
Tujuh tahun kemudian
Daniel sampai sekarang tidak pernah menggugat cerai Kiandra begitu pula dengan Kiandra, jadi pernikahan mereka masih sah dimata hukum dan agama
Sekerang putra dari Kiandra dan Daniel yang di beri nama Varel danandra adiprata itu berusia tujuh tahun.Wajahnya sangat mirip dengan Daniel mungkin hanya besar kecilnya yang membedakan. Varel tumbuh menjadi anak yang pintar bahkan dia sempat loncat kelas, sekarang mungkin kelasnya sama dengan Devano, Devina dan Cindy
Di sisi lain. Dito dan Rehan mengumpulkan anak anak beserta cucunya karena hari ini teman mereka akan datang
"ayo kumpul sekarang" ucap Dito
"emang ada apa kek?" tanya Cindy putri Deksa dan Sevina
"ada teman kakek kuliah yang mau berkunjung sayang" jawab Dito
"oh kirain teman kakek cuma kakek Rehan" sambung Devano
"sekate kate kau bang" protes Devina
"udah udah sekarang mending kesini" potong Rehan
Monica, Dirga, Sevina, Deksa, Daniel, Cindy dan duo twins duduk di ruang tamu
"eh vin, cin kita dah lama yah gak telponan ama kocheng" seru Devano
"eh iya juga" ucap Cindy
Mereka manggilnya pakai nama yah kecuali Devina ke Devano panggilnya abang
"kocheng siapa?" tanya Monica
"kocheng itu anak dari SD di luar Jakarta, dia ikut lomba melukis bulan lalu mewakili sekolahnya ma" jawab Devina
"iya dia pinter bat loh sekolahnya aja loncat kelas" sambung Cindy
"iya, kita ketemu dia ketika lomba dan kita bersahabat melalui hp" lanjut Devano
"eh iya emang namanya kocheng?" tanya Dirga
"bukan pa namanya Varel danandra a" jawab Devano
"a maksudnya apa?" tanya Dito penasaran
"ga tahu kek dia cuma bilang a gitu" jawab Cindy
Para orang tua hanya menyimak
"bahkan wajahnya mirip paman Daniel" ucap Cindy
"masa sih" ucap Sevina gak percaya
"lah mama dibilang kagak percaya" ujar Cindy
"wajar saja toh di dunia kan manusia punya 7 kembaran" ucap Daniel
ting tong
Bel berbunyi nyaring, bi Yanti segera membuka pintu dan mempersilakan orang itu masuk
Dan masuklah 2 orang pria yang satu seumuran Dito dan satunya berumur hampir sama dengan Sevina
Ternyata teman kuliah Dito dan Rehan adalah papanya dokter Hibram.
"hai kita bertemu lagi ya" ucap Daniel tersenyum miring ke Hibram
"iya, ingatan anda lumayan kuat" balas Hibram
"kau kenal dia dan?" tanya Dito pada Daniel
"tentu, dia selingkuhan Kiandra" jawab Daniel
"APA" teriak mereka terkejut
"apa itu benar bram?" tanya Arkan papanya Hibram
"elo buat guwe dalam masalah ndra" gumam Hibram
"jawab yang sejujur jujurnya nak" ucap Dito
"sebenarnya Kiandra larang saya untuk cerita tapi mau gimana lagi saya mau tak mau harus cerita" ucap Hibram
"sebenarnya saya itu pacar pura puranya Kiandra" ungkap Hibram
Deg
Keluarga adiprata terkejut
"karena Kiandra hanya memiliki 3 persen untuk bisa hamil maka dari itu dia tidak ingin mengecewakan suaminya" lanjut Hibram
"kenapa dia tidak bilang, kita juga tidak menuntut anak darinya" ucap Dito
"Kiandra yang merasa tidak berguna atas ini semua, saya sebenarnya juga berat menurutinya tapi Kiandra memaksa" sambung Hibram
"jadi kita semua itu salah paham" ucap Sevina kemudian
"lebih tepatnya Kiandra yang membuat kalian semua salah paham" balas Hibram
"terus sekarang dimana Kiandra? 7 tahun dia gak ada kabar" tanya Daniel
"dia keluar kota tapi saya tidak tahu kemana" jawab Hibram
"dia juga bilang ngurus restoran dia disana" lanjut Hibram
"ayah tahu restoran milik Kiandra di luar kota?" tanya Deksa
Rehan pun mulai mengingat ingat
Berapa saat kemudian
"aku ingat dulu aku pernah lewat di belakang Kiandra yang lagi pake leptop dan di laptop itu dia lagi menghandle restoran kalo gak salah, ada tulisan Tegal di laptop itu" ucap Rehan
"jadi mbak Kiandra sekarang di Tegal" seru Monica
"ok kalian selesaikan masalah ini kami pulang dulu" ucap Arkan
"sorry bro kita gak jadi bernostalgia" ucap Rehan
"ga papa" jawab Arkan
Keluarga adiprata tak lupa mengucapkan terima kasih pada Hibram.Lalu Arka dan Hibram pergi dari rumah Dito