dengan hati-hati, ia menaikkan tubuh Eden ke dalam sebuah kereta pengangkut jerami, lalu membaringkannya di antara jerami-jerami kemudian menyelimuti tubuh Eden.
sesampainya di sebuah desa, si pria langsung mencari bantuan ia melihat-lihat sekitar sambil terus mengarahkan laju keretanya.
di sebelah kanan jalan ia melihat seorang wanita penjual buah.
si pria kemudian turun dan memberikan penawaran.
"apakah ada yang bisa saya bantu tuan"
ucap si wanita yang bisa membaca ekspresi wajah pria tersebut seolah ingin meminta bantuan.
"tolong gantikan baju, maksud ku di dalam adik ku sedang terluka tolong kau gantikan bajunya, aku akan memberi mu 50 koin emas"
ucapnya seraya memperlihatkan kantong berisi koin emas.
matanya terbelalak, si wanita terpana melihat koin emas yang di tunjukkan oleh si pria, ia pun mencoba meraih koin tersebut namun dengan sigap si pria menutup dan menyimpan koin tersebut dalam jubahnya.
seolah mengerti dengan maksud si pria, si wanita pun kembali berbicara,
"baiklah saya setuju untuk melakukannya"
ucap si wanita kemudian masuk ke dalam kereta kuda.
si wanita tidak menaruh curiga sedikitpun, ia mulai menggantikan pakaian Eden pelan-pelan.
setelah selesai, perempuan tersebut keluar dan menerima imbalannya.
"terimakasih tuan, oh iya adik anda sangat cantik, semoga ia lekas sembuh?"
ucap si perempuan lalu kembali ke tempat ia berjualan.
sedangkan si pria tidak menghiraukan ucapan perempuan barusan, ia langsung menaiki kereta kuda dan melakukan perjalan meninggalkan desa tersebut.
(The Great Aztec)
sementara itu Liliana mengadakan pesta besar-besaran di rumahnya, ia merayakan kematian Eden dengan begitu bahagia.
Liliana semakin senang mendengar bahwa raja terlihat begitu kacau.
bagi Liliana mungkin tidak ada celah untuk menyusup hari ini, tapi suatu saat ia akan menyusup ke hati raja dan mendapatkan posisi ratu yang selama ini ia impikan.
bagi Liliana semuanya adalah miliknya, jika ia tidak bisa mendapatkan raja maka Eden juga tidak bisa mendapatkannya.
apapun akan dia lakukan meski harus membunuh sekalipun.
sebelumnya pria paruh baya yang bekerja sama dengan Liliana telah berpamitan untuk pergi tepat setelah mereka berhasil membunuh Eden di hutan secret, agar tidak timbul kecurigaan yang mengarah padanya maka liliana mengizinkannya pergi.
hari-hari berlalu, raja hidup dengan kekacauan dalam dirinya.
ia kembali seperti semula, menjadi raja yang pemarah dan ringan tangan.
setidaknya setiap hari ia harus menebaskan pedangnya pada seseorang.
untuk mengindari nyawa yang terus hilang, Jose dan Hansel meminta bantuan pangeran Arthur untuk menenangkan amarah raja Louise.
mendengar permintaan Jose dan Hansel, Arthur bergegas menuju ke ruang kerja kerajaan.
belakangan ini Arthur terus pergi ke perpustakaan dan badan arsip negara untuk mencari tahu mengenai asal usul Eden, dari hasil analisa ia menemukan sebuah fakta dan baru menyadari siapa Eden sebenarnya.
hal-hal mengenai Eden terus saja muncul dalam benaknya mengiringi perjalanan Arthur menuju ruang kerja raja Louise.
sesampainya di depan pintu, dengan tegas pengawal tidak mengizinkannya untuk masuk ke ruang kerja Raja Louise.
karena berstatus sebagai seorang pangeran Arthur pun menggunakan hak istimewa yaitu menunjukkan sebuah kartu spesial yang hanya ada 2 di The Great Aztec.
pengawal tak bisa berkutik, dengan bantuan kartu tersebut ia nekat menerobos masuk ke dalam ruang kerja Louise.
pemandangan yang begitu mencolok mata, bau amis darah segar yang mengisi ruangan, Arthur melihat kakak nya kembali pada sifat aslinya, berlumuran darah, mata yang penuh amarah, raja Louise baru saja melampiaskan kemarahan dengan menebas seorang pengawal.
