
Masih di situasi yang sama
"yak kau mengerjaiku" ucap Rehan kesal
"hahahaha" Kiandra tertawa lepas
"eh ngomong ngomong jadi kamu yang dansa sama Daniel tadi?" tanya Rehan
"oh namanya Daniel, emang dia siapa aku lihat dia duduk sama ayah tadi" Kiandra balik tanya
"dia anak keduanya om Dito" jawab Rehan
"oh lumayan tampan lah" puji Kiandra
"memang tampan" puji Rehan
"eh tadi aku gk nyangka loh ayah ngaku kalau duda" ujar Kiandra
"terus ngaku apa?" tanya Rehan
"ya aku kira ayah ngaku perjaka di depan wanita" jawab Kiandra
"mana mungkin orang percaya kalau ayah itu perjaka" kesal Rehan
"iya juga sih, kan ganteng juga gk ganteng banget" ucap Kiandra ceplas ceplos
"ish kamu mah" kesal Rehan
" lebih ganteng anaknya om Dito" batin Kiandra
"udah sampai turun" suruh Rehan
Kiandra pun turun lalu masuk bersama Rehan dan beristirahat
Di hotel
"sev pulang apa tidur di sini? "tanya Deksa datar
"di sini" jawab Sevina
Deksa pun mengangguk lalu masuk kamar diikuti Sevina
Di rumah Adiprata
Di kamar Monica dan Dirga
"mas tidur yuk" ajak Monica
"ayo" balas Dirga cuek
Kemudian mereka masuk ke dalam selimut dan berpelukan sampai pagi
****
Seperti biasa Monica di bangunkan oleh alrm yang berbunyi nyaring di ponselnya
"mas bangun sholatlah" ucap Monica
"5 menit" ucap Dirga
"nanti kesiangan" ucap Monica lagi
"iya iya" ucap Dirga turun dari kesur dan melangkah ke kamar mandi
Kini Dirga sholat sendiri saja karena Monica sedang datang bulan. Seperti biasa sehabis sholat subuh Dirga tidur kembali
Matahari mulai menampakkan wujudnya di ufuk timur. Monica melangkahkan kaki meninggalkan kamar menuju dapur
"pagi juga bi" balas Monica
tiba tiba
prang
Piring yang dibawa bi Yanti tak sengaja kesenggol Monica dan jatuh
"aduh maaf non" ucap bi Yanti kepala pelayan di rumah itu
"gapapa bik, bibi lanjut cuci piring aja" suruh Monica
"lalu pecahan piringnya non?" tanya bi Yanti
"biar Monica aja bik" ucap Monica
"nanti nona terluka lagi" ucap bi Yanti
"gapapa, udah sering kok bi" potong Monica
"yaudah nona hati hati ya" pesan bi Yanti
"baik bik" jawab Monica
Tak lama kemudian
"Akh" pekik Monica
Tangan Monica berdarah terkena pecahan piring tersebut
"nona gapapa? "tanya bi Yanti
"gapapa bik" jawab Monica
"tapi berdarah non" ucap bi Yanti khawatir
"berdarah, biasa aja bik jangan kwatir" ucap Monica
"tapi nanti bibik yang kena marah tuan Dirga dan tuan besar" ucap bi Yanti merasa bersalah
"ssttt mas Dirga masih tidur jadi bibik gk usah bilang apa apa" ucap Monica lembut dengan senyum cerah
"makasih nona, sekarang bibi ambil P3K dulu" ucap bi Yanti mengambil P3K
Bi Yanti mengobati tangan Monica dengan telaten dan lembut
"nona Monica perempuan yang baik semoga pernikahannya dengan tuan Dirga langgeng" batin bi Yanti
Kini Monica Dirga Dito dan Daniel selesai sarapan
"yah Daniel ngantor ya" pamit Daniel salim ke Dito
"iyaa" balas Dito
"aku berangkat ya yah" pamit Dirga menyalimi Dito
"iya" jawab Dito
"hati hati" pesan Monica mencium tangan Dirga
"oh iya mas aku sama kak Sevina nanti ke mall untuk beli keperluan rumah" pamit Monica
"hmm" jawab Dirga