
"kalau begitu aku kerja dulu ayah"pamit Kiandra
"iya hati hati nak"ucap Rehan
"iya yah"jawab Kiandra sambil mencium punggung tangan sang ayah
"aku juga berangkat yah"pamit Sevina
"iya hati hati"ucap Rehan
"iya"jawab Sevina seraya bersalaman dengan sang ayah dan mencium tangan nya
"bersiaplah nak lusa kau akan bertemu Dirga dan paman Dito di caffee mentari"ucap Rehan mengingatkan Monica
"iya ayah, aku gk akan kabur kok"jawab Monica
"ya sudah ayah berangkat kerja dulu"pamit Rehan kpd sang putri bungsu
"iya ayah hati hati"ucap Monica
setelah itu Monica kembali kekamarnya dan menangis
"kenapa aku herus menikahi Tuan Dirga yang seperti kutub utara itu?"lirih Monica
ingatan masa SMP kembali terlintas di otaknya
Flashback
"ayah akan kembali ke sini kan? "tanya seorang gadis kelas dua SMP yang mengantarkan ayanhnya ke bandara
"iya sayang, papa kan pergi sama om Rio"jawab Alif kepada sang putri semata wayangnya yang tak lain adalah Monica
"bunda sudah pergi ayah tidak boleh pergi ayah tidak boleh ikut bunda ke sana"sahut Monica
"iya,sudah ya kamu dirumah sama kak Sevina anaknya om Rio dan tante Nara, om Rio dan tante Nara sudah di sana "ucap Alif sembari menunjuk ke arah pasutri yang sedang bicara kepada putrinya yang sekitaran duduk di kelas satu SMA.Alif dan Monica pun menghampiri mereka
"hai bro udah lama di sini"tanya Rio setelah tahu tahu sahabat nya di belakang nya
"baru aja, oh iya nanti Monica dan Sevina biar tinggal sama Rehan di rumahnya"ucap Alif
"hmm, iya tumben dia gak ikut kita padahal kan kalian bertiga itu sudah seperti saudara loh"sahut Nara bundanya Sevina
"perusahaanya semakin maju sayang"jawab Rio
"oh alhamdulillah kalau begitu"jawab Nara
"kau lupa istrinya aja baru meninggal kemarin lusa,mau main pergi gitu aja"seru Alif
"oh iya,mbak Reni baru meninggal ya"ucap Nara
"iya, kalau aku sih Melati dah pergi saat melahirkan Monica"ucap Alif sendu sambil mengelus rambut Monica
"hari itu kok bisa sih lif"tanya Rio
"operasinya tidak berjalan lancar"jawab Alif
"sudah waktu nya berangkat "seru Nara
"sayang kamu baik baik ya munkin kita cuma 3 hari disana" ucap Rio pada Sevina
"kamu juga sama kak Sevina tinggal di rumah om Rehan"ucap Alif pada Monica
"iya, kalian cepat pulang ya"ujar Sevina
"dah "mereka melambaikan tangan kepeda orang tua nya sampai mereka masuk ke pesawat
Entah mengapa perasaan Sevina dan Monica begitu tidak ikhlas melepas kepergian orng tuanya bahkan hari ini juga tidak pertama kali mereka ditinggal mengurus bisnis apalagi sekarang hanya pergi ke tetangga sebelah yaitu Malaysia
satu jam di rumah Rehan mereka memutuskan untuk melihat berita terbaru pagi itu bersama Kiandra putra Rehan
mereka sangat panik setelah melihat berita pesawat tujuan Indonesia - Malaysia jatuh di kepulauan kalimantan. Saat mereka panik Rehan pulang dengan keadaan basah
"om ini bukan pesawat yang dinaiki ayah dan bunda kan? "tanya Sevina
"kamu tenang dulu ya nak"ucap Rehan
"benar itu orang tua kalian kecelakaan pesawat "jawab Rehan
"tadi orang tua kalian sempat menelpon om dan dia bilang pesawat yang mereka naiki mesin nya mati mendadak dan om disuruh merawat kalian berdua"ucap Rehan
"ayaaaaaah"Monica menangis histeris
sejak kematian orang tua mereka,mereka dirawat dan di besarkan di rumah Rehan
Flashback off
Keesokan harinya saat makan pagi
"Monica aku dan kak Sevina akan menemanimu membeli mini dress dan hels"ucap Kiandra
"terserah kakak"jawab Monica cuek
"ok kita berangkat"seru Sevina
Sesampainya di butik mereka memilih dress yang cocok sampai mata mereka tertuju pada dress berwarna abu abu selutut seng motiv bunga simple dan elegan
seperti itulah dressnya
"aku suka yang ini"ucap Monica
"ok ambil kita tinggal beli helsnya "ucap Sevina
Setelah membayar mereka segera keluar dan pergi ke toko khusus hels yang terkenal di kota itu
"kita cari yang senada saja ya ndra"tanya Sevina pada Kiandra
"kak, aku itu tomboi aku gk bisa milih semacam itu"tolak Kiandra
"bagaimana kalau yang ini"seru Monica sambi menunjuk hels abu abu yang indah
"kakak suka"jawab Sevina
"bagaimana ndra suka gk"tanya Sevina
"kalian suka aku suka"ucap kiandra malas karna dia gadis tertomboy di antara ketiganya
Setelah sampai di rumah mereka merebahkan diri di kamar masing masing sambil menunggu waktu dzuhur
Bersambung