Arthur pun mendekati kakaknya, karena tak ingin di ganggu Raja Louise mengusir Arthur.
"keluar, selagi aku menyuruh mu baik-baik"
ucap raja Louise lirih
Arthur tak mengindahkan peringatan kakaknya tersebut dan malah terus berjalan mendekatinya.
ia teguh pada pendiriannya dan tak ingin begitu saja keluar, ia kemudian mulai berbicara mengenai middlemist Camelia yang masih tumbuh subur di taman pribadi raja ada kaitannya dengan Eden yang masih tetap hidup.
"middlemist Camelia masih tumbuh di istana, besar harapan bahwa Eden juga selmat"
ucap Arthur dengan terus berjalan mendekat pada raja Louise.
raja Louise sontak menoleh pada Arthur, ia masih saja memandang sinis pada adiknya tersebut.
Arthur melanjutkan ceritanya,
"middlemist Camelia merupakan simbol keluarga Lewis. dahulu saat ada pembantaian pada keluarga Lewis, semua bunga middlemist Camelia yang tumbuh subur tiba-tiba mati tanpa ada sebab yang jelas, anehnya tanaman itu tetap tumbuh subur di dalam kerajaan. fakta bahwa Eden memiliki rambut merah dan hanya dia satu-satunya yang bisa memanfaatkan middlemist Camelia maka sudah dapat dipastikan bahwa middlemist Camelia bukan hanya sebuah simbol melainkan pertanda kehidupan"
analisa tersebut membuat pikiran raja Louise menjadi terbuka, bila middlemist Camelia yang tumbuh di taman pribadiny masih hidup itu berarti Eden juga masih hidup.
untuk membuktikan analisa Arthur raja Louise pun memegangi kerah Arthur menggunakan tangan kanan kemudian pergi menyeretnya ke taman pribadinya.
sikap raja Louise pada Arthur membuat dirinya tak berani melawan, ia hanya bisa pasrah di seret oleh kakaknya dengan kasar.
para pelayan dan pengawal yang berpapasan dengan keduanya pun terheran dengan sikap raja Louise pada Arthur.
namun tak ada satupun dari mereka yang berani melerai maupun melepaskan cengkraman raja Louise terhadap pangeran Arthur.
sesampainya di taman pribadinya, raja Louise benar-benar melihat middlemist Camelia masih tumbuh.
perlahan ia pun melepas cengkraman tangannya terhadap Arthur.
"sudah ku katakan kak, kau hanya perlu meyakini bahwa Eden masih hidup".
ucap Arthur sambil merapihkan bajunya kemudian menepuk pundak raja Louise.
raja Louise berusaha menenangkan hatinya, ia berjalan mendekati air mancur kemudian mengambil air pada sebuah daun besar yang ia bentuk menguncup lalu menyiramkan pada middlemist Camelia, ia sangat berharap bahwa Eden benar-benar masih hidup.
dari situlah Louise sudah bertekad untuk terus mencari Eden dimanapun ia berada, hidup atau mati ia harus menemukan Eden.
sebuah ide tercetus dalam pikiran raja Louise, ia kemudian menatap ke arah Arthur yang membuat perasaan Arthur menjadi tidak enak,
"Arthur, karena kau sudah kurang ajar masuk ke dalam ruangan ku dan karena kau terlihat nganggur tidak jelas maka aku akan mengutus mu untuk menjadi diplomat. aku akan mengirim mu keseluruh negara sebagai pembicara ku"
ucap Louise yang sedikit semena-mena memerintahkan Arthur.
"apaa?!!!!! setelah kau menyeret ku dengan kasar sekarang kau menghukum ku?!! kakak kau tega sekali"
ucap Arthur ketus sambil merentangkan kedua tangan ke depan seolah tak terima dengan perintah Louise yang semena-mena terhadap dirinya.
