
Malam hari di ruma keluarga Adiprata.Monica sedang menata makanan di meja makan sedangkan Dirga masih di balkon sambil menyelesaikan pekerjaannya yang tadi pagi belum sempat tersentuh.Sedangkan Dito sedang membaca majalah di ruang tamu.Sementara Daniel belum pulang dari kantor dan Deksa memilih makan di caffe dengan kliennya
"ayah makanannya siap"ucap Monica sambil mendekat ke arah Dito tak lupa dengan senyumnya
"iya nak,panggil suamimu"suruh Dito seraya bangkit dari sofa menuju meja makan sedangkan Monica hanya menganguk dan pergi ke kamarnya untuk memanggil Dirga
Sesampainya dikamar Monica melihat Dirga tampak serius memandang hpnya hingga tak sadar ada Monica dibelakangnya
Monica berjalan mendekat tepat di belakang Dirga.Layar hp yang dipegang Dirga sangat cerah sehingga Monica melihat sosok wanita cantik dan muda kira kira berusia 3 tahun di bawahnya memakai dress warna merah marron semakin menambah keanggunan wanita tersebut.
"cantik sekali kekasihmu tuan, kau salah besar memilihku sebagai istrimu jika seperti ini"gumam Monica sambil menyeka air mata di sudut matanya lalu melangkah mundur 5 langkah
"semoga tenang disana mel aku selalu mendoakan mu,oh iya aku sudah menikah apakah kau marah. aku dan dia tidak saling mencintai tapi dia adalah wanita yang pintar sama sepertimu,kita dulu berangkat ke Jerman bareng,bermain bareng, hingga aku jatuh cinta kepadamu.Tapi seandainya aku satu mobil denganmu ketika ke bandara munkin aku akan kecelakaan dan meninggal sepertimu,wajah mu selalu melintas di pikiranku mel"ucap Dirga lembut namun menusuk dada Monica namun dia berusaha menahan air matanya
"Tu.. tuan ayo kita makan"ucap Monica menundukkan kepalanya karena air matanya menetes
"sejak kapan kau berdiri di situ?"tanya Dirga dingin tak seperti dia berbicara dengan foto itu
"ehm baru saja tuan"jawab Monica pelan hampir tak terdengar karena ia menahan air matanya
"kenapa bicaramu seperti itu"tanya Dirga dan Monica hanya menggeleng pelan
"baiklah aku akan turun"ucap Dirga dengan wajah datarnya
"maaf saya tidak terbiasa makan malam"ucap Monica
"kau lupa perjanjian kita"sahut Dirga sedikit meninggikan suaranya
"baiklah saya akan makan"ucap Monica pasrah
"hmm"dehem Dirga lalu dia turun ke bawah meninggalkan Monica sendirian
"seandainya dia yang menjadi istrimu munkin sifatmu tidak akan seperti ini"ucap Monica pelan tak terdengar
Di meja makan
ketiga orang itu berkumpul
"ayah ini makanan untukmu"kata Monica sopan
"terimakasih nak"jawab Dito sambil tersenyum dan dibalas anggukan oleh Monica
"nak jangan panggil suamimu tuan, kamu disini istrinya bukan asisten pribadinya"sahut Dito jengkel
"lalu siapa ayah"tanya Monica polos sambil menyendokkan makanan ke mulutnya
"mas"jawab Dito cepat
uhuk.. uhuk.. Monica langsung tersedak ketika mendengar kata mas
"baiklah"ucap Monica pasrah
Makan malampun selesai semua kembali ke kamarnya
"aku mengantuk aku mau tidur"ucap Dirga dingin
"ini pakaian tidurmu tuan"sahut Monica cuek
"apakah kau tidak dengar tadi ayahku ngomong apa"tanya Dirga tanpa mengubah nada bicaranya namun terdengar menakutkan
"i.. iya mas"jawab Monica gugup
Lalu Dirga membaringkan tubuhnya
"mas aku besok mau ke butik gak papa kan? "tanya Monica ragu dengan posisi masih berdiri di belakang Dirga karena Dirga tidur memunggungi Monica
"iya"jawab Dirga dingin
"aku akan mencari tahu siapa kekasihmu dan dimana di berada"bathin Monica sambil ikut berbaring
Setelah Dirga terlelap Monica kembali bangun dan pergi ke balkon membawa buku gambar serta pensil. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya Monica adalah desainer di butiknya sendiri kecuali kakak kakaknya. Monica menggambar desain untuk butiknya sampai pukul 24.10
.
.
.
.
.