
Bulan berlalu begitu cepat. Kini usia Devanno dan Devinna sudah 3 bulan dan usia kandungan Sevina sudah 9 bulan maka dari itu setiap pagi ia diantar ke rumah Dito agar tidak kesepian dan jika melahirkan dapat bantuan cepat. Meskipun sudah hampir 1 tahun pernikahan, Kiandra belum juga hamil.Karena hal tersebut Kiandra tidak mau sering sering merepotkan Daniel, ketika sakit pun dia tetap berpura pura baik baik saja didepan Daniel bahkan meskipun ia sudah lelah jika Daniel menginginkan jatah dengan senang hati ia melakukannya
Pagi itu Kiandra berencana ke rumah sakit lain untuk cek kesuburan secara diam diam
"mbak Sevina perkiraan lahiran kapan?" tanya Kiandra
"besok atau lusa" jawab Sevina
"wah semoga lancar" doa Dito
"amiin" balas Sevina, Monica dan Kiandra
"hay lihatlah ca putrimu sangat cantik" puji Daniel sambil menggendong Devinna
Karena hari libur trio D berada di rumah
"siapa dulu papahnya" sahut Dirga menepuk dadanya bangga
"yaelah yang cantik itu Monica kalau kamu mah pas pas an" canda Daniel
"aku ganteng kok lah buktinya dulu banyak yang ngejar" ucap Dirga
"Monica juga dulu banyak" sahut Kiandra
"apaan ga ada" elak Monica
"lalu mang Rahmat?" tanya Sevina menggoda
"siapa mang Rahmat?" tanya Dito
"penjual martabak di pinggir jalan yah" jawab Kiandra
"seusia ayah tapi masih genit sama Monica" imbuh Sevina
Semuanya tertawa
Tiba tiba
"Akh"teriak Sevina memegangi perutnya
"kamu kenapa sayang?" tanya Deksa panik
"ga tau tiba tiba sakit" jawab Sevina
"mungkin mau melahirkan" seru Kiandra tak kalah cemas
"melahirkan di sini apa di rumah sakit?" tanya Kiandra
"aku udak gak kuat disini aja" jawab Sevina
"cepat aku akan siapkan alat kak Deksa bawa kak Sevina ke kamar" ucap Kiandra panik
Semua orang panik, setelah alat siap dan Sevina di kamar. Kiandra menyuruh Deksa masuk. Sementara Daniel, Dirga, Monica, dan Dito diluar
"aku sudah telepon ayah" ucap Monica
"bagus" balas Dito
Sementara di dalam
"sudah buka 10 mbak habis ini ikuti kata aku yah" ucap Kiandra panik
"sayang kamu harus kuat" ucap Deksa mencium tangan Sevina
"ayo mbak dorong" ucap Kiandra
"AAAAAA" teriak Sevina sambil meremas rambut Deksa
Di luar
Semua orang panik mendengar teriakan Sevina
"semoga baik baik saja" ucap Monica
"ya allah semoga semua berjalan lancar" ucap Rehan
"amiin" balas Daniel
Tak lama kemudian
Oek.. oek.. oek
"alhamdulillah ya allah" ucap mereka semua
Di dalam
Sehabis melahirkan Sevina tertidur karena kehabisan tenaga sedangkan Kiandra membersihkan bayi Sevina. Lalu Deksa mempersilakan semua orang untuk masuk.
"bagaimana keadaan Sevina?" tanya Rehan
"terus bayinya mana?" tanya Monica
"di bersihkan sama Kiandra" jawab Deksa
Tak lama kemudian
"ini tuan putri datang" ucap Kiandra menggendong bayi mungil
"mana ayah lihat" pinta Dito
"ini yah" ucap Kiandra menyerahkan bayi itu pada Dito
"cantik ya" puji Rehan
"ya jelas dong kayak papa nya" seru Deksa
"kau beri nama siapa bayimu kak?" tanya Daniel
"terserah Sevina" jawab Deksa
"kok aku" sahut Sevina baru bangun
"kamu udah bangun, maaf berisik" ucap Dito
"enggak kok" ucap Sevina
"yaudah aku yang beri nama" ucap Deksa mikir
"gimana kalau Cindy aurellia adiprata" usul Deksa
"nama yang bagus" puji Daniel
Jam berputar begitu cepat. Rehan menginap karena ingin menikmati waktu bersama ketiga cucunya
Pagi hari
Meskipun dengan berat hati terpaksa Deksa meninggalkan Sevina karena ada banyak berkas yang harus di tanda tangani begitu pula Dirga dan Daniel. Kiandra tidak ke rs karena ingin menjaga kakaknya
"mbak Sevina maaf yah aku ada urusan sebentar" ucap Kiandra tak enak
"mau kemana ndra?" tanya Sevina
"ketemu teman dari Yogyakarta" jawab Kiandra bohong
"yaudah gpp kasian dari jauh" ucap Sevina
"makasih mbak, seprei mbak udah aku cuci" ucap Kiandra
"makasih" ucap Sevina
Kiandra hanya tersenyum lalu pergi ke rumah sakit lain untuk cek kesuburan karena kemarin tertunda
Setelah beberapa menit. Sampailah Kiandra di sebuah rumah sakit
Skip setelah cek
"gimana dok saya bisa hamil?" tanya Kiandra
"maaf bu kemungkinan besar ibu bisa hamil hanya 3%" jawab dokter itu
"apa gak mungkin dok" seru Kiandra tak percaya
"itu bisa jadi faktor keturunan bu" ucap dokter itu
"tapi itu tidak menutup kemungkinan ibu bisa hamil" lanjut dokter itu
"jadi saya masih bisa hamil dok?" tanya Kiandra
"iya bu tapi hanya 3% saja" jawab dokter itu
Setelah itu Kiandra pamit pergi kepada domter itu lalu pulang namun tidak ke rumah tapi ke apartemennya
Sesampainya di sana Kiandra teringat ucapan ayahnya dulu
"asal kalian tahu ayah dan bunda menikah waktu SMA dan baru bisa punya anak saat ayah lulus s2" ucap Rehan
Ingatan itu berputar kembali
"maaf mas aku gak bisa punya anak hisk.. hiks.. hiks" isak Kiandra
"aku ikhlas kalau kamu ceraikan aku suatu saat nanti" ucap Kiandra masih menangis
"aku istri yang gak berguna" ucap Kiandra
Setelah puas menangis Kiandra memutuskan untuk pulang