"ada tugas utama dibaliknya, sementara sebagai seorang diplomat kau harus mengumpulkan informasi mengenai Eden, jika dia memang masih hidup seharusnya ia masih berada di wilayah another world"
imbuh Louise menjelaskan maksud aslinya
"haahh.. baiklah aku mengerti"
sambil menghela nafas panjang Arthur menerima tugas yang di berikan oleh raja Louise padanya.
"kemudian aku akan memerintahkan Jose untuk menyelidiki kasus penculikan Eden secara diam-diam, aku yakin ada dalang dibalik semua ini"
imbuh raja yang mulai berbicara dengan serius.
"selain itu, aku membebaskan mu untuk bermain violin lagi"
ucapan raja tentu saja di sambut bahagia oleh Arthur, betapa tidak, jiwa Arthur sebenarnya bukanlah pada pertarungan maupun urusan negara melainkan pada musik.
setelah berdiskusi hari itu, raja Louise kini semakin tenang dan bisa mengendalikan amarahnya.
dengan sikap tenangnya itu, Louise yakin pelaku yang sesungguhnya akan muncul dan mengganggu posisi ratu.
demi mencegah posisi ratu goyah, Louise memerintahkan Hansel untuk mengumumkan hari berkabung.
hari berkabung adalah hari dimana seseorang berduka yang dilaksanakan hingga 1000 hari kepergian seseorang.
selama hari itu tidak akan ada penobatan apapun.
dengan demikian selama hari berkabung dilaksanakan maka posisi ratu tidak dapat digoyahkan oleh siapapun.
(di hutan utopia)
Chris dan Cecilia menerima berita tentang apa yang terjadi pada Eden melalui sebuah surat yang di kirim oleh tuan Jose.
ia juga menyertakan sertifikat pembatalan perjanjian jual-beli atas nama Kate, Diana dan Laura yang di minta oleh Eden sebelumya untuk dikirimkan pada Chris.
mereka semua begitu terpukul dengan apa yang telah dialami oleh Eden.
kesal, marah, kacau, mereka begitu menyesal karena tidak berada di samping Eden saat kejadian.
untuk mencegah Cecilia dan Chris bertindak gegabah, Jose meminta keduanya segera pindah ke rumah kayu dan berjaga apabila suatu saat Eden kembali ke rumah kayu, karena kematian Eden masih belum bisa dipastikan.
keduanya berniat ikut mencari Eden namun tidak bisa menolak permintaan tuan Jose.
sebenarnya dalam surat dijelaskan bahwa secara khusus raja sudah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki siapa pelaku penjebakan Eden.
dan pangeran Arthur juga telah ditugaskan untuk menyelediki dimana keberadaan Eden sekarang.
Kate, Laura, Diana ikut merasa bersalah karena Chris dan Cecilia pergi untuk menyelamatkan mereka hingga tidak bisa menemani Eden di kerajaan.
mereka bertiga berniat untuk membantu Chris dan Cecilia, sekarang luka ketiganya juga telah membaik yang membuat Chris dan Cecilia setuju dengan rencana mereka bertiga.
tentu saja Kate, Diana dan Laura tidak bisa diam saja dan menunggu kabar Eden, merekapun menyusun rencana untuk berpencar ke beberapa wilayah dan mencari bukti-bukti keberadaan Eden.
bila ada sesuatu yang menunjukkan keberadaan Eden, maka ketiganya akan saling melaporkan satu sama lain.
setelah menyusun rencana, mereka berlima keluar dari hutan utopia dan mulai berpencar.
Chris akan mengantarkan Cecilia ke rumah kayu terlebih dahulu kemudian akan pergi ke wilayah Amon, Kate akan pergi ke wilayah Assiria, Diana akan pergi ke wilayah Hibrid, dan Laura akan pergi ke wilayah Aksum.
selama proses pencarian berlangsung, mereka akan saling bertukar informasi perkembangan tentang wilayah yang mereka datangi.
bila ada tanda-tanda mengenai keberadaan Eden maka mereka semua sepakat untuk segera menyusul.
dengan identitas baru yang diberikan oleh Eden melalui kuasanya sebagai calon ratu, Kate, Diana dan Laura bertekad untuk menemukan Eden dimanapun ia berada meskipun nyawa taruhannya.
hari itu, mereka berpisah dengan tekad yang sama yaitu untuk menemukan Eden.