Kiandra's Trip

Kiandra's Trip
Hemat bicara



Keesokan harinya


"Monica paman Dito dan Dirga sudah menunggu"teriak Rehan


"ini lagi make up ayah"jawab Monica


"ya sudah cepat"suruh Rehan


"iya"jawab Monica


Di mobil


"aku takut ayah"ucap Monica


"kenapa "tanya Rehan


"aku takut tuan dirga yang dingin dan juga hemat bicara itu"jawab Monica


"dia tidak akan memangsamu"sahut Rehan tertawa


Di caffe


"hai Dito lama menunggu"tanya Rehan begitu sampai di belakang Dito


Dua orang laki laki itu mendongak


"belum,baru sampai"jawab Dito seraya berdiri


"ini putraku"ucap Dito seraya menunjuk ke laki laki di sampingnya


Monica terdiam sambil manatap pria berkulit putih,berjas abu abu,dengan tinggi sekitar 175 tersebut yang juga sedang menatapnya


"wah tampan sekali"puji Monica dalam hati


"hahaha tampanya melebihi dirimu Dito, padahal kau sejak kuliah jadi idola kampus"puji Rehan dan Dito hanya tertawa mendengar pujian sahabatnya kepada putranya


"mana putrimu"tanya Dito


"itu"tunjuk Rehan peda Monica yang berdiri di belakang Dito


"hai kenapa berdiri di situ ayo duduk"suruh Dito


Monica bingungmau duduk dimana karena hanya kursi samping Dirga yang kosong


"duduklah di samping Dirga"ucap Rehan Monica tidak bisa mengelaknya


"cantik juga pilihan ayah"gumam Dirga dalam hati


"kau tidak mengajak Fara"tanya Rehan


"istriku sudah tiada saat melahirkan putri keduaku"jawab Dito dengan tatapan Sedih


"jadi kamu punya putri"tanya Rehan


"Fara melahirkan selama kandungannya masih 7 bulan,dia pendarahan dan meninggal saat aku ke ruang bayi ternyata putriku juga sudah tiada"jawab Dito


"maaf Dit aku gk maksut"ucap Rehan tak enak hati


"ga papa"jawab Dito


"oh ya boys bagaimana kamu setuju gk sama pilihan ayah"tanya Dito pada Dirga


"terserah ayah saja"ucap Dirga dingin


"kamu sayang"tanya Rehan pada Monica


"aku juga terserah ayah"jawab Monica seraya tersenyum ke ayahnya


"ok, sekarang kenalan dulu"ucap Dito


"Monica"ucap Monica sambil mengulurkan tangannya


"Dirga"jawabnya cuek tapi tetap menyambut uluran tangan Monica


"kuliah di mana kamu Dirga"tanya Rehan


"di universitas bisnis om di jerman"jawab Dirga sambil tersenyum


"kalau sama papa mah senyum kalau sama aku kaya kurub utara"umpat Monica dalam hati


"wah pintar juga kamu"puji Rehan


"kalau kamu kuliah di mana"tanya Dito pada Monica


"bukan om, saya kuliah di universitas ekonomi di Australia"jawab Monica


"wah wah kalau begitu tidak salah aku milih mantu, sudah cantik pendidikan luar negri lagi"puji Rehan


"tuh pamerin calon istri kamu kepada kakak kakak mu itu dan nasehatin kalau cari istri bilang ke ayah pasti ayah carikan yang berpendidikan luar negri seperti ini"canda Dito pada Dirga


"pernikahanya akan dilangsungkan dua bulan lagi"ucap Dito


"cepet banget"ucap Monica


"iya lebih cepat lebih baik"jawab Rehan


Drrt Drrt


ponsel Dirga berdering tanda ada yang menelpon


"halo ada apa"sapa Dirga dengan dingin di telepon


"........"


"baiklah saya segera kesana"ucap Dirga dan langsung menutup sambungan telepon secara sepihak


"siapa"tanya Dito


"sekretaris ku"jawab Dirga


"ayah,om ada clien dari Surabaya jadi aku harus ke kantor"pamit Dirga


"ya sudah selesaikan urusanmu"jawab Dito


"hati hati nak"ucap Rehan


Setelah Dirga pergi suasana hening sejenak


"nak kamu sudah tau kan sifatnya Dirga, om harap dengan menikahkan kamu dengan Dirga kamu bisa merubah sikapnya menjadi periang seperti dulu saat istri om masih ada,saat istri om masih ada ketiga putra om sangat lembut dan hangat sekarang istri om sudah meninggal mereka menjadi dingin bahkan jika kita bertanya yang dikiranya kita tahu jawabannya mereka tidak akan menjawab,setidaknya Dirga dan Deksa masih bisa tersenyum, tapi Daniel tidak bisa tersenyum atau tertawa mukanya selalu datar bahkan om mengira Daniel itu lupa cara tersenyum"jelas Dito pada Monica panjang lebar


"ngomong ngomong Deksa sama Daniel itu siapa om"tanya Monica


"Deksa itu anak pertama om,tapi dia anak angkat seperti Dirga.Om dan tante Fara mengangkat Deksa sebagai anak sejak dia berusia satu bulan,saat itu juga tante Fara mengandung Daniel.Tiga bulan kemudian Daniel lahir dan om seperti mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari yang om minta karena mendapatkan dua anak sekaligus.Setelah Deksa dan Daniel berusia 5 tahun mereka meminta adik dan saat itulah om mengadopsi Dirga yang masih berusia 2 tahun.Saat Dirga memasuki usia 12 tahun, tante Fara hamil lagi dan saat melahirkan nyawanya dan nyawa bayinya tidak tertolong,disitulah di mulainya titik dingin muncul di sifat ketiga putra om, tapi alhamdulillah meskipun mereka bukan saudara kandung mereka tetap menjaga kerukunan dan saling menyayangi tanpa membedakan "jelas Dito panjang lebar


"saya dan kak Sevina juga anak angkat om"jawab Monica


"bener han"tanya Dito dan dibalas anggukan oleh Rehan


"sebenarnya Monica ini adalah putrinya Alif dan Sevina putrinya Rio"jawab Rehan


"apaa!"teriak Dito tak percaya


"sekarang dimana mereka,aku merindukan kita ndaki bukit bareng,mancing bareng,serta berproyek kerja bareng"ungkap Dito


"saat Monica kelas dua SMP dan Sevina kelas satu SMA Rio,istrinya dan Alif menjadi korban pesawat jatuh"tegas Rehan


"saat itu aku juga butuh lebih banyak dari satu putri karena istriku juga baru saja meninggal jadi aku merawat mereka seperti putri ku sendiri"lanjut Rehan


"kita jadi sama ya duda tiga anak"ucap Dito


"untungnya mereka sama seperti putramu walaupun mereka tau mereka bukan saudara kandung mereka saling menyayangi dan menyemangati satu sama lain"ucap Rehan


"usia berapa sekarang putri putrimu"tanya Dito


"Monica 24,Sevina 26,dan Kiandra 25"jawab Rehan


"Oh Daniel dan Deksa berusia 27"jawab Rehan


.


.


.


.


.


.


.


tinggalkan like dan votenya